Cinta Yang Terhalang

Cinta Yang Terhalang
Terbuka Sudah


__ADS_3

"Apa,,,!? Cerryl katamu,,,!?"


Christine shock mendengar penjelasan Hadi. Seperti masih belum percaya akan apa yang ia dengar.


"Iya,makanya aku minta pendapat kamu,gimana?" ujar Hadi.


Sepertinya Hadi tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Dan tanpa sadar ia telah bersikap bodoh dan tidak berperasaan. Atau ia lupa kalau selama ini Christine sudah berusaha keras untuk mencairkan kebekuan hati Hadi dengan segala cara.


Christine tertunduk lesu. Entah kenapa saat itu ia bagaikan hilang semangat. Menjatuhkan pandangannya ke bawah walau kosong.


"Hey,,,kamu kenapa? biasanya kamu justru yang paling semangat tuk mengenalkan aku pada seseorang. Tapi kenapa sekarang kamu jadi seperti ini?"


Hadi mulai mengeluh. Sama sekali belum sadar akan sikap dan kejujurannya itu telah membuat hati Christine porak poranda. Hancur luluh berkeping-keping hingga tak lagi bisa dirangkai dan disatukan kembali.


Ternyata jatuh cinta itu bisa membutakan mata juga hati seseorang. Tidak peduli dengan orang lain juga lingkungan sekitar. Yang ada dipikirannya hanya orang yang sedang hinggap dan menari-nari sambil tersenyum manja di hatinya. Hingga melambung jauh menuju negeri khayalan.


"Maaf, sekarang ini aku tidak bisa komentar apa-apa. Entah kenapa,aku merasa tidak bisa berpikir dan memberikan komentar,,,"


Jelas Christine sambil masih duduk tertunduk lesu dengan kedua tangan menutupi wajahnya.


"Aneh,,," gumam Hadi.


Perlahan ia memperhatikan Christine dalam-dalam. Seakan mencoba menyelami perasaannya. Hingga akhirnya ia tersadar dan mulai mengutuk dirinya sendiri.


"Astagfirullah,,,kenapa aku bisa sebodoh ini? jelas saja ia tidak mau komentar apapun,,," sesalnya.


Hadi pun berusaha untuk menenangkan diri. Perlahan ia bangkit dan mengulurkan tangannya.


"Maafkan aku,,,mungkin sekarang ini kamu,,," ucapan Hadi terhenti.


"Ngga,,,kamu ngga salah. Jadi ngga perlu minta maaf. Aku cuma saking senangnya mendengar hatimu sudah bisa mencair lagi" kilah Christine memotong ucapan Hadi.


Dengan menampilkan senyum yang dipaksakan saat mengangkat wajahnya, Christine bangkit dan tiba-tiba saja langsung memeluk Hadi.

__ADS_1


"Aku sudah pernah bilang kan,,,aku akan terus berusaha agar kamu bisa lepaskan masa lalu dan kenangan pahitmu. Walau pun bukan aku yang nantinya ada di hatimu,,,"


Berat Christine mengucapkan kalimat itu. Namun ia berusaha keras agar Hadi tidak terlalu merasa bersalah karena bagaimanapun perasaannya memang telah tersakiti oleh sikap dan ucapan Hadi saat itu.


Hadi membalas pelukan Christine. Ia nyaris tidak percaya kalau Christine akan berkata seperti itu. Ia sadar,kagum atas sikap Christine. Ternyata gadis itu menepati ucapannya sendiri.


"Aku salut sama kamu. Bahagianya dia yang nanti akan bisa menjadi kekasihmu,,," ucap Hadi lirih.


Christine makin mempererat pelukannya. Tak peduli hilir mudik rekan kerja dari divisinya juga divisi lain, yang selalu melirik dan mengira jika keduanya adalah sepasang kekasih. Sekuat hati menahan tangis juga air matanya agar tidak tumpah. Semakin dalam membenamkan wajahnya di dada Hadi.


"Aku cuma berharap kamu bisa bahagia,,,"


Selesai berkata, Christine melepaskan pelukannya. Dengan memasang senyum menutupi luluh perasaannya,ia memandangi sejenak wajah Hadi. Setelah itu,ia pun menarik tangan Hadi tuk kembali ke tempat kerja.


Banyak pasang mata mengamati keduanya saat melangkahkan kaki menuju ruang kerja mereka. Semuanya tersenyum seakan memberi selamat karena mereka pikir Christine dan Hadi sudah resmi menjadi pasangan kekasih.


Christine dan Hadi tidak begitu memperdulikan pikiran mereka. Keduanya pun tersenyum membalas senyum mereka. Membuat mereka semakin yakin ada hubungan yang telah terjalin antara Hadi dan Christine.


