
Flasback on
Saat aku masih duduk dibangku SMA, aku bertemu dengan sosok pemuda tampan manis, dan sangat sederhana. Dia merupakan kakak dari temen sekelasku, dia setiap hari menjemput adiknya dan otomatis dia bertemu denganku. Hari demi hari berlalu dia dan aku mencoba mencuri pandang satu sama lain. Dan akhirnya adiknya sekaligus temen ku memperkenalan kami.
“Zza nanti pulang sekolah ku kenalkan dengan seseorang?” ucap temen ku itu
“Siapa??” sahut aku menjawab dengan rasa gemetar
“Ntar kamu juga tau!”jawab temenku itu
Akhirnya jam menunjukan 5.00 WIB waktunya pulang karna hari ini ada kegitan pramuka di SMA. Ada rasa seneng, takut, gemetar beraduk menjadi satu. Dia menarik tanganku ke depan sekolahan, dan ku lihat siapa dia tak lain ia adalah seorang yang kuperhatikan sejak 2 minggu lalu.
“Kak, kenalkan ini temenku namanya Raida Azzahra?” ucap adiknya itu sambil memandang kakaknya yang gugup dan seneng karna adiknya tau apa yang ingin kan.
“Hay Raida, Kenalkan nama saya Faiz Athariz!” jawab Athariz sambil memandang Azzahra, namun Azzahra hanya melihat sekali lalu menundukan kepalanya.
“Panggil saja Azzahra, karna biasa dipanggil begitu!” sahut Azzahra yang menatap Athariz sekali.
“Ok, pulang sama siapa Zza?” tanya Athariz mencoba mengenalnya.
__ADS_1
“Sendiri kak!” jawab Azzahra dengan nada gemetar.
“Tak anter sama adik sampai depan rumah kamu ya?” sahut Athariz dengan senyuman karna memang hari sudah sore dan dia tak tega melihat wanita pulang sore-sore sendiri.
Menatap temennya itu ternyata ia mensetujui kakaknya untuk mengantar dia pulang. 30 menit kemudian tiba didepan rumah Azzahra. Tak lupa azzahra mengucapkan terimakasih dan mengajak Athariz dan temennya itu untuk mampir, tp karna waktu sudah sore dia langsung menuju rumah meraka dan sebelum pergi dia mengucapakan maaf bahwa lain kali dia akan mampir kerumah, dan waktu sudah sore, ia takut sebelum Adzan maghrib ia belum sampai rumah.
“Baik, ramah, dan sholeh” batin Az zahra setelah ia shalat magrib.
Hari-hari indah berlalu, dia mulai menunjukan perhatian dan perhatian kepadaku membuatku merasa nyaman saat dia bersamaku.
Setelah beberapa bulan dia memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa nya kepadaku. Disaat itu hati, jantungku rasa nya mau copot (bahasa anak sekarang).
📩“”Minggu ini apa ada acara, bisakah kita bertemu?”” pesan dari Athariz
✉ “” Tidak aku tidak ada acara, bisa!”” balasku sambil tersenyum sendiri
📩 “”Mau dijemput, atau gimana?”” balasnya
✉ “” Terserah kakak aja, maunya gimana?”” balasku sambil tersenyum tanpa berhenti
__ADS_1
📩 “” Ok, Kakak jemput jam 11 ya, biar kita bisa shalat Dhuzurnya nggak cepet-cepet!” balasnya
✉ “” Iyya kak! “” sambil cekikikan
Hari minggu yang ku nantikan tiba. Waktu menunjukan 05.00 aku terbangun dan langsung mengambil air wudhu dan sholat subuh.
Setelahnya aku membantu melakukan pekerjaan ibu.
“Bu, saya minta izin siang nanti aku akan keluar?” ucap Azzahra meminta izin dengan ibunya, saat itu ibunya sedang memasak.
“Ke mana, sama siapa?”jawab ibunya sambil menatap sekali anaknya itu kemudian melanjutkan masaknya.
“ke taman, dengan kak Athariz sekaligus mau ke toko buku?” sahut Azzahra dengan nada lembutnya, memang ia akan ke toko buku untuk membeli buku yang ia butuhkan.
“Iya boleh, setelah urusan selesai langsung pulang ya?” jawab ibunya itu dengan sabar dan sambil menuangkan makanan di atas piring.
Kemudian saya dan keluarga sarapan bersama, saya memiliki adik laki-laki yang super jail. kemudian setelah saya bermain dan bercanda dengan adik, saya melihat waktu sudah menunjukan pukul 10.00 WIB langsung bergegas kekamar dan bersiap-siap. Tak lama athariz tiba di depan rumahku.
Note : mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Jangan Lupa share, like dan comentnya😊 terimakasih
__ADS_1