
Siang itu Cerryl hanya datang untuk memantau coffee shop juga minimarketnya. Selain kejadian pagi itu di taman yang membuatnya masih belum bisa menenangkan hatinya, Cerryl pun hari itu mendapatkan undangan untuk menghadiri acara pelantikan kenaikan tingkat di sasana tempatnya berlatih.
Ya, pikirannya masih terbayang sosok Hadi yang kembali hadir menggoda perasaannya. Bagaimana pun Cerryl pernah menaruh simpati kepada pemuda itu. Walaupun sebatas yang ia tahu, pemuda itu ternyata adalah rekan kerja kakaknya. Yang mungkin menurutnya bukan hanya sebatas rekan kerja, tapi lebih jauh sebagai pasangan kekasih kakaknya.
"Ahhh,,, cowok itu sudah membuat aku gila rupanya,,, "
Cerryl mengerutu dalam hati. Namun walaupun pikirannya masih kacau, tapi tangannya masih sigap dan cekatan dalam mengendalikan kemudi mobilnya. Dengan cepat ia bisa menghindari seseorang yang kebetulan baru keluar dari tempat parkir sepeda motor. Untung saja orang itu sempat melompat masuk kembali ke dalam tempat parkir sepeda motornya. Setelah menghentikan mobilnya,Cerryl pun memperhatikan orang itu.
"Astaga,,,! itu kan kak Hadi,,, "
Kecut hati Cerryl setelah mengetahui orang yang nyaris tersenggol mobilnya itu. Perlahan ia pun keluar untuk sekedar meminta maaf. Namun orang itu telah pergi. Setengah berlari, pemuda itu bergegas menuju halaman dan masuk ke dalam gedung itu.
"Kak, tunggu,,, !"
Percuma saja Cerryl berteriak, karena pemuda itu seperti sedang tergesa gesa dan tidak memperdulikan ada orang yang memanggilnya. Cerryl pun kembali masuk dan memarkirkan mobilnya di tempatnya. Setelah itu, ia pun bergegas masuk.
Rupanya acara pelantikan sudah dimulai. Cerryl pun berdiri sambil memperhatikan. Kedua matanya sibuk mencari sosok Hadi. Kakinya mulai melangkah perlahan dan matanya terus mengamati deretan orang yang sedang duduk dan menyaksikan acara itu. Cerryl menoleh kanan dan kiri. Dari deretan kursi paling belakang sampai ke depan. Dari yang terdekat sampai ke ujung dinding. Namun ia belum menemukan orang yang ia cari.
"Aneh,,, jelas sekali tadi kak Hadi masuk kesini. Tapi kenapa,,, "
Tiba tiba seseorang datang menghampiri Cerryl dan menepuk bahunya dari belakang.
"Cari siapa, Cerr? " ucap orang itu lirih.
Cerryl tersentak dan menoleh. Wajah Vivi terlihat sedang bingung menyaksikan sahabat itu terkejut.
"Ada apa sih? " ucapnya lagi.
__ADS_1
"Ah,,, anu,,, ngga kok! " jawab Cerryl gugup.
Tentu saja Vivi tidak puas dengan jawaban itu. Ia pun mengapit lengan Cerryl dan membimbingnya ke ruangan kantor. Karena ada sesuatu yang lebih penting dibanding jawaban Cerryl tadi.
"Ada apa sih? kenapa kamu bawa aku kesini? acaranya kan,,, "
Kalimat Cerryl kembali terhenti. Seorang pemuda yang dari tadi ia cari sedang duduk di ruang kantor. Ia segera bangkit setelah melihat kedatangan Cerryl dan Vivi.
"Lho, ini kan,,, "
"Ini kakaknya Johan" potong Vivi.
"Tadi katanya Johan telfon minta tolong. Belum sempat tahu kenapa dan dimana, telfonnya mati" jelas Vivi.
"Hah,,,! maksudnya gimana sih? " cemas Cerryl.
Hadi pun segera menceritakan kejadiannya. Cerryl mendengarkan dengan serius. Raut wajahnya mulai berubah saat Hadi mengatakan sempat mendengar ada suara orang berteriak saat Johan menelfonnya.
"Makanya saya langsung kesini, karena tadi pagi dia bilang mau kesini untuk persiapan acara pelantikan "
Cerryl yang baru tahu kalau Hadi adalah kakaknya Johan pun mulai bingung dan cemas. Ia tidak lagi memikirkan kejadian kejadian hari itu yang selalu mempertemukannya dengan Hadi. Ia lebih memikirkan tentang keadaan Johan dan apa yang sebenarnya telah terjadi dengan rekannya itu.
