Cinta Yang Terhalang

Cinta Yang Terhalang
Peresmian


__ADS_3

Hari itu,Cerryl meliburkan semua pegawainya. Selain ingin merayakan tahun baru bersama,Cerryl juga membuat acara syukuran atas kepemilikan rumah yang semula disewa,kini telah menjadi haknya sendiri.


Kesibukan sudah terlihat sejak pagi di rumah itu. Semua pegawai mini market juga coffee shopnya bahu membahu menyiapkan segala keperluan tuk acaranya. Ada yang sibuk mendekor dan menghiasi taman lengkap dengan peralatan panggangnya. Ada pula yang menyiapkan ruang tengah tuk acara syukuran.


Memang hari itu adalah hari yang begitu dinantikan. Baik Hadi juga Cerryl sendiri. Karena bagi Hadi,dengan status kepemilikan rumah itu,Cerryl bisa menghemat pengeluaran. Dari dana yang tadinya tuk sewa rumah,bisa Cerryl gunakan tuk kebutuhan yang lain atau diinvestasikan.


Menjelang sore,semua persiapan telah selesai. Cerryl memberikan waktu tuk mereka semua agar bisa beristirahat. Karena acara dimulai pukul 19.30. Selebihnya Cerryl mengurus hal-hal penting sendiri. Seolah ingin memberikan surprise kepada para undangan. Khususnya Hadi.


Hadi tiba sekitar pukul 19.00. Karena kebetulan ia mendapat tugas luar kota selama tiga hari. Setelah membayar ongkos taxi,ia pun berjalan menuju gerbang rumah. Hadi terpaksa langsung menuju rumah Cerryl begitu menyelesaikan tugasnya. Beruntung masih bisa mendapat tiket pesawat. Maklum,saat itu penerbangan domestik sudah banyak yang diboking.


Cerryl yang melihat kedatangan Hadi dari teras atas lantai dua,segera turun dan berlari menghampiri. Membuat para pegawainya terkejut dengan ulah bos mudanya itu. Serempak mereka ikut berhambur keluar untuk melihat kenapa bosnya berlarian seperti itu.


" Kak,,,!"


Entah apa yang ada dipikiran Cerryl saat itu. Sambil berlari sambil merentangkan kedua tangannya. Dan....


BUGH,,,,,


Tanpa memperdulikan banyak pasang mata yang memperhatikan,Cerryl langsung memeluk erat dan menyandarkan kepalanya di dada Hadi begitu ia sudah berada di hadapannya. Karuan Hadi bukan main terkejutnya. Terlebih para pegawainya yang memang sudah penasaran dengan sikap aneh bosnya itu. Semuanya membulat mata dan mulutnya. Seolah tak menyangka kalau bos mereka akan berbuat senekad itu. Karena selama ini,walaupun mereka sudah lama tahu akan hubungan keduanya,tapi si bos tak pernah mau menampakkan langsung di depan mereka. Apalagi mengumbar kemesraan.


Hadi pun segera membalas pelukan Cerryl. Walau dalam hatinya masih bingung dengan sikap Cerryl yang tiba-tiba saja berani memeluknya di depan pegawai juga para undangan yang sudah hadir. Membuat decak kagum juga iri mereka yang melihatnya.


" Kamu kenapa,,?" bisik Hadi.


" Kangen,,," jawab Cerryl sekenanya.


Tentu saja membuat Hadi menggelengkan kepala mendengar jawaban Cerryl. Ia pun tersenyum.


" Baru tiga hari,,,biasanya seminggu aja ngga begini." ucap Hadi kemudian.


Cerryl tak menjawab. Gadis itu makin mengeratkan pelukannya. Tiba-tiba Hadi melepaskan kedua tangannya yang sedari tadi melingkar ditubuh Cerryl. Setelah itu meraih kepala Cerryl dengan lembut dan menghadapkan ke arahnya. Ciuman hangat pun segeta mendarat di kening Cerryl.


" Ouh,,,," serempak kata itu keluar dari mereka yang masih menyaksikan adegan romantis itu.


Cerryl tersenyum. Hatinya begitu senang hingga tidak memperdulikan banyak pasang mata yang melihat. Saat itu Cerryl hanya merasakan kebahagiaan yang memang sudah lama ia nantikan. Hingga akhirnya ia pun mengajak Hadi masuk.


Mereka belum mau melepaskan pemandangan di halaman depan itu. Terlebih Cerryl masih saja melingkarkan tangan kirinya di punggung Hadi saat keduanya berjalan memasuki teras. Sedang tangan kanan Hadi melingkar dan memegang bahu kanan Cerryl dengan lembut.

__ADS_1


Sungguh pemandangan yang baru pertama kalinya bagi sebagian pegawainya melihat bos mereka mengumbar keromantisan di hadapan mereka. Karena hanya Wati yang sudah sering memergokinya.


