Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
XI Kenyataan 2


__ADS_3

Mahizin Dzikra adalah seorang yang modern, ia sangatlah sombong, angkuh, dan kurang baik perilakunya. Hal tersebut bermula pada kedua orangnya yang berpisah sejak ia kecil dan kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya membuat Dzikra menjadi pemuda pemarah dan pemberontak menjadi pemuda yang bebas bergaul dengan siapapun tanpa ada larangan dan membuat ia jauh dari sang pencipta. Tetapi setelah beberapa bulan dia bertemu azzahra dan menjadi temannya, ia mulai merubah dirinya menjadi lebih baik.


“aku akan merubah diriku dan perilaku demi Azzahra” tekat Dzikra yang sangat mengagumi Azzahra, seorang gadis yang ceria dan baik hati dan mampu mebuat hatinya meleleh saat menatap mata indahnya.


Dirumah azzahra keluarga berkumpul, ayah, ibu, azzahra dan adik laki-lakinya.


“ayah boleh bertanya padamu nak” ucap ayah dengan nada rendah dan menatap anak perempuannya itu.


“tentu ayah” ku balas dengan senyum manis

__ADS_1


“apa kau ada hubungan dengan Dzikra, pemuda yang sering datang kesini dan yang sering mengantarmu pulang” tanya ayah kepada azzahra dengan senyum.


“Tidak lebih dari seorang teman ayah” ucap azzahra dengan lembut dan menunduk.


“kalau begitu beri tau dia bersikaplah wajar seorang teman, tidak melebihi seorang teman, bukannya ayah melarangmu berteman dengannya tetapi kau pasti mengerti maksut ayah, karna kebahagianmu adalah kebahagian kami nak, ayah tidak melarangmu berteman dengannya karna ayah tau sejak kamu berteman dengannya dia mulai berubah positif, tapi ingat nak katakan padanya, dia berubah demi Allah swt bukanya demi seorang wanita, karna anaklah yang akan menolong orangtuanya kelak diakhirat” ucap ayah memberi penjelasan ke azzahra dan ia pun menganggukan kepalanya.


“bukannya ayah tak suka padanya nak, tapi kau sudah menjalin hubungan dengan Athariz cukup lama, apa akan kau sia-siakan pengorbananya selama ini” ucap ayah lagi dengan nada rendahnya dan menatap ibunya yang memberi isyarat mengedipkan matanya karna sebab ibunya azzahra lah yang menyuruh ayah menjelaskan pada putrinya itu.


Flashback On

__ADS_1


Setelah Athariz dan Azzahra memutuskan untuk berkomitmen tidaklah mudah mereka menjalani hari-harinya. Karna ayah Azzahra dan Ibunya Athariz yang merestui kami. Terdapat banyak rintangan dan halangan yang menghadang tetapi kami mengatasi hal itu dengan berani dan bersama. Setelah Athariz lulus dari SMA ia melanjutkan pendidikan di Amerika dan waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA.


Pada saat itu kami masih berhubungan dengan baik walau jarak yang memisahkan kita. Tepat dimana hari kelulusan ku Athariz pulang ke Indonesia dan kami bertemu. Pada saat itu Athariz mendatangi rumahku untuk bertemu dengan ayahku dan meyakinannya. Akhirnya ayahku menyetujui dengan janji dan ucapan Athariz. Janji itu adalah:


“aku akan berusaha membuat Azzahra bahagia dan akan membuat nya menjadi wanita paling bahagia di dunia ini dan insyaallah di akhirat juga akan ku jadikan wanitaku kelak jika memang kami dijodoh dan ditakdirkan bersama” karna pemikirannya itu lah yang membuat ayah irfan mengubah pendapatnya.


Dan bukan hanya meyakinkan ayah irfan saja tetapi ibu Athariz juga dan kami pun mendapat restu dari keduanya.


Flashback Off

__ADS_1


**Irfan adalah nama dari ayah azzahra


Note : mohon maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi, selamat membaca dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya , like dan comentnya😊 terimakasih.


__ADS_2