
Pagi itu Cerryl seperti biasa sudah berada di sebuah taman. Pakaiannya terlihat agak basah, sebuah handuk kecil berwarna biru melingkar di leher. Dengan rambut yang terikat dan bertopi pet, gadis itu selalu rutin berjoging di hari minggu.
Udara segar dari pepohonan rindang yang berjejer sekeliling taman terpadu apik oleh hamparan tanaman bunga warna warni dan gemericik air mancur di tengah kolam.
Cerryl berdiri di dekat bangku taman. Melakukan beberapa teknik peregangan dan pernapasan secara teratur, kemudian beristirahat sebentar. Sambil menyeka keringat di wajahnya, ia pun perlahan duduk dengan posisi kaki lurus bersantai. Mengendurkan otot otot kakinya setelah berlari kecil 4 putaran di taman itu.
"Maaf, boleh ikut duduk disini? "
Tiba tiba datang seorang pemuda dengan kaos dan training sudah berdiri dan meminta persetujuan Cerryl. Karuan Cerryl sedikit terkejut dan menoleh ke arah pemuda itu.
"Boleh,,, silahkan, toh ini kan tempat umum"
Jawabnya tanpa tahu pasti siapa orang yang sedang berdiri dan meminta izin agar bisa ikut duduk di sebelahnya.
"Cerryl, ya!?"
Cerryl pun mengernyitkan keningnya. Matanya mulai memperhatikan wajah orang itu.
"Ouh,,, "
Samar Cerryl agak mengenalinya. Dipaksanya mengingat ingat sosok tampan yang sedang diperhatikannya itu dalam dalam.
"Kak Hadi ya? "
Sontak dada gadis itu kembali berdegub kencang. Padahal tadi sudah mulai berdetak beraturan setelah beristirahat dari lari kecilnya. Ia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan orang yang selama itu telah menyita banyak ruang di otaknya.
"Ternyata selain cantik, daya ingat kamu masih oke juga, ya,,, "
Pemuda itu pun mulai meledek Cerryl sambil perlahan menjatuhkan tubuhnya di bangku taman itu, bersebelah duduk dengan Cerryl.
"Kak Hadi bisa aja,,, "
Cerryl makin tidak karuan. Hatinya masih bergejolak. Bahkan ucapan Hadi pun terasa bagaikan sedang memujinya. Padahal itu hanya kata basa basi. Tingkahnya mulai membuat pemuda itu makin senang untuk meledeknya.
"Beneran kok. Kamu memang cantik. Walaupun terlihat sedikit tomboy, tapi manisnya ngga hilang. Hehehe... "
Alamak, Cerryl makin tidak kuasa mengendalikan perasaannya. Memang untuk masalah yang satu itu, seorang Cerryl belum pernah merasakannya. Bahkan dari seorang Reza sekalipun, yang menurutnya, Cerryl adalah kekasihnya. Tidak ada pujian atau kesan romantis.
Kali ini Cerryl benar benar terbuai oleh perasaannya sendiri. Pertama kalinya ia merasakan sesuatu yang lain. Dada yang terus berdegub tak beraturan, tingkah yang begitu rumit untuk dijelaskan.
"Lho,,, kok malah bengong sih? "
__ADS_1
Pemuda itu pun tersenyum melihat Cerryl yang sudah teramat salah tingkah.
"Ah, masa sih?"
Cerryl mencoba menutupi perasaan dan saltingnya. Namun naas, justru handuk kecil yang dipegangnya malah jatuh karena duduk Cerryl terkesan tidak nyaman. Setengah beringsut sana sini.
Pemuda itu pun menahan tawa geli melihat gadis yang sedang digodanya itu. Teramat kontras dengan kali pertamanya ia bertemu. Begitu tegar dan garang. Padahal sedang dalam tekanan Bimo CS.
"Ya ampun, kenapa jadi begini? "
Cerryl berbisik dalam hati. Tangan kanannya menutup wajah bersemu merahnya. Kemudian memainkan topi pet.
"Minum dulu"
Pemuda itu menyodorkan sebotol air mineral kepada Cerryl.
"Sudah, ngga usah malu malu. Ambil,,, "
Dengan sedikit canggung, Cerryl pun menerimanya.
"Iy,,, iya. Terima,,, kasih"
Sesaat hening. Karena keduanya sedang menikmati tegukan air mineral itu. Tapi mata nakal keduanya saling mencuri pandang, melirak lirik bergantian.
