Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
41. Pertemuan


__ADS_3

Hari berganti, Pagi yang cerah dan udara yang begitu sejuk membuat kami segar dan bersemangat, dan sinar matahari yang indah membuat pemandangan menjadi indah dan merasa takjub akan ciptaan tuhan.


“Bu, Azza berangkat ya?” ucap Azzahra pamit sambil sedikit berlari.


“Sarapan dulu nak?” balas Ibu Azzahra menghentikan jalan Azzahra.


“Enggak sempet Bu, nanti sarapan dikampus, Azza bangun kesiangan bu, hari ini Azza ada kelas pagi, Azza Pamit, Assalamualaikum” kata Azzahra yang menghampiri ibunya dan langsung mencium punggung tangan ibunya kemudian bergegas mengambil motor maticnya.


#Rumah Azzahra.


Tak lama Ayah dan Adik Azzahra turun dan langsung duduk dimeja makan untuk sarapan.


“Bu, kakak dimana kok tumben belum kelihatan?” tanya Ayah heran biasanya saat pagi hari Azzahra selalu membantu ibunya menyiapkan sarapan.


“Udah berangkat yah !” balas Ibunya tersenyum.


“Udah berangkat bu, Ini masih Pagi loh, tumben kakak udah maen pergi aja?” tanya Adik Azzahra penasaran.


“Katanya ada kuliah pagi, dan dia kesiangan jadi nggak sempet untuk sarapan bareng” balas Ibu menjelaskan kepergian Azzahra.


Dan hanya diangguki oleh mereka fan langsung sarapan. Kemudian melanjutkan aktivitas mereka.


#Di Kampus


Beberapa menit kemudian Azzahra tiba di area kampus kemudian ia segera bergegas menuju kelas takutnya dia terlambat dan bisa dihukum.


“Azzahra?” panggil seseorang dari belakang dan mengentikan langkahku.


Seketika aku membalikan badanku dan melihat siapa orang yang memanggil ku.


“Assalamualaikum?” tanya seorang itu lagi.


“Wallaikumsallam” Balasku dengan ragu dan sedikit senyum.


“Bagaimana kabarmu?” Tanya seorang itu lagi.


“Allhamdulillah kak aku baik, bagaimana dengan kakak?” tanya Azzahra balik pada seorang itu dan seorang itu adalah Dzikra. Yang tiba di Indonesia beberapa hari lalu sejak kepergiannya ke Luar Negeri karna urusan keluarganya.


“Ya bisa kamu lihat aku baik, gimana kuliahmu lancar?” tanya Dzikra lagi.


“Alhamdulillah kak” balas Azzahra datar yang melihat jam di pergelangan tangan yang menunjukan 5 menit lagi kelas dimulai dan tak mentap Dzikra.

__ADS_1


“Zza ki..” ucap Dzikra yang dipotong .


“Maaf kak, aku harus pergi karna aku ada kelas pagi, sekali lagi maaf, Assalamualaikum” Ucap Azzahra pamit dengan sopan dan langsung melangkah menjauh dari tempat ia tadi.


“Wallaikumsallam” balas Dzikra tersenyum karna bertemu dengan wanita pujaannya yang ia rindukan selama ini.


“Aku akan menemuimu lagi Zza, setelah kuliahmu selesai!” gerutu Dzikra dan senyum senang.


Pukul menunjukan 11.30 WIB menunjukan jam istirahat dan shalat.


Azzahra langsung membereskan barangnya dan hendak pergi dan segera jumpa dengan sahabatnya yang sejak pagi belum bertemu dan kelihatan batang hidungnya.


Tak lama terdapat Notif pesan masuk di ponsel Azzahra


Tiiinngg....(anggap notifnya begitu)


Dan langsung ia Membuka dan tersenyum melihat pesan itu.


Pesan itu adalah dari sahabatnya yang meminta berkumpul dan berjumpa dikantin. Dan kami pun langsung bergegas menuju kantin.


#Kantin


Saat Azzahra sampai dikantin ternyata disana sudah ada Nissa yang duduk dan sibuk dengan ponselnya.


“Wallaikumsallam, kau membuat ku kaget saja” Balasnya dengan senyum dan sedikit kesal karna aku membuatnya kaget.