Setelah menyalami para undangan,Cerryl mengajak Hadi ke ruang istirahatnya. Setelah memberikan sebuah tas berisi pakaian,Cerryl meminta Hadi untuk segera ke kamar mandi. Kemudian gadis itu pun bermaksud pergi untuk menemui tamu undangan juga pegawainya.


" Tunggu,,,maksudnya apa ini?!" ucap Hadi bingung.


" Kakak baru sampai dari luar kota dan belum sempat pulang ke rumah kan?" ujar Cerryl.


" Mudah-mudahan ukurannya pas,,," lanjutnya.


" Oh iya kak. Pakai kamar mandi di kamar Cerryl aja,, !"


Setelah mengucapkan kalimat itu,Cerryl pun bergegas pergi ke ruang tengah. Karena agak malu sudah berkata seperti itu,Cerryl berjalan menunduk menyimpan rasa malu. Dan ia pun tak pelak menabrak Wati yang ternyata sedari tadi sengaja berdiri di antara sudut ruang tengah dan ruang istirahat. Maksudnya agar tidak ada yang melintas karena ia pikir bos mudanya itu masih ingin melepaskan rindunya di sana.


BUGH !!!!


Cerryl terkejut. Begitu pun Wati. Ia tidak menyangka ada seseorang yang menabraknya dari belakang. Karena sejak ia berdiri di sudut itu,ia hanya melihat ke arah ruang tengah dan membelakangi Cerryl dan Hadi.


" Kamu,,,?" ucap Cerryl sambil menunjuk wajah Wati.


Sambil memperhatikan sekitar,Cerryl menarik lengan Wati. Membawanya ke arah dapur. Kemudian setengah berbisik Cerryl menjelaskan kejadian di ruang istirahatnya. Wati pun sama. Setelah meminta maaf,ia pun menjelaskan maksudnya kenapa bisa berdiri di sudut itu.


" Kamu ini ya,,, pikirannya mesum aja."


" Habis tadi mbaknya juga begitu sih waktu di halaman depan." kilah Wati.


" Maksudnya?!" sergah Cerryl cepat.


Tanpa menunggu jawaban Wati,Cerryl pun mengingat dan memutar kembali kejadian itu. Tak lama rona merah pun menyelimuti wajahnya. Dan itu terlihat jelas oleh Wati. Karuan Cerryl langsung menutupi wajah dengan kedua tangannya. Menyembunyikan malunya. Kemudian memeluk Wati sambil berbisik.


" Mulai saat ini,aku akan umumkan secara resmi hubunganku sama kak Hadi. Jadi kenapa harus malu? hehehe,,," ucapnya lirih meledek.


Ternyata Cerryl hanya pura-pura malu. Sekedar untuk menggoda Wati yang begitu penasaran dengan perubahan sikapnya. Sejenak Wati cemberut karena merasa kesal sudah kena prank bosnya. Tapi kemudian,senyum lebarnya tampak manis.


" Alhamdulillah,,,,semoga Allah merestui.hubungan mbak sama mas. Aamiin,,," puji syukur Wati sambil menengadahkan kedua tangan ke atas.


" Aamiin,,," sahut Cerryl.

__ADS_1


Sementara Hadi yang tadi sempat bingung dan ragu sudah selesai mandi dan mengenakan pemberian Cerryl. Karena selama itu,Cerryl tidak pernah mempersilahkan kamar juga kamar mandi untuk orang lain. Termasuk Hadi yang pernah saat berkunjung minta izin untuk pinjam kamar mandi. Cerryl menunjuk kamar mandi belakang belakang dekat dapur. Bukan kamar mandi yang ada di dalam kamarnya atau kamar mandi di lantai atas yang nota benenya khusus untuk pegawainya yang semuanya wanita.


Begitu tiba di ruang tengah,decak kagum keluar dari mulut pegawai Cerryl. Jangankan pegawai wanita, pegawai laki-lakinya pun ikut mengagumi sosok Hadi yang buat mereka terlalu macho. Dengan celana jeans dan kemeja bermotif garis-garis hitam berdasar biru,Hadi tampak dewasa dan berwibawa. Kaos ketat warna putih terpancar dari dua kancing atas yang dibiarkan terbuka. Menambah kesan bidang bagian dada Hadi.


Jangan bertanya bagaimana cara pegawai wanita Cerryl melihatnya. Karena Cerryl sendiri merasakan hal yang sama. Padahal selama ini ia sudah dekat dan menjalin hubungan cukup lama. Tapi baru kali ini Cerryl melihat kekasihnya berpenampilan seperti itu. Walaupun ia sendiri yang memilihkan pakaiannya,tapi tidak menyangka akan jadi seperti itu. Niatnya hanya ingin melihat Hadi tampil beda dari biasanya.


Sehari-hari Hadi memang sering mengenakan kemeja dan dasi saat bekerja. Namun bukan celana jeans. Di luar jam kerja, celana jeans menjadi pilihan utama. Tapi tidak dipadu kemeja. Melainkan kaos ketat dan dibalut jaket.