Ya,,,semua rekan kerja sudah tahu bagaimana dekatnya Hadi dan Christine. Sebagai rekan team,keduanya memang handal dalam menyelesaikan tugas dari kantor. Bahkan Hadi dan Christine pernah mendapatkan penghargaan sebagai pegawai teladan dan terbaik di perusahaan. Tak salah jika mereka menganggap keduanya sudah menjalin hubungan istimewa di luar hubungan kerja. Terlebih setelah kejadian itu.


Christine menuju area parkir mobil,sedangkan Hadi berjalan agak jauh menuju area parkir sepeda motor. Dari kaca spion, Christine melihat Hadi sudah mulai mendekat.


"Kapan kamu traktir aku untuk peresmian? oh ya, berarti sebentar lagi kamu harus baik-baik sama aku. Karena aku adalah calon kakak iparmu,,,"


Selesai berkata, Christine melajukan mobilnya. Meninggalkan Hadi yang masih sedikit bingung dan terkejut mendengar ucapan Christine. Wajah bingungnya tertangkap di mata Christine melalui kaca spion. Membuat gadis itu tersenyum puas karena telah berhasil menggodanya.


Sepanjang perjalanan pulang, Christine sudah bisa tenang juga menerima kenyataan. Ia tahu betul sikap dan watak Hadi. Jadi bagaimana pun ia tidak bisa memaksa atau pun menghalangi.


Sudah tiga perempatan dengan lampu pengatur lalu lintas ia lewati. Tiba di sebuah putaran, Christine memutar. Sampai di jembatan sebelum lampu pengatur lalu lintas,ia berbelok ke kiri. Menyusuri sisi kali kecil menuju pusat pertokoan sebelum area perumahan.


"Kak, Christine,,," Cerryl terkejut.


Segera ia bangkit dan menghampiri Christine yang sedang berdiri di pintu ruangannya.

__ADS_1


"Tumben,,," ucap Cerryl.


Christine tersenyum. Setelah Cerryl mendekat ia pun langsung memeluk Cerryl bahagia.


"Akhirnya kamu mendapatkannya,,,"


Cerryl sedikit bingung mendengar bisikan kakaknya saat memeluknya.


"Kak,,," Cerryl mencoba bertanya.


Christine buru-buru melepaskan pelukannya. Dengan kedua tangan masih memegangi bahu Cerryl, Christine memandangi wajah adiknya.


"Hadi adalah orang yang baik. Dia akan menjagamu seperti menjaga dirinya sendiri. Kakak bersyukur dia memilih kamu untuk meninggalkan masa suramnya dan kembali membangun hidupnya" ucap Christine.


Cerryl baru mengerti maksud Christine. Ia segera memeluk Christine. Membuat Christine terharu dan hampir tidak bisa membendung air matanya.


"Maafin Cerryl,kak. Bukan niat Cerryl merebut kak Hadi,,,tapi,,,"


Ucapan Cerryl terhenti. Christine yang dengan cepat melepaskan pelukan segera menempelkan jari telunjuknya di bibir Cerryl. Sambil menggelengkan kepalanya,ia pun tersenyum. Membuat Cerryl dengan paksa memeluk kembali kakaknya lebih erat. Christine pun membalas kemanjaan adiknya. Keduanya larut dalam haru untuk beberapa saat.


"Ehemmm,,,"


Hingga akhirnya Sherly pun memecah suasana karena merasa diabaikan. Karuan saja Cerryl dan Christine tersadar.


Keduanya memandang Sherly. Tangan kiri Christine merentang,begitu juga tangan kanan Cerryl. Tanpa menunggu lama, Sherly pun tahu isyarat mereka. Secepatnya ia pun merentangkan kedua tangannya sambil mendekat setelah bangkit dari duduknya. Kini ketiganya sudah larut dalam lingkar pelukan hangat dan manja.


Setelah puas, Cerryl menghubungi pegawainya untuk membawakan mereka minuman juga snack. Karena rencananya,mereka akan makan malam bersama di tempat Cerryl dan Hadi waktu itu.


Sudah pasti Cerryl meminta persetujuan Hadi lebih dulu. Karena tempat itu hanya Hadi dan pemiliknya yang bisa menggunakannya. Bahkan Hadi pun bersedia hadir dan ikut makan malam bersama.


"Kalau begitu,ini traktiran pertama kamu sebagai calon adik ipar,ya. hahaha,,,"


Christine menggoda Hadi di belakang Cerryl,saat Cerryl menelfonnya. Tentu saja Cerryl pun sedikit malu mendengar Christine menggoda Hadi. Karena sama saja artinya dengan menggodanya juga.

__ADS_1


Sherly yang menangkap wajah semu merah Cerryl pun ikut menggoda.


"Ternyata,,,tuan puteri tidak bermimpi. Biar pun kak Hadi belum nembak tuan puteri,tapi sepertinya kak Hadi benar-benar sudah jatuh hati sama tuan puteri,,,hehehe"


__ADS_2