Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
XIII Kejujuran 2


__ADS_3

Setelah Dzikra selesai bicara kemudian ia menatapku. Dan ia tau bahwa azzahra sedang menangis kemudian ia mencoba mengusap air mata azzahra dengan kedua tangannya, tetapi azzahra menyadarinya dan langsung mengusapnya sendiri.


“apakah aku sudah membuatmu sedih, hingga kau menangis” sahut Dzikra dengan nada lembut.


“tidak kak, aku tidak apa” ucap azzahra yang meyakinkan dzikra agar percaya.


“lalu bagaimana, kamu belum memberiku jawaban” sahut Dzikra lagi yang penasaran akan jawaban azzahra.


“ehhmmm, aku...aku..” sahut azzahra bingung harus menjawab apa.


Tiba-tiba ponselku berdering dan hal itu membuat ku kaget dan aku melihatnya itu adalah nelfon dari Athariz. Hal itu membuatku bingung apa yang harus azzahra lakukan, jika di jawab akan timbul masalah jika tidak juga akan timbul masalah.


Tiba-tiba terdengar ucapan dan langsung ku cari sumber nya, dan tak lain adalah Dzikra.


“angkat aja” ucap dzikra dengan nada marahnya dan bergerutu ‘kenapa dia selalu mengangguku setiap aku bersama azzahra, jika dia ada disini akan ku temui dan beri pelajaran padanya' ucapnya dan tanpa dzikra sadari azzahra mendengar semua perkataannya.

__ADS_1


Setelah aku memutuskan untuk mengangkatnya ternyata ponselku sudah berhenti berdering dan membuatku lega, aku menarik nafas panjangku.


“terputus kak” ucap azzahra pada dzikra yang merasa takut jika ingat yang di ucapkannya untuk Athariz.


Kemudian dzikra menyuruhku duduk di kursi taman dan bersebelahan. Azzahra merasa jantungnya berdetak tak biasa berusaha menjauh dari dzikra.


“kau belum menjawab pertanyaan ku tadi Raida azzahra” sahut dzikra yang masih menunggu.


Yang saat itu aku sedang minum membuatku kaget dan akupun tersedak batuk-batuk dan membuat dzikra cemas dan khawatir. (kalau anak sekarang dibilang lebay)


Yang saat itu membuatku tambah mengagumi dzikra, sosok yang pemarah, sombong dan angkuh bisa bersikap seperti ini. Dan tak kusadari perhatianya membuatku merasa nyaman saat bersamanya. Azzahra yang hanya menganggukan kepalanya. Dan aku memberanikan diri untuk jujur padanya.


“maafkan aku kak, aku...” sebelum aku menyelesaikan bicaraku tiba-tiba dipotong dzikra dan sontak ia berdiri dengan amarah di wajahnya.


“jika aku tidak bisa memiliki mu maka tidak akan ada orang lain yang bisa memiliki mu” ucap dzikra dengan amarah memuncak dan pergi meninggalkan azzahra sendiri, dan ia hanya diam dan terkejut dengan ucapan dzika dan hanya memandang punggung belakangnya yang semakin manjauh.

__ADS_1


Kemudian aku pergi dan menuju ke kelas setelah selesai aku menuju perpustakaan kampus, aku berjalan tetapi fikiranku terus memikirkan ucapan dzikra tadi pagi. Kemudian lamunanku terhenti dari panggilan salah sabahatku.


“Azzahra” ucap Inayah dan berjalan menujuku.


“aku baru melihatmu, kemana saja kau pagi ini” sahut Nissa dengan pertanyaan.


Aku hanya membalas senyum dan kembali diam dan berjalan menuju perpustakaan. Saat di dalam kami hanya diam karna memang tidak boleh berisik di disana. Setelah selesai kami keluar dan mereka mengajakku kekantin.


“makan yuk, laper nih” ucap nissa yang mencairkan suasana. Dan mereka pun menyetujui dan berjalan menuju kesana, dan kami duduk di tempat favorit kami. Salah satu diantara mereka memesan makan dan minum, azzahra hanya diam dan mengangguk jika di tanyai sahabatnya. Hal itu membuat mereka penasaran dan penuh pertanyaan memenuhi pikiran mereka.


********************************


Bagaimana kelanjutanya tunggu episode selanjutnya...


********************************

__ADS_1


Note : mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Selamat membaca dan jangan lupa vote, coment dan likenya😊. Terima kasih


__ADS_2