
Happy reading!!!
------------------###-----------------------
“Saat kau menghabiskan waktu bersama kami itu jauh berbeda dengan saat kau bersamanya?” sahut Inayah.
“Sama aja, dengan hadirnya kalian aku bisa tersenyum melewati hari-hari!” ucap Azzahra dengan senyum, kemudian dia izin pergi ke toilet dan kami hanya memberi isyarat menganggukan kepala memberinya izin.
“Kenapa aku rasa, jawabannya berbeda dengan hatinya?” tanya Nissa dengan menatap punggung sahabatnya itu.
“Kau pun merasakannya?” tanya Inayah dan hanya dibalas anggukan kepala Nissa.
“Kenapa dia tak mengakui kalau dia mengharapkan perhatian lebih dari Dzikra?” tanya Inayah lagi.
“Kau juga berfikir begitu, lalu kenapa kau tak jujur padaku jika pemikiran kita sama?” tanya Nissa heran pada Inayah
“Aku takutlah jika aku mengatakannya kau marah padaku!” sahut Inayah
“Aku pun sama” jawab Nissa
Tak lama kemudian Azzahra datang dan langsung kembali di tempat asalnya.
“Bolehkah aku bertanya padamu Zza?” tanya Nissa.
“Tentu kanapa harus bertanya, bukan sifatmu yang seperti ini Niss!!” ucap Azzahra
“Jawaban apa yang akan kau berikan pada Dzikra??” tanya Nissa to the point.
__ADS_1
Membuat Azzahra tersedak dengan minumannya. Kemudian langsung menatap sahabatnya itu. Dan Inayah juga menatap dengan melotot pada Nissa.
‘Apa dia tidak berfikir dulu, sebelum bertanya seperti ini' batin Inayah yang hanya pasrah.
“Apakah aku salah bicara?” tanya Nissa yang takut melihat mereka melotot menatapnya.
“Tidak” sahut Inayah yang bicara menggerutu dengan pelan.
“Aku belum tau Niss apa jawaban yang akan ku berikan, yang jelas aku hanya ingin menjadi temannya” ucap Azzahra
“Lantas bagimana hubungan mu dengan Athariz saat ini, apa dia tau tentang Dzikra atau tidak??” tanya Inayah
“Dia tau segalanya dan...” sebelum Azzahra melanjutkan mereka menatapnya dan membuatku kaget dan aku pun langsung terdiam.
“Semuanya termasuk perhatian dan perlakuannya padamu” tanya Inayah kaget. Dan hanya dibalas anggukkan
“Dia hanya memberiku jawaban terserah padaku dan menghargai keputusanku” jawab Azzahra.
Flashback On
Ketika hari Dzikra mulai menjadi temannya. Azzahra juga bercerita pada Athariz tentang Dzikra. Saat ia pergi bersama Dzikra dan dia sering mengantarnya pulang, Athariz saat iku sangat marah dan cemburu pada Azzahra. Athariz tidak sekali mengirim pesan bahkan dia memblokir no telp Azzahra.
Pada saat itu Azzahra panik, dan khawatir pada Athariz kenapa dia tidak memberinya kabar bahkan ponselnya mati. Azzahra juga merasa bahwa Athariz tau segalanya tentang Dzikra.
Azzahra mencoba menghubungi Athariz dan akan menceritakan segalanya. Dan tibalah saat Athariz tenang dan menghubungi Azzahra.
Kemudian pada saat itu Azzahra sangat gembira dan langsung bicara dengannya dan mejelaskan semuanya.
__ADS_1
“Aku dan Kak Dzikra itu tidak ada apa-apa, hanya sebatas teman kak!” ucap Azzahra berusaha menjelaskan padanya
“Aku tau itu, maafkan aku karna sikapku yang terlalu kekanak-kanakan ini” ucap Athariz merasa berbeda.
“Kenapa kakak yang minta maaf, Harusnya aku?” sahut Azzahra lembut
Setelah mereka menjelaskan ke salah paham ini, akhirnya mereka saling memaafkan dan berterimakasih pada satu sama lain.
Beberapa bulan kemudian...
Hubungannya Dengan Azzahra tetap baik. Pada suatu saat Athariz mendengar bahwa pemuda itu mendekati kekasihnya karena dia menginginkannya. Athariz Mempunyai seorang teman disana yaitu Kenzie.
📩 “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu yang” ini pesan dari Athariz
✉”Ada apa kak, katakan saja” balas Azzahra penuh khawatir.
📩”Aku memberimu kebebasan, berteman dengan siapapun, jalan dengan siapapun, antar-jemput siapapun dll, aku tak akan melarang dan mencegah mu apalagi memerintahmu karna Jika memang kau diciptakan untukku dan kau takdirku maka kau akan bersamaku walaupun ada yang berusaha merebutmu dariku apa lagi menginginkanmu untuknya aku tak akan marah padanya. Karna kenapa jika dia kau adalah jodohku, maka berjuangan dan pengorbanan pemuda itu hanya sia-sia saja akan tetapi jika aku bukan jodohmu maka terimakasih sudah hadir dalam kehidupanku dan membuat hari-hariku berwarna, aku akan berusaha ikhlas menerima takdir itu dan turut bahagia untuk kebahagianmu”. Pesan Athariz yang membuat ia meneteskan air mata.
Flashback Off
Tunggu kelanjutannya.....
Note : mohon maaf jika dalam bahasa dan penulisan kurang rapi. Selamat membaca jangan lupa Vote, like dan comentnya 😊 terimakasih.
__ADS_1