Cinta Yang Memilih

Cinta Yang Memilih
XXX Kemarahan Nissa


__ADS_3

‘brruukk’ kurang lebih begitu suaranya.


“Itu Nissa?” Ucap Azzahra yang melihat sahabatnya dan di tabrak seorang pemuda. Kami berdua langsung menghampirinya.


“Maaf Nona aku tak sengaja?” ucap pemuda itu. Dan membantu mengumpulkan buku yang terjatuh dari tangan Nissa.


“Kalau jalan pakai kaki dan mata, jangan hanya kakinya yang jalan tapi matanya kemana-mana” Ucap Nissa dengan kemarahannya dan mengumpulkan bukunya yang terjatuh karna tabrakan itu.


“Niss, kau tak papa!” Tanya Azzahra lembut dan berada di sampingnya. Dan dibalas anggukan dan senyum manisnya.


“Sekali lagi saya Minta maaf Nona saya bener-bener tak sengaja” Ucap pemuda itu lagi.


“Awas, aja kalau kau sekali lagi menabrakku akan ku buat perhitungan denganmu?” kata Nissa dengan kemarahannya, akan tetapi belum menatap pemuda itu.


“Kau..” ucap Nissa lagi yang menatap pemuda itu. Dan membuat Azzahra dan Inayah kaget dengan suara Nissa dan kami langsung menatap ke arah pemuda itu.


“Bukannya di Andre” ucap Inayah yang berbisik pada Azzahra.


“Iya bener” balas Azzahra yang masih berbisik.

__ADS_1


“Kau lagi, Kau lagi, kenapa aku selalu sial jika bertemu denganmu” kata Nissa dengan kekesalannya.


“Maaf nona, saya bener tak sengaja..” ucap pemuda itu.


‘Kenapa setiap kali aku bertemu dengannya dalam keadannya yang tak enak seperti ini, padahal aku ingin mengenal lebih dekat dengannya akan tetapi dengan keadaan seperti ini tak memungkinkan' batin pemuda itu.


“Bukannya kau Andre yang yang menabrak Sahabat kami kemarin dengan Mobilmu?” tanya Inayah ragu.


‘Ternyata mereka mengingatku, apakah hanya mengingat dengan kemalangan salah satu sahabatnya yang selalu ku tabrak setiap kali bertemu dengan mereka' batin pemuda itu.


“Iya bener nona, Saya minta maaf terutama padamu Nona?” ucap pemuda itu menatap Nissa.


“Sudahlah, lebih baik aku pulang” ucap Nissa yang ada kemarahan pada pemuda itu.


“Tunggu lah Niss?” Ucap Azzahra menghentikannya dan mengejarnya.


“Apa lagi Zza?” balas Nissa yang ada kemarahan.


“Kau mau kemana, Nggak baik lo menolak perminta maafan seseorang apalagi dia bener tulus. Kita ini hanya sebagai manusia biasa, sedangkan Allah saya maha pengampun, jangan kau jadi orang yang Pembenci dan pendendam” Ucap Azzahra yang mencoba menenangkan sahabatnya itu.

__ADS_1


‘Subhanallah mereka semua luar biasa, memang tak salah aku tertarik pada salah satu dari mereka, mereka berbeda dengan gadis zaman sekarang, mereka memiliki pengetahuan dan agama yang baik' batin pemuda itu dan tersenyum melihat Azzahra dan Nissa.


‘Kenapa dia tersenyum, apa ada yang lucu, apa yang dia pikirkan' batin Inayah yang menatap Andre tetapi tanpa sepengetahuannya karna dia terlena yang menatap kedua sahabat itu.


“Astagfirullah maafkan aku ya Allah, makasih udah mengingatkan aku Zza” kata Nissa yang tersenyum dan memeluk Azzahra dan dibalas senyum manis Azzahra.


“Ayoo” kata Azzahra menggandeng tangan Nissa menghampiri Inayah dan Andre yang tak jauh darinya.


Kami pun bergegas mengikuti pemuda itu. Dan tak disangka dia mengajak kami ke cafe dimana kami sering kesini dan makan Es crim. Karna kampus dan cafe itu tak jauh letaknya.


‘Kenapa dia mengajak kita kesini’ ucap Inayah berbisik pada kedua sahabatnya.


‘Ikuti ajalah, nggak usah banyak komen’ balas Azzahra yang ikut berbisik.


Kami pun sampai dan duduk, kemudian dia memanggil pelayanan dan memesan.


.................……......….............................................................


Tunggu kelanjutannya....

__ADS_1


Note: Mohon Maaf jika bahasa dan penulisan kurang rapi. Selamat membaca dan jangan lupa like dan komentarnya.😊 Terimakasih


__ADS_2