Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
40. Sisi Lain Andre (2)


__ADS_3

“Lalu?” tanya Nissa bingung dengan perkataan pemuda itu yang berbelit-belit.


“Maaf saya bener merasa bersalah pada kalian terutama padamu Nona, karna awal pertemuan saya sudah menabrak anda dan hampir mengancurkan ponsel anda saya bener-bener minta maaf, dan maaf untuk kejadian di caffe dengan berani saya membayar makanan kalian tanpa sepengetahuan kalian itu karna saya tak berani hadir didepan kalian, pada hari lain saat saya melihat anda saya ingin meminta maaf akan tetapi, salah satu sahabat anda mengetahui kehadiran saya, jadi terpaksa saya pergi tanpa meminta maaf padamu, tapi Allah berhendak lain saat ingin pulang saya malah menabrak anda lagi dengan mobil saya dan itu membuat saya tambah merasa bersalah padamu Nona, saat itu saya ingin meminta maaf tetapi saya melihat kondisi anda jadi saya urungkan niat saya, setelah itu saya berusaha mencari anda tetapi nihil, setelah saya menyerah mencari anda, Allah berhendak lain kita dipertemukan kembali, tetapi dalam kondisi anda dalam kesulitan dan disaat itu saya benar-benar berterimakasih pada Allah karna saya bisa bertemu dan membantu kalian setidaknya bisa mengurangi rasa bersalahku padamu Nona, sekali lagi saya minta maaf...” kata Andre panjang menjelaskan maksudnya yang ia pedam selama ini.


‘Deg..deg.. Apa dia katakan kenapa aku seperti ini, Nissa sadar Niss... kenapa pula jantungku ini ...hiss....ya Allah apa semua ini, apa yang harus ku katakan bantu aku ya Allah.' Batin Nissa yang bingung harus mengatakan apa padanya.


Drettttttttt....dretttttttt


Suara ponsel Nissa berbunyi menandakan apa panggilan masuk.


“Maaf ada telepon, bisakan saya menjawab sebentar” ucap Nissa sedikit gemetar tetapi menahan agar tidak dikaetahui oleh Andre.


“Silahkan” ucap Andre sopan.


Andre menatap Nissa yang masih menelpon ‘ Begitu asyik dia bicara dengan siapa ia berbicara sungguh manis dan terlihat bahagia' batin Andre tersenyum tipis.


Setelah Nissa selesai bicara ditelepon ia langsung berbalik, dan tak sengaja mengkap pandangan Andre yang memperhatikannya dari tadi.


‘Kenapa dia nglihatin aku, apa ada salah dari diriku?’ Batin Nissa mencari kesalahan dari dirinya atau penampilannya.


‘Andre apa yang kau lakukan, bisa-bisanya kau menatapnya sampai dia melihatnya kan aku jadi canggung pasti dia berfikir aneh tentangku bodoh...bodoh kau andre' Bantin Andre yang merasa canggung.


“Ada lagi yang ingin kau katakan, kalau tidak aku akan pergi mereka sudah menungguku, dan satu hal yang pasti aku sudah memaafkanmu jadi lupakanlah, sekali lagi saya dan sahabat saya mengucapkan terimakasih” Ucap Nissa lembut dan membuat hati Andre tersentuh dan tersenyum.


“Tidak ada, terimakasih kembali sudah memafkanku?” kata Andre berusaha besikap tenang padahal hatinya sedang gembira.


“Oke, kalau gitu aku pergi dulu, Assalamualaikum” Kata Nissa lembut dan pamit untuk pergi.


“Wa’alaikumsalam” balas Andre tersenyum tipis yang disembunyikan.


‘Semoga aku bisa berjumpa kembali denganmu Nona Nissa' Batin Andre pergi berjalan keluar kampus.


#Andre POV


Sesampainya Andre dimobil ia langsung masuk kedalam tetapi senyum manis belum hilang dari wajahnya.

__ADS_1


“Ah, kau bodoh sekali sih Ndre kenapa kau tidak minta No, pasti dia kasih issss bodoh sunggug bodoh kau” ucap Andre pada dirinya dan memukul kepala nya.


“Mungkin belum waktunya, pasti Allah sudah menyiapkan pertemuan kita kembali secara lebih baik” gerutu Andre yang pasrah.


Flasback Off


Suasana kamar Azzahra hening seketika setelah mendengar cerita Nissa tentang Andre.


“Benarkan Andre mengatakan itu Niss, Andre yang kita kenal itu kan?” tanya Inayah ragu dan penasaran.