Hadi jadi agak risih diperhatikan banyak pasang mata begitu. Ia pun bergegas menghampiri Cerryl yang masih berdiri tertegun dan memandangi Hadi. Seolah tidak percaya kalau yang sedang ia lihat adalah seseorang yang telah masuk jauh ke dalam hatinya.


" Kamu juga kenapa ikut-ikutan seperti mereka?" bisik Hadi di telinga Cerryl.


" Ini beneran kakak!?" ucap Cerryl.


Lagi-lagi Cerryl memperlihatkan kemanjaannya di depan pegawainya. Sebenarnya ia tidak berniat seperti itu. Walaupun sudah ingin mengumumkan secara resmi perihal hubungannya dengan Hadi,tapi entah kenapa saat melihat penampilan Hadi yang tidak aeperti biasanya,tiba-tiba saja Cerryl tidak bisa menahan emosinya untuk tidak memeluk kekasihnya itu. Biarpun itu di depan umum.


Reaksi yang melihat pun beragam. Ada yang memalingkan pandangan ke arah lain karena malu. Ada juga yang senyam senyum sendiri sambil membayang sesuatu. Bahkan ada yang senyum senyum sambil melirik lawan jenis berbalas-balasan.


Wati hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat suasana ruang tengah saat itu. Ia pun bergegas pergi ke taman. Tempat dimana acara akan diadakan. Yang mana para undangan,warga penghuni sekitar rumah Cerryl dan sebagian pegawai Cerryl sudah berkumpul disana.


Tak berselang lama,Cerryl muncul bersama Hadi saling bergandengan tangan. Tidak berangkulan tapi Cerryl berjalan sambil menyandarkan tubuhnya ke lengan Hadi. Dengan telapak tangan kiri Cerryl tetap bergelayut dan menggenggam telapak tangan kanan Hadi. Para pegawai yang tadi ada di ruang tengah pun menyusul di belakangnya.


Tepuk tangan riuh menyambut pasangan kekasih itu. Seperti menyambut pasangan calon pengantin. Segera Cerryl pun memberi salam menyambut para tamu juga undangan. Menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya acara pada saat itu. Selain ingin memperkenalkan diri sebagai pemilik baru dari rumah yang sudah lama ditempatinya,juga untuk memperkenalkan secara resmi siapa sebenarnya orang yang selama ini selalu hadir dan siap membantunya dalam segala hal. Baik susah maupun senang.


Setelah memberikan sambutannya dan mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan yang ada,tepuk tangan meriah pun bersaut sautan. Diiringi dengan antrian mereka yang memberikan ucapan selamat dan salam kenal dengan berjabat tangan.


Wati pun tidak tinggal diam. Diikuti rekannya yang lain,mereka berebut untuk menyalami dan mengucapkan selamat sampai do'a agar hubungan bosnya dengan kekasihnya langgeng dan bisa ke jenjang berikutnya.


Acara pun meriah. Walau sederhana,tapi nuansa keakraban amatlah terasa. Para warga penghuni sekitar rumah pun ikut senang menyambut kehadiran Cerryl sebagai tetangga baru mereka. Sambil menanti detik-detik pergantian tahun.


Akhirnya saat itu pun tiba. Suara petasan juga aneka warna kembang api yang dilontarkan ke atas melambangkan harapan agar di tahun berikutnya,ada semangat tuk mewarnai lembaran baru dengan penuh keceriaan dan kesehatan lahir juga batin. Hidup aman dan tentram tanpa adanya kekhawatiran.


Setengah jam setelahnya,di saat tamu undangan sudah berpamitan. Cerryl duduk berdua di teras. Sedang sebagian pegawai mulai merapihkan dan membersihkan taman. Sebagian lagi mengumpulkan barang dan peralatan untuk dikumpulkan sementara di ruang belakang.


Ada haru dan sedih di hati Cerryl saat itu. Karena orang tua juga kakak dan adiknya tidak bisa ikut merayakan kegembiraan yang Cerryl rasakan. Karena keluarganya harus pulang ke kampung halaman karena ada sepupu,anak dari adik ayahnya yang akan menikah.


Hadi tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya mencoba menghibur dan menyemangati Cerryl agar tidak terlalu bersedih. Karena ia yakin semua sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa.

__ADS_1


Sekitar pukul 02.00. Hadi yang sudah meminta izin pengurus setempat untuk menginap bersama para pegawai lelaki di rumah Cerryl pun terlelap di sofa ruang tengah. Sedangkan lima pegawai lelaki yang tidur di atas karpet permadani pun sudah masuk ke alam mimpi masing-masing. Mungkin karena lelah,mereka tidak begitu mempermasalahkan alas tidur. Atau memang sudah terbiasa seperti itu...


__ADS_2