Cinta Yang Terhalang

Cinta Yang Terhalang
Bertemu Bimo CS


__ADS_3

Christine sedang menghabiskan hari liburnya di sebuah pusat pertokoan. Hari itu ia terlihat antusias memperhatikan sepatu dan tas yang berjejer di sebuah toko. Matanya teramat tajam memandangi satu persatu sepatu dan tas itu. Hingga akhirnya tangannya meraih satu dari sekian banyak tas yang terpajang. Sorot matanya menggerakkan tangannya tuk memutar-mutar tas itu dengan teliti.


Setelah yakin apa yang dilihatnya itu,Christine segera mengeluarkan ponsel. Mengambil fhoto tas itu dari beberapa sisi dan mengirimkannya kepada Cerryl. Senyum puas terlihat dari sudut bibir yang mengembang. Dalam hatinya ia yakin sekali kalau sebentar lagi Cerryl pasti akan datang.


Sambil menunggu,Christine melanjutkan matanya mengedar pada sisi ruang sebelah. Mengupas satu persatu barisan sepatu yang tersusun apik di sana. Berjalan dari mulai ujung depan sampai belakang kemudian memutar kembali ke arah depan melalui sisi sebelahnya.


Hingga sebuah pelukan mengejutkan datang sebelum menyelesaikan di baris ke tiga.


"Mana,kak!?"


Cristine dengan cepat telah mengendalikan dirinya. Menoleh sambil tersenyum ke arah suara yang juga telah memeluknya dengan manja. Kemudian membalikkan tubuhnya. Tanpa bersuara,Christine hanya menggerakkan kedua matanya jauh ke sisi sana.


Dengan tak sabar,orang itu ternyata Cerryl,langsung menggandeng lengan Christine berjalan ke arah yang dimaksudkan oleh kakaknya itu. Sesaat ia pun melepaskannya saat melihat dari kejauhan sosok benda yang sudah lama ia cari. Setengah berlari ia mempercepat langkahnya demi meraih barang itu segera.


lusa kemarin,keduanya memang telah sepakat untuk pergi bersama mencari tas itu. Awalnya Christine menolak,karena hari liburnya harus dibuang demi perburuan Cerryl. Tapi siapa pun tidak ada yang pernah bisa menghindar bila Cerryl telah merajuk seseorang. Gadis itu punya seribu cara tuk bisa seseorang mengiyakan kemauannya.


Mata Cerryl begitu berbinar memandangi tas itu. Padahal menurut Christine,tas itu bukanlah tas yang mempunyai brand terkenal dan mahal. Hampir seperti tas biasa pada umumnya. Itu yang membuatnya penasaran dan ikut menemaninya berburu tas itu. Sekaligus ingin bertanya apa istimewanya dari tas itu.


"Akhirnya,,," bisik Cerryl tersenyum.


Christine hanya terdiam dan terpaku melihat tingkah adiknya itu. Sikapnya seperti gadis kecil yang baru saja mendapatkan boneka kesukaan dan memeluknya dengan riang sambil menimang-nimangnya.


"Aneh,,," gumamnya.


Sepanjang jalan menuju halaman parkir,tak henti-hentinya Cerryl membuka dan mengintip kantong belanjaannya. Sepertinya ingin cepat membukanya.

__ADS_1


Namun tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata yang sedang memperhatikan. Perlahan mendekat dan mencegat mereka di belakang gedung memasuki area parkir.


"Ouh,,,ada tamu tak diundang rupanya,,," gumam Cerryl. Kontras sekali dengan Christine,ia menampakkan keterkejutan yang teramat sangat setelah tahu siapa yang sedang berdiri di hadapan mereka itu.


"Hem,,,besar juga nyali kamu" seru Bimo.


Rupanya orang-orang yang menghadang mereka adalah Bimo,mantan kekasih Christine,bersama 4 rekannya.


"Jangan terlalu PeDe,saat itu kamu beruntung karena dibantu orang sialan itu. Sekarang apa kamu bisa? hahaha,,,"


Wajah Christine ciut,tubuhnya gemetaran. Memang dulu ia pernah bisa meletakkan kedua tangannya di pinggang,bahkan menampar Bimo sekali pun. Namun entah kenapa saat itu ia merasa seolah di hadapan Bimo seperti seekor kucing yang bertemu anjing ganas. Sorot mata Bimo begitu menakutkan. Begitu pula dengan 4 orang di belakangnya.


Cerryl masih acuh. Sedikit pun ia tidak begitu memperdulikan tawa juga ucapan Bimo tadi. Namun begitu instingnya tetap siaga. Kedua matanya bergerak mengamati,dengan posisi kaki telah siap tuk menghadapi hal-hal yang tak terduga.


