Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
XXVII Siapa Andre?


__ADS_3

“Bagus kalau gitu nak, Ayahmu juga tadi menelpon Ayah untuk menjagamu dan mengizinanmu nginap disini dan beliau menceritakan kepergiannya, karna tak tega meninggalkan mu dirumah sendirian apa lagi kamu seorang gadis?” tutur Ayah.


“Tadi Nissa juga udah izin pada ibu, katanya diperbolehkan yah!” kata Nissa sopan.


“Iya lah pasti diizinin Ayah tau, karna sebelum kalian disuruh mampir oleh ibu, ayah meminta izin kepada kedua orangtua kalian untuk mengizinkan kalian nginep disini” ucap ayah dengan tawa kecil.


“Ooo.. jadi ini rencana Ayah dan Ibu?” tanya Azzahra.


“Pantas saja ibu hari ini masak banyak, ternyata ada rencana dibalik itu?” tanya Azzahra sedikit cemberut.


“Jangan cemberut kek gitu kak, jelek tau?” Goda Rifai pada Azzahra yang duduk di sebelah Ayah.


Semua tertawa karna ucapan Rifai. Yang suka sekali menggoda Azzahra.


“Memangnya ada apa bu, sampai ngumpulin kami, apa ada sesuatu yang ingin dibicarakan?” tanya Azzahra pada Ibunya.


“Iya ada sesuatu yang penting yang ingin Ayah dan Ibu katakan pada kalian?” ucap Ibu.


Kemudian Azzahra, Nissa dan Inayah saling lempar pandang dalam batin mereka 'ada apa ini, hal apa yang mereka ingin katakan' batin mereka.


Kemudian lamunan kami buyar dengan ucapan Ayah.


“Kalian tadi dari mana kok telat pulangnya?” tanya Ayah ingin tau.

__ADS_1


Kemudian Azzahra menceritakan semua kejadian dari peristiwa di Mall, makan Es crim dan juga kejadian tadi sore.


“Apa kau terluka Nak?” tanya Ibu khawatir pada Nissa.


“Tidak bu, alhamdulillah aku tak papa Cuma lemas karna kaget aja, Azza dan Ina juga disana, jadi Ibu tak usah khawatir.


Ibu langsung menatap kami, dan kami langsung memberi isyarat dengan menggerakkan kepala dengan arti semua baik-baik saja.


“Siapa dia nak?” tanya Ayah.


“Siapa tadi namanya....” ucap Nissa yang mencoba mengingat nama pria itu.


“Andre” Ucap Azzahra dan Inayah besamaan.


“Nama nya Andre yah?” ucap Azzahra lembut.


“Siapa Andre?” tanya Ayah lagi. Hanya dibalas dengan isyarat menaikan pundak mereka yang memberi tau bahwa mereka juga tak mengenalnya.


“Kami tak mengenalnya Yah, bahkan kami baru tau namanya tadi ketika dia hampir menabrak Nissa” Ucap Azzahra.


“Kalian benar tak mengenalnya?” tanya Ayah dengan nada sedikit khawatir dan menatap mereka bergantian. Kemudian dibalas anggukan mereka.


“Mungkin maksud tujuannya untuk meminta maaf pada kalian, terutama pada mu nak?” ucap Ayah menatap Nissa.

__ADS_1


“Mungkin juga yah, tapi kenapa tak langsung aja, malah sembunyi-sembunyi kayak gitu, apalagi sampai membayar makanan kami?” ucap Nissa lagi.


“Mungkin malu dan takut nak?” kata Ibu.


“Kenapa takut bu?”takut tanya Inayah menatap ibu Azzahra.


“Karna kalian semua cerewet dan juga bawel maka dari itu dia takut untuk langsung bicara pada kalian, dan dia juga menyayangi teliganya” Goda Rifai pada ketiga sahabat itu dan tertawa lepas.


Ayah, Ibu dan Rifai tertawa kecil dengan perkataannya, dan membuat mereka bertiga ingin sekali memakan dan mencakar Rifai.


“Maaf kakak-kakak cantik, aku bercanda” ucap Rifai lagi dan masih tertawa kecil.


“Sudah dek, kau itu senang sekali mengoda kakakmu, tapi ada benernya juga lo kak ucapan Adikmu!” ucap Ibu yang membuat kami langsung menunduk dan senyum kecil yang kami disembuyikan.


“Ibu gitu, malah belain Fai?” kata Azzahra sedikit cemburut.


“Makanya kurangin Cerewet dan bawel kalian jadi para lelaki tak takut untuk mendekati kalian, bagimana kalian mau nikah kalau sikap kekanak-kanakan masih kalian pelihara!” ucap Ayah.


“Ayah...” Ucap Azzahra kesal menjadi bahan tawa.


**************************************


Tunggu kelanjutannya...

__ADS_1


Note : Mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Selamat membaca dan jangan lupa like, vote sebanyak-banyaknya dan juga kritik dan sarannya. Terimakasih😊


__ADS_2