Ketiganya terlihat sedang mencari jawaban sendiri. Mencoba mengingat segala hal yang berkaitan dengan Johan dalam beberapa hari terakhir. Hingga akhirnya...
"Tunggu,,, kalau tidak salah pagi tadi Johan bilang mau mampir dulu ke rumah Lina"
Vivi pun mengambil ponsel dan menghubungi Lina. Berharap mendapatkan kabar atau petunjuk.
__ADS_1
"Halo, lin. Kamu dimana? "
"Vi,,,! cepat kemari, Vi. Johan dikeroyok, Vi"
"Apa!? dimana Lin !?"
Hadi dan Cerryl pun ikut kaget mendengar suara dari ponsel Vivi yang dilouds. Tanpa menunggu lama ketiganya langsung berlari meninggalkan acara pelantikan itu. Dani melihat mereka pergi, tapi tidak tahu ada apa. Karena ia masih sibuk memimpin acara menggantikan Johan. Pun belum tahu tentang kehadiran Hadi dan untuk apa.
"Naik mobilku aja, kak" teriak Cerryl.
Namun Hadi tidak menghiraukan. Ia berlari dan mengambil sepeda motornya. Tak lama ia pun sudah menghilang menuju tempat yang disebutkan Vivi melalui lokasi yang dikirimkan Lina tadi. Cerryl berusaha mengejar. Vivi mencarikan jalan terbaik melalui ponselnya.
Hadi sudah terlibat baku hantam dengan mereka saat Cerryl tiba. Ternyata mereka sengaja menunggu dan mengira kalau Dani akan datang membantu Johan. Karena sebenarnya yang mereka incar adalah Dani.
Namun naas bagi mereka. Yang semula ingin balas dendam dengan Dani seorang, kini justru mereka harus berhadapan dengan Hadi yang nota benenya adalah master. Juga Cerryl yang setingkat lebih tinggi dari Dani.
Johan terkapar di sudut Aula. Lina memangku kepala Johan sambil menyeka darah yang keluar dari pelipis juga bibir Johan. Wajahnya sedikit memar dan bengkak akibat kepalan tinju juga tendangan. Belum lagi hantaman tongkat bisbol. Sambil memegangi perut juga pinggangnya, Johan sesekali merintih pelan saat Lina menyeka bagian pipi dan bibir yang robek.
Sementara itu, ke-enam pengeroyok tadi mulai merasakan balasannya. Sang pemimpin,yang ternyata pernah kalah oleh Dani dalam suatu event adalah tetangga Lina. Mulai tersungkur terkena tendangan memutar Hadi. Begitu pun dengan tiga orang yang membantunya. Sedangkan Cerryl segera membantu Vivi setelah melumpuhkan lawannya sendiri.
Hadi memang tipikal orang yang mempunyai prinsip. Walaupun memiliki kemampuan ilmu beladiri tinggi, tapi tidak membuatnya menjadi beringas. Ia hanya menggunakannya untuk kebaikan danmembela diri. Terlihat sekali ia begitu tenang dan terkontrol walaupun telah melihat Johan yang terkapar dengan tubuh dan wajah penuh bekas pukulan.
Satu persatu roboh dan tidak berkutik lagi. Hadi menghampiri Johan dan memperhatikan luka lukanya. Cerryl dan Vivi pun mendekat. Mengamati tangan Hadi yang terlihat sedang mencari kemungkinan luka dalam ataupun tulang yang patah di sekujur tubuh Johan.
Beruntung Johan hanya mengalami luka memar dan sobek. Hadi pun memapahnya masuk ke dalam mobil Cerryl. Bersama Lina, Cerryl pun membawa Johan ke klinik terdekat.
Sementara Hadi mengawal Vivi yang membawakan sepeda motor Johan. Meninggalkan ke-enam orang yang saling meringis kesakitan di aula itu.
__ADS_1
"Jangan gunakan ilmu beladiri untuk mencelakai orang lain..." Ucap Hadi sebelum pergi.
Mereka pun terdiam. Entah menyesal atau karena takut juga sedang merasakan sakit. Yang pasti, hari itu mereka telah mendapatkan pelajaran yang berharga. Orang yang mempunyai ilmu beladiri yang tinggi, tidak mengunakannya untuk pamer atau sok jagoan. Lebih bisa mengontrol emosi dan diri.