
Tanpa terasa Cerryl dan Hadi sudah sebulan lebih menjalin hubungan. Telah banyak keceriaan dan senyum kebahagiaan yang terpancar dalam setiap langkah mereka. Walau terkadang ada sedikit konflik, namun keduanya dengan cepat saling memahami dan mencari titik terang dari setiap masalah yang timbul. Sehingga hubungan mereka tetap berjalan baik.
Namun di balik itu semua, ada satu masalah yang belum bisa mereka pecahkan. Sesuatu yang begitu sulit dan mungkin tidak akan terwujud. Tapi tuk kesekian kalinya, mereka tetap komitmen dengan perasaan masing-masing. Mereka percaya suatu saat nanti akan ada jalan tuk mereka agar bisa bersatu tanpa menghawatirkan segala hal.
" Aku tahu ini berat buatmu,,,tapi kita harus bicarakan ini. Karena ngga mungkin kita harus begini terus "
Hadi menegaskan kepada Cerryl tuk segera menentukan sikap. Membuat Cerryl seperti sedang berdiri di sudut titik persimpangan. Yang mana, sebenarnya ia sendiri sudah yakin dengan jalan mana yang akan ia pilih tuk menggapai kehidupannya. Namun di sisi lain ia belum siap dengan kenyataan itu.
" Iya kak, tapi boleh Cerryl minta waktu lagi tuk bisa menguatkan mental Cerryl, kak,,,"
Sangat jelas terlihat Cerryl begitu bingung dengan dirinya sendiri. Kalimatnya terhenti sejenak. Seolah mencoba menenangkan hatinya yang sedang bergemuruh hebat saat itu.
" Bagaimana pun Cerryl harus menjaga perasaan mamah sama papah..."
Hadi mengangguk pelan. Ia pun menyadari kegelisahan hati Cerryl.
" Tapi bukan berarti Cerryl akan berubah pikiran,.kak. Cerryl cuma belum bisa menemukan cara juga saat yang tepat tuk bicarakan masalah ini sama mereka "
Hadi memeluk Cerryl erat saat melihat ada butiran kristal bening yang mulai menyudut di kedua matanya. Membiarkan bidang dadanya menjