Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
33. Dikabulkan (2)


__ADS_3

“Tidak” ucap Nissa dan Inayah bersama. Azzahra pun terkejut dengan jawaban mereka dan bertanya-tanya.


“Mengapa?” tanya Azzahra heran.


“Pokoknya tidak boleh kau naik motor sendirian, titik!” kata Inayah tegas.


“Lalu bagaimana?” ucap Azzahra bingung.


“Ikut kami, atau kita disini aja?” Kata Inayah.


“Ikut kemana Na?” tanya Nissa.


“Kau ini, apa masih harus ku jelaskan?” ucap Inayah mulai meninggi.


“Iya lah harus itu?” Kata Nissa.


Kemudian Inayah mencoba menjelaskan pada Nissa saat Inayah mencoba menjelaskan Nissa terkejut pada keputusannya.


“Tidak, aku tidak mau, kau saja yang ikut dengannya, lebih baik aku naik motor sama Azzahra!” kata Nissa dengan keputusannya.


“Kau ini Niss, apa kau tega membiarkan aku berdua dengannya dalam satu mobil itu?” ucap Inayah pada Nissa dan Nissa pun berfikir


“Ada benernya juga perkataan Inayah tapi masa aku terima bantuan dia sih, Enggak..enggak.. tapi gimana dengan Inayah!” batin Nissa yang terus berfikir.


“Malah ngelamun?” tanya Inayah menepuk pundak Nissa yang melamun.


“Ya udah aku ikut keputusan?” Ucap Nissa menatap dengan senyumnya.


“Gitu dong, tambah cantiik kan” goda Inayah.

__ADS_1


“Demi kamu” ucap Nissa kesal ia mengesampingkan ego nya demi sahabatnya.


“Kalau gitu aku naik motor aja, kalian naik mobil, oke?” kata Azzahra.


“Tidak...” ucap mereka meninggi membuat Andre sedikit terkejut.


“Kalau kau tetep dengan keputusanmu, akan menaiki motor, lebih baik kita disini dan dihukum bersama” kata Nissa tegas.


“Tapi....” ucap Azzahra dipotong Inayah.


“Kami tak akan membiarkan mu naik motor sendiri sementara kami ikut dengannya terlalu bahaya dan beresiko Zza?” ucap Inayah.


“Lalu Motorku gimana?” ucap Azzahra lagi.


“Apalagi kau seorang perempuan?” ucap Nissa.


“Sungguh luar biasa persahabatan mereka, bahkan aku iri dengan mereka yang memiliki sahabat seperti itu di hidup mereka yang melebihi hubungan saudara kandung.” Batin Andre yang kagum pada persahabatan mereka.


“Lalu aku harus gimana Na, Nisa?” tanya Azzahra lembut.


“Begini saja saya akan suruh orang otomotif bawa sekalian motor kamu dan nanti biar diantar bersama motor Inayah, gimana?” Ucap Andre memberi solusi.


“Ok” Ucap Inayah. Nissa dan Azzahra pun terpaksa setuju dengan keputusan itu karna memang waktu sudah hampir siang dan mereka juga harus segera sampai kekampus.


Setelah Andre menelpon tak lama Beberapa orang datang dan langsung membawa motor kami. Dan Andre pun langsung mengajak kami menaiki mobilnya. Kami pun berjalan menuju mobil itu.


Setelah sampai didepan mobil itu Andre mencoba membukakan pintu untuk kami akan tetapi terhenti dengan perkataan Nissa.


“Tidak perlu, kami bisa membukanya sendiri!” ucap Nissa ketus. Seketika tangan Andre tehenti dan menggelengkan kepala bahwa ia mengerti. Dan ia langsung berjalan ke arah tempat duduknya.

__ADS_1


“Inikan mobil yang dia gunakan waktu itu, yang hampir menabrak ku!” gerutu Nissa dibelakang Inayah dan Azzahra dan mereka berdua mendengar dan hanya tersenyum.


Kami pun masuk kedalam mobil dan kami bertiga duduk di kursi belakang.


“Apa kalian membuatku menjadi sopir?” Tanya Andre yang melihat mereka duduk dikursi belakang.


Seketika kami terkejut dengan ucapannya akan tetapi ada benarnya ucapan dia. Kami pun merasa tak enak padanya.


“Kau pindah depan Niss?” Ucap Inayah membujuk Nissa.


“Kenapa harus aku, aku tak mau, kau saja?” kata Nissa terdengar sedikit kesal.


“Aku kan jauh kalau kesana, apalagi Azzahra tambah ribet, ntar malah kita telat bener loh kan kamu paling deket!” ucap Inayah membujuknya dengan sedikit ancaman juga memang Nissa yang duduk di samping kiri Azzahra.


“Hiisss kalian nih maksa. Awas aja .., kalau bukan karna mata kuliah pagi ini penting lebih baik aku bolos!” kata Nissa kesal pada mereka tetapi menurut dengan perkataan Inayah.


Mereka hanya tersenyum dengan kelakuan sahabatnya itu.


Tak diketahui mereka Andre tersenyum lebar dibibirnya merasa bahagia. Sekaligus gemetar karna Nissa lah yang akan duduk disampingnya.


“Ya Allah kenapa dengan jantung ku ini, rasanya berdetak lebih cepat” batin Andre yang gemetar.


Nissa pun keluar dan pindah ke kursi depan sesuai permintaan Inayah dan Azzahra. Dia pun langsung membuka pintu depan dan duduk disamping Andre. Dia pun langsung memakai sabuk pengaman. Dan mobil langsung melaju menuju kampus kami.


#################################


Tunggu kelanjutannya....


Note: Mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Selamat membaca jangan lupa like dan komentarnya dan juga bantu vote sebanyak-banyaknya. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2