Seseorang datang dan menepuk pundak Hadi. Hadi hanya tersenyum. Cerryl menoleh.
"Inikah cewek yang kamu ceritakan itu? "
Sambung orang yang ternyata adalah teman Hadi itu. Ia memperhatikan Cerryl yang tiba tiba terlihat kaget. Kedua matanya membulat, mulutnya pun sedikit menganga setelah mendengar kalimat orang itu.
"Cantik,,, " lanjut orang itu.
"Cerryl, ini Riki. Riki, ini Cerryl "
Hadi pun segera memperkenalkan keduanya. Riki cepat mengulurkan jabat tangannya. Cerryl sedikit malu membalas jabat tangan Riki.
"Riki,,, "
"Cerryl,,, "
"Oh iya. Apa sudah siap semua? "
__ADS_1
Hadi bangkit dan bertanya kepada Riki. Cerryl hanya duduk sambil memperhatikan kedua orang itu.
"Sudah,,, makanya aku cari kamu. Mereka sudah menunggu disana"
Riki menunjuk ke arah kerumunan di pinggir kolam. Hadi pun segera melambaikan tangan kanannya dan langsung dibalas oleh beberapa orang yang berada di kerumunan itu.
"Cerr,,,aku pergi dulu ya"
Hadi menoleh ke arah Cerryl yang masih duduk. Cerryl pun mengangguk. Tanpa kata hanya senyum yang terpaksa.
"Maaf ya. Nanti kalau sudah selesai, aku kembalikan kok"
Riki ikut menggoda Cerryl. Walaupun belum tahu ada hubungan apa diantara keduanya. Cerryl pun makin tidak mengerti dengan perasaannya saat itu.
Hadi dan Riki berjalan menuju kerumunan itu. Cerryl tidak lepas memandangi keduanya, sampai akhirnya mereka berbaur dan bersama pergi meninggalkan taman. Namun salah seorang terlihat melambaikan tangan ke atas. Tanpa sadar Cerryl pun membalasnya.
"Ya ampun. Ada apa dengan diriku? "
Cerryl baru tersadar. Ia pun mengutuki dirinya sendiri. Tak habisnya ia memaki dalam hati. Kedua tangannya memukul mukul pelan kepalanya.
"Cerryl,,, apa otakmu sudah gila ya? kamu seperti orang bodoh di depan cowok itu. Ahh,,, "
Kali ini kedua tangannya mengacak acak rambutnya setelah menyingkirkan topi pet dari kepalanya itu sambil bergumam tidak karuan. Karuan saja membuat orang yang kebetulan melintas di depannya saling memandang keheranan.
Merasa menjadi pusat perhatian, Cerryl pun perlahan beringsut dan bangkit. Dengan menundukkan wajah, Cerryl bergegas pergi.
Sepanjang jalan, Cerryl terus saja mengumpat dalam hati.
Setelah tiba di rumah, Cerryl pun langsung menuju kamar mandi. Saat itu ketiga saudaranya sedang menemani orang tuanya berkunjung ke rumah tantenya. Jadi tak ada yang sibuk bertanya dan melihat kacaunya diri Cerryl saat itu.
Bak mandinya sudah terisi penuh. Setelah melepaskan pakaiannya, ia pun segera masuk dan berbaring berendam. Pikirannya kembali pada kejadian di taman itu.
"Tapi kalau dipikir pikir, sikap kak Hadi jauh berbeda dengan pertemuan sebelumnya"
Cerryl merasa sedikit merasa aneh. Hadi yang pertama ia kenal adalah sosok yang dingin dan tertutup. Itulah kesan pertama dari seorang Hadi di mata gadis itu. Tapi kejadian di taman itu membuat Cerryl jadi heran.
"Apa kak Hadi termasuk orang yang punya kepribadian ganda ya? "
Pikiran Cerryl dipenuhi banyak pertanyaan sekarang. Segala kutukan juga umpatan telah hilang bersama pecahnya buih buih sabun di bak mandinya. Kedua tangannya mengusap dan menggosok lembut seluruh tubuh putihnya.
Rupanya gadis itu baru kali pertamanya merasakan jatuh cinta. Suatu perasaan yang tidak ia rasakan saat bersama Reza juga rekan latihannya.
__ADS_1
Ya, Cerryl telah terkena virus asmara. Virus aneh yang bisa membuat orang menjadi gila karenanya. Kadang tersenyum senyum sendiri, tiba tiba marah bahkan juga membuatnya menangis sendiri.