“Sudah lama, Mana Ina?” tanya Azzahra pada Nissa.


“Belum, Mungkin masih dikelas, ntar juga kesini kita tunggu aja?” ucap Nissa lembut dan dibalas senyum oleh Azzahra dan kemudian duduk.


“O..iya Niss apakah kau tau sesuatu tentang kak Dzikra?” tanya Azzahra yang langsung ditatap oleh sahabatnya itu dengan penuh curiga.


“Kenapa memang?” tanya Nissa balik.


“Ditanya balik tanya!” ucap Azzahra kesal.


“Maaf dech, aneh aja tiba-tiba kau bertanya tentang Kak senior itu, aku kan jadi kepo?” ucap Nissa senyum agar membuat sahabatnya tidak curiga.


“Tadi dia menemui ku!” ucap Azzahra spontan.


“Apa, benarkan bukanya dia di Luar Negeri, jadi bener ya kabar yang ku dengar beberapa hari lalu?” kata Nissa penasaran.

__ADS_1


“Kabar apa?” tanya Azzahra balik.


“Beberapa hari lalu ada teman sekelasku mengatakan kalau Dzkira sudah kembali ke Indonesia, tapi aku tidak terlalu mempercayai kabar itu karna aku pikir itu hanya kabar burung, aku ingin cerita tapi aku kelupaan dan ternyata itu benar, maaf ya Zza?” kata Nissa dengan penuh penyesalan.


“Sudahlah tak usah difikiran, karna tugas kuliah kan sampai kau lupa tak menceritakan pada kami?” Kata Azzahra dengan lembut.


“Iya Zza, Minggu ini bener-bener banyak tugas kuliahku, maaf ya?” ucap Nissa lagi.


“Sudah enggak papa, tidak penting juga kan?” ucap Azzahra.


“Kenapa dia menemui mu, apa dia mengatakan sesuatu?” tanya Nissa lagi.


“Siapa yang menemui mu Zza?” tanya Inayah dari belakang Nissa yang baru tiba di kantin.


“Kalau datang itu salam, main sahut-sahut aja?” ucap Nissa ketus.


“Iya maaf, Assalamualaikum?” kata Inayah.


“Walaikumsalam” kata mereka berdua.


“Siapa yang menemuimu Zza?” tanya Inayah lagi yang masih penasaran.


“Dzikra” jawab Nissa spontan.


“Apa, benarkan bukanya dia di Luar Negeri?” tanya Inayah lagi penasaran.


“Sudah kembali beberapa hari yang lalu!” ucap Nissa lagi.


“Dari mana kau tau?” tanya Inayah dengan nada interogasi.


“Aku tau dari teman sekelasku beberapa hari lalu dan aku lupa menceritakan pada kalian, dan ku kira itu hanya kabar burung tenyata itu benar” kata Nissa murung.


“Kenapa bisa kau melupakan berita sepenting ini Niss?” tanya Inayah sedikit meninggikan suaranya.


“Dalam satu Minggu banyak peristiwa terjadi, ditambah lagi tugas kuliahku sangat banyak dan harus dikumpul Minggu ini juga, dan juga aku lupa karna banyak hal yang kupikirkan, jadi apa aku harus memikirkan hal tidak penting itu?” ucap Nissa sedikit marah pada Inayah karna memarahinya terus.


“Iya aku tau, tapi setidaknya kau kan bisa ceritakan pada kami!” ucap Inayah lagi.


“Sudahlah Na, mungkin Nissa lupa dan juga kau bisa lihatkan dia dalam satu Minggu ini sangat sibuk dengan tugasnya, bahkan makan siang bareng kita aja hanya sebentar?” Ucap Azzahra menengahi mereka.


“Maaf” ucap Nissa dan Inayah bersamaan dan mereka langsung menatap satu sama lain dan saling lempar senyum

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya...


Mohon maaf jika bahasa dan pemulisan kurang rapi. Selamat membaca dan jangan lupa bantu like, komentar dan Vote ya kakak-kakak biar authornya tambah semangat, dan sudah bantu vote author ucapin terimakasih dan yang belum ditunggu dan yang belum gabung ke grup langsung klik profil aku ya kak...


__ADS_2