
“Assalamualaikum” ucap Athariz didepan pintu
“Waalaikumsalam” seseorang menyahut salam,dan ada seorang ibu datang dan menghapiri dan mempersilakan saya masuk tak lain ia adalah ibunya Azzahra.
“Masuklah nak dan duduk ibu panggilkan Azzahra sebentar” ucap ibu itu dengan nada lembut dan sopan.
“Terima kasih bu” jawab Athariz
Kemudian ibu Rima (ibunya Azzahra) keluar dengan secangkir kopi dan duduk bersama dengan Athariz. Dan kami pun ngobrol dan saya juga memperkenalkan diri pada ibu Rima. Dan tak lama Azzahra pun keluar dengan busana dan jibabnya yang telihat cantik dan anggun.
“Cantik, manis, dan sholelah” batin Athariz sambil menatap kagum pada Azzahra tetapi hanya diam tak bersuara.
Azzahra duduk disamping ibunya dan ikut ngobrol, 15 menit berlalu kami berbincang bincang. Dan akhirnya saya minta izin untuk pergi.
“ Yuk kak berangkat, ibu kami berangkat ya” pamit pada ibunya yang berada disampingnya dan tak lupa mencium punggung tatangannya.
__ADS_1
“Iya hati hati dijalan, jika urusan udah selesai segera pulang” sahut ibunya dan tersenyum
“Baik bu, saya permisi” kujawab dengan senyum manis dan tak lupa mencium tangannya
“Assalamualakum wr.wb” ku ucap bersamaan dengan kak Athariz
“Walikum salam wr.wb” jawab ibuku dan melambaikan tangan.
Waktu menunjukan jam 12.00 WIB adzan Dhuzur berkumandang, saat itu tepat kami sampai tujuan dan Athariz mengajak Azzahra untuk sholat Dhuzur di masjid lebih dulu.
“Tampan dan sholeh, betapa beruntungnya seseorang mendapatkan mu kak Athariz” batin Azzahra yang kagum dan menatap Athariz yang berjalan didepanya.
Kami duduk di kursi yang disediakan di taman dan kak Athariz mengungkapkan perasaannya kepadaku dan aku hanya diam karna kaget seneng dan aku memutuskan untuk menjalaninya bersama, jika kita berjodoh pasti kita akan disatukan.
Hari demi hari, bulan demi bulan kami menjalaninya timbul rasa nyaman dan damai. Kemudian Athariz bertemu Azzahra dan memberitahu bahwa ia akan melanjutkan pendidikannya di Amerika' dan akan meninggalkannya. Saat itu aku merasa sedih dan bangga, disisi lain sedih harus berpisah dan disisi lain bangga karna dia akan mengejar cita-citanya.
__ADS_1
Flasback off
Sesampai di lapangan mereka langsung duduk ikut gabung dengan para anggota BEM lainnya.
“Nanti kita pulang bareng yuk” ajak Nissa kepada sahabatnya itu. Dan menatap secara bergantian.
“Aku ada jam tambahan hari ini, sayang kalau nggak ikut” jawab Azzahra yang merasa kecewa menolak ajakan sahabatnya itu.
“Hari ini aku juga akan kerja kelompok ke rumah Fina” ucap Inayah tak tega.
“Yah, kalian nggak asyik” sahut Nissa sambil manyun, dan memalingkan wajah
“Maaf yah, lain kali kita pulang bareng” ucap Azzahra dengan lembut dan meluluhkan hati Nissa. Dibalas dengan senyuman dan mereka berpegangan tangan bertiga.
Azzahra, Nissa, dan Inayah adalah sahabat yang selalu ada, walaun mereka beda jurusan tapi kekompakan mereka membuat yang lain iri. Mereka dipertemukan saat pertama masuk universitas dan saat masa OSPEK. Walau kesibukan dengan jurusan dan mata kuliah yang jauh berbeda, mereka tetep kompak dan selalu bersama, ke kantin, perpustakaan dan bahkan pulang bareng. Bahkan mengerjakan tugas individu pun mereka bersama sama dengan tugasnya masing-masing.
__ADS_1
*Fina adalah temen satu jurusan dengan Inayah.
Note : mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Jangan Lupa share, like dan comentnya😊 terimakasih