"Hahaha,,,bocah ini memang nekad" rupanya Bimo telah menyadarinya. Dibalik keacuhan Cerryl,ternyata gadis itu telah memasang kuda-kuda pertahanan. Tentu saja hal itu mudah terbaca oleh Bimo. Bagaimana pun ia juga seorang pelatih ilmu bela diri.


Gadis itu mulai serius. Karena sikapnya tadi telah terbaca oleh Bimo.


Mendengar ucapan Cerryl,Bimo pun langsung memberi perintah.


"Serang,,,!"


Ke 4 orang di belakang Bimo langsung bergerak. 2 orang tanpa ragu melayangkan pukulan secara bersamaan ke arah Cerryl. 2 orang lagi menyeret Christine dan menghempaskannya ke dinding. Bimo Menyilangkan kedua tangan di dadanya sambil berdiri menyaksikan. Di mulutnya sebatang rokok bergerak-gerak sambil sesekali mengeluarkan cincin asap ke udara.


Dengan cepat kaki kiri Cerryl menghadang dan menghantam dada penyerangnya hingga terjengkang beberapa langkah darinya.Sedangkan tangan kanan menghela kepalan tinju yang sedang mengarah ke wajahnya. Sedetik kemudian,tangan kirinya melayang dan membalas tinju bagian wajah kanan penyerang satunya itu. Karuan saja dari mulut orang itu memuncratkan sedikit darah dan terhuyung ke samping.

__ADS_1


Di saat kedua orang yang menyeret dan menghempaskan Christine ke dinding hendak mengarahkan tinjunya ke tubuh christine. Cerryl yang telah berbalik dengan cepat sedikit melompat,terbang ke arah mereka.


Bough,,,


Seseorang tersungkur ke samping terkena tendangan sebelum sempat memukul Christine. Sedang yang satunya baru berniat tuk memukul Cerryl yang tiba-tiba datang berbalik dan menyerang,telah tertunduk menahan sakit di bagian perut karena hantaman tangan kanan Cerryl. Dan begitu posisi Cerryl telah berdiri sempurna dari lompatan tadi,segera menyambut wajah orang itu yang sedang setengah membungkuk sambil memegangi perutnya,dengan sebuah pukulan telak dan membuatnya terjengkang. Darah pun mengalir dari sudut mulut orang itu saat terbaring lemah,tergeletak tak jauh dari tempat Christine berdiri.


Sungguh bukan lawan yang seimbang tuk Cerryl. Dalam beberapa gerakan saja ke-empat orang itu telah jatuh tak berdaya tuk sementara waktu. Andai saja Cerryl mau,tentu ke-tiga orang lainnya akan bernasib sama dengan orang yang baru saja terjengkang setelah dua pukulan telak di perut dan wajahnya.


Plok...plok...plok...


Bimo tersenyum sambil menepuk-nepuk kedua tangannya menyaksikan gerakan Cerryl yang cepat dan akurat. Sulit dibayangkan gadis secantik dan selembut Cerryl,ternyata begitu lincah dan memiliki kemampuan teknik pukulan juga tendangan yang baik. Bahkan dengan posisi melompat bisa meninju dan menendang secara bersamaan.


Lain halnya dengan Christine,saat itu wajahnya teramat pucat dan tubuhnya gemetaran. Walaupun ia tahu kalau Cerryl mempunyai ilmu bela diri,tapi baru kali itu ia menyaksikan perkelahian langsung dan nyata. Bukan di arena perlombaan atau kompetisi.


"Ternyata teknik kamu lumayan juga,,," ujar Bimo sedikit merendahkan.


Cuih,,,!!!


Cerryl bereaksi mendengar ucapan Bimo. Sebagai seorang instuktur,sama sekali tidak terlihat sesuatu yang baik di mata Cerryl. Baginya,Bimo hanyalah pecundang yang selalu berdiri di belakang memanfaatkan situasi.


"Laki-laki tak tau malu,,,! Bisanya main keroyok dan bersembunyi di belakang"


Seketika wajah Bimo memerah mendengar ucapan Cerryl. Bagaimana pun ia adalah laki-laki. Ia merasa marah karena telah direndahkan oleh seorang wanita di depan anak didiknya sendiri. Kedua tinjunya langsung mengepal seirama dengan gerakan kaki yang ternyata telah siap memasang kuda-kuda.


Sontak Christine menjerit ketakutan saat melihat Bimo dengan marahnya telah bergerak dengan posisi menyerang. Cerryl telah siap dan menunggu. Perkelahian pun terjadi. Keduanya saling memukul dan menahan juga menghela tinju juga tendangan.

__ADS_1


Pertarungan tanpa wasit dan peraturan.


__ADS_2