“Iya Na, bukan hanya kau akupun saat di sana hanya diam dan terkejut, anehkan tu orang!” balas Nissa tegas.


“Sisi lain dari Andre Niss, dia begitu baik perhatian lagi denganmu, seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan tapi ntah akupun tak mengetahuinya?” ucap Azzahra merasa ada sesuatu lain.


“Kau benar Zza, akupun juga merasa demikian, tapi akupun juga nggak paham?” kata Inayah.


“Memang ada yang aneh?” tanya Nissa yang begitu polos.


“Kau tak merasa Niss?” tanya Azzahra penasaran. Dan Nissa hanya menggelengkan kepalanya bahwa ia tak tau.


“Apa, bisa jelaskan padaku, kalian sama seperti Andre suka sekali bicara berbelit-belit kan aku jadi bingung?” kata Nissa yang masih sangat polos.


“Aku hanya menebak saja lo Niss, tidak tau pasti hanya pemikiranku saja!” Kata Inayah curiga pada Andre.


Namun saat Inayah akan mengatakan Azzahra memberi isyarat dengan menggelengkan kepalanya bahwa untuk tidak mengatakan sejujurnya pada Nissa karna Azzahra mengetahuinya jalan pikiran Inayah.


“Apa, kok malah diam sih?” tanya Nissa mengagetkan Inayah yang bingung akan menjawab apa pada Nissa yang masih polos itu.


“Iya, itu ....Mungkin dia ingin menjadi temanmu dan bisa melupakan rasa bersalahnya padamu!” kata Inayah yang mencari alasan setepat mungkin.


“Iya, akupun berfikir begitu Niss, apakah kau mau berteman dengannya?” tanya Azzahra juga ingin tau rasa yang dirasakan Nissa pada Andre.


“Ntah, aku bingung, sudahlah ini udah sore lebih baik kita pulang yuk Na?” ajak Nissa pulang karna memang hari sore.


“Oke” Ucap Inayah berajak dari tempat tidur dan mengemasi barangnya.

__ADS_1


Azzahra mengatar mereka sampai kedepan rumah.


“Makasih ya Zza, atas makanannya kami pamit salam buat Ibu dan Ayah juga adikmu?” Ucap Inayah pamit.


“Iya, ini juga rumah kalian, kenapa nggak nginep aja?” tanya Azzahra membujuk mereka agar menginap.


“Lain kali aja Zza, aku ada tugas dan besok harus dikumpulkan dan nggak mungkin juga kemari membawa banyak buku?” kata Inayah menerangkan alasannya.


“Iya Zza, lain kali aja, kalau gitu kita pamit Assalamualaikum?” kata Nissa pamit.


Sebelum Azzahra menjawab salam Ayah Azzahra tiba dirumah dengan mobilnya kemudian menghampiri para gadis yang asyik bicara itu.


“Assalamullaikum calon bidadari surga?” ucap Ayah Azzahra mengangetkan mereka. Seketika mereka memalingkan wajah menatap ke arahnya.


“Walaikumsalam” ucap mereka bersama dan tersenyum manis dan langsung mencium tangan ayah bergantian.


“Kalian mau pulang?” tanya Ayah Azzahra yang melihat Inayah sudah menaiki motornya.


“Iya, Ayah ini udah sore jadi kita pamit?” ucap Nissa sopan.


“Enggak nginep aja?” tanya Ayah Azzahra.


“Lain kali aja Yah, kami ada tugas dan besok harus dikumpul!” kata Inayah sopan.


“Ya udah, terserah kalian hati-hati dijalannya atau mau di anter?” tanya Ayah yang khawatir.


“Enggak usah Yah, ini kan juga masing agak sore, kami bisa jaga diri, kalau gitu kami pamit Assalamualaikum” ucap Inayah pada mereka.


“Walaikumsalam” sahut Ayah dan Azzara.


“Hati-hati, kalau udah sampai rumah kabari?” Ucap Azzahra yang melihat mereka sudah mulai berjalan dengan motornya. Dan hanya di balas isyarat dengan ibu jari yang melingkar pada jari telunjuk Nissa.


Tunggu kelanjutannya...


Mohon maaf jika bahasa dan pemulisan kurang rapi. Selamat membaca dan jangan lupa bantu like, komentar dan Vote ya kakak-kakak biar authornya tambah semangat, dan sudah bantu vote author ucapin terimakasih dan yang belum ditunggu dan yang belum gabung ke grup langsung klik profil aku ya kak...

__ADS_1


__ADS_2