
Kami pun sampai dan duduk, kemudian dia memanggil pelayanan dan memesan.
“Kalian mau pesen apa?” tanya Andre.
“Ikut aja lah!” kata Inayah.
“Kok gitu, katanya sudah di maafkan?” tanya Andre lagi.
“La kita harus gimana, Apa mau mu?” tanya Nissa dengan kesal.
Kemudian Andre hanya menatap sekilas dan menunduk tak berani menatap mereka.
“Sabar Niss, Ya udah kita pesen 3 Es krim rasa coklat dan strawberry” Ucap Azzahra menepuk pundak Nissa dengan tersenyum.
“Kau tidak pesan?” Tanya Inayah pada Andre.
“Tidak, aku tidak suka Es crim!” kata Andre dengan tegas.
“1 copi cappucino” ucapnya sambil menatap pelayan disebelahnya.
“Ada lagi mbak?” tanya pelayanan.
“Cukup terimakasih” kata Azzahra lagi.
Kemudian pelayanan pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.
__ADS_1
“Kalau di izin kan boleh saya berkenalaan?” Tanya Andre sedikit takut.
“Untuk Apa?” Kata Nissa ketus.
“Niss” ucap Azzahra mencoba mengurangi kekesalannya.
“Baiklah, jika tidak di izinkan berkenalan, Tidak apa” Ucap Pemuda itu.
“Enggak baik bersikap seperti itu pada sesama Manusia Niss, Lagi pula kau itu perempuan harusnya bersikap lemah lembut” Ucap Azzahra lagi.
“Namaku Raida Azzahra panggil saja Azzahra, Dia sahabatku, ini Namanya Inaya Azmi panggil saja Inaya, dan jutek ini Namanya Athifah Nissa...” sambil menujuk satu sama lain, sebelum selesai ucapan Azzahra dipotong oleh Nissa.
“Panggil saja Nissa!” terus nya dengan nada kesal.
‘O.. jadi nama Athifah Nissa cantik banget, seperti orangnya' Batin Andre dengan senyum lebar.
Setelah itu pesena mereka tiba kami pun langsung memakannya.
“Apa kalian kuliah disana?” Tanya Andre memecahkan keheningan.
“Dalam islam dilarang berbicara ketika sedang makan!” kata Nissa ketus.
Azzahra dan Inayah hanya menatap pada keduanya yang memiliki sifat sama yaitu jutek dan tegas.
Kemudian Nissa menyadari kami menatapnya dan langsung bertanya.
__ADS_1
“Kenapa, Apa ada yang salah dari ucapanku?” tanya Nissa mentap sahabatnya itu dengan sifat sedikit jutek. Kemudian hanya dibalas gelengan kepala dari kedua sahabatnya.
‘Cantik, sholehah, baik, pintar lagi akan beruntung seseorang yang menjadi imamnya kelak, yah... jutek sih dan juga cerewet, ntah kenapa aku menyukai sifatnya itu' batin pemuda itu.
Beberapa menit kemudian kami selesai makan dan kami akan pamit tak lupa mengucapkan terimakasih pada pemuda itu.
“Terimakasih atas traktirannya, kami pamit pergi, karna ini sudah waktunya kami pulang?” Ucao Azzahra lembut.
“Tunggu sebentar..” ucap Andre menahan kepergian mereka.
“Apalagi??” tanya Nissa ketus dan kesal.
“Maaf jika membuatmu merasa tak nyaman, ini ponsel kalian tertinggal!” Kata Andre dengan sedikit lembut karna tak enak hati.
“O.. makasih ini ponsel ku, untung tak tertinggal?” ucap Inayah mengulurkan tangan mengambil ponselnya.
“Sudahkan yuk kita pulang, hari sudah sore!” kata Nissa ketus.
“Kami pergi dulu, Assalamualaikum” Ucap Azzahra dan kemudian berjalan kerah pintu keluar.
“Wa’alaikumsalam wr.wb” jawab pemuda itu setelah mereka pergi.
‘Semoga kita dapat menjumpa lagi, kalian istimewa merupakan mutiara yang sangat berharga' batin Andre dengan senyum tipisnya.
‘Andaikan aku bisa memilikimu Athifah Nissa, akanku jaga, kucintai, ku lindungi, dan ku bahagiakan kau dunia akhirat, akan tetapi aku sadar aku tak pantas untukmu bahkan bersanding denganmu karna aku bukanlah orang yang sempurna, bukanlah calon imam yang baik untuk membimbing mu kearah yang benar'
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya...
Note : Mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Selamat membaca jmdan jangan lupa like, share dan komentarnya. Terimakasih😊