
Selesai juga jam tambahanku. Aku memutuskan langsung menuju rumah dan berjalan ke parkiran.
“Nissa dan Inayah pasti sudah pulang” gerutu Azzahra sambil melihat jam dipergelangan tangannya, waktu menunjukan jam 05.00 WIB.
Sampainya di tempat parkir memang suasana sudah amat sepi, karna semua mahasiswa sudah pulang mungkin hanya tinggal beberapa kendaraan saja.
“Azzahra” panggilan dari seseorang yang membuatku kaget.
“Kamu mau pulang, kok sendirian dimana sahabatmu” ucap seorang itu dan bertanya-tanya.
“Mereka pulang duluan kak, ada tugas masing-masing dan tadi aku ada jam tambahan” sahutku kepada seorang itu, dan aku menatap nya tak lain ia adalah Dzikra.
“Ini udah sore lo, kamu pulang sendirian” ucap Dzikra sambil melihat jam di pergelangannya.
“Iya kak” ucap ku sambil tersenyum.
“Aku antar sampai depan rumah ya” sahutnya karna tak tega melihat wanita pulang sendirian jam segini.
“Deg,.. Deg,.. Deg...” jantungku berdetak tak biasa
“Nggak lah kak makasih atas tawaran nya, nanti malah ngrepotin” sahutku dengan nada ragu-ragu.
“Nggak ngrepotin kok, tak tega aku lihat kamu pulang sendirian, boleh nya aku antar pulang” ucapanya yang meyakinan
__ADS_1
“Aduh, gimana nih aku terima nggak ajakanya” batinnya dan ia melihat jam di tangannya sudah menunjukkan 05.35 dan merasa bingung dan akhirnya aku menganggukan kepala dan mensetujuinya karna memang hari sudah sore.
Diperjalanan aku hanya diam dan dia berada dibelakang ku karna aku membawa motor dan ia juga. Setelah 20 menit aku sampai didepan rumahku.
“Terimakasih kak sudah mengantar aku sampai rumah” ucapku setelah turun dari motor dan menghampirinya.
“Iya, sama-sama” jawabnya dan tak lama terdengar suara adzan berkumandang.
“Kak Dzikra sebaiknya shalat Magrib dulu, sebelum pulang” ajaku yang masih berdiri di depannya
“Deg, deg, deg, deg..” suara jantungku berdetak lebih kencang.
Dan baru pertama kali dialah seorang wanita yang mengajakku shalat dan mengingatkan ku kepada sang pencipta.
“Sholehah, baik, dan ramah seandainya aku bisa memiliki mu Raida Azzahra” batin Dzikra yang kagum dengan sosok Az zahra yang sopan, ramah dan lemah lembut.
Kemudian ia berjalan menuju masjid yang berada di samping rumah Azzahra. Dan melaksanakannya kewajiban, lalu ia menuju kendaraan nya yang berada didepan rumah Azzahra.
“Kakak enggak mampir dulu” ucap Azzahra dengan lembut
“Tidak, lain kali saja ini sudah malem” sahutnya dengan tersenyum.
“Aku pulang dulu Zza” ucapnya dengan menatap Azzahra.
__ADS_1
“Iya kak, makasih tadi udah anterin pulang, hati-hati kak” sahutku dengan mengucapkan terimakasih.
Saat akan Ia menaiki motornya dan berpamit pada Azzahra. Tiba-tiba terdengar suara lembut di telingaku.
“Kak Dzikra” ucap suara lembut itu.
Kemudian aku menoleh dan mencari sumber suara itu tak lain itu suara Azzahra.
“Iya..” sahutku dengan nada mikir kenapa gadis itu memanggil ku .
“Biasa kan jika kita pamit dengan semua orang ucapkan salam karna hal itu merupakan doa” ucapku sambil menjelaskan kepadanya untuk membiasakan mengucapkan salam karna itu bagian kewajiban Seorang muslim.
Kemudian ia menatapku dengan senyuman bahwa ia mensetujuinya.
“Kau membuat jantung ku semakin berdetak Azzahra, apakah aku salah jika aku ingin memiliku” batin Dzikra yang masih menatap gadis manis itu.
“Assalamualaikum Azzahra” ucapnya dan ia langsung menghidupkan montor nya dan aku pun tersenyum.
“Wallaikumsalam wr.wb” sahutku dan melambaikan tangan.
Diperjalanan Dzikra terus memikirkan Azzahra dan baru pertama ini ia merasakan bahwa ia lah sosok wanita dicarikan dan akan membawa nya dekat dengan sang pencipta. Ia akan berusaha mendapatkannya walaupun ia sudah memiliki kekasih ataupun calon suami.
“Aku akan berusaha mendapatkan mu Raida Azzahra” sahutnya dengan optimis dan percaya diri.
__ADS_1
Bukan karna dia egois tapi ia adalah sosok pria yang modern, apa yang dia inginkan harus ia dapatkan, bahkan jika harus dengan kekerasan untuk merebutnya maka akan ia lakukan.
Note ; mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Jangan lupa like dan comment nya 😊 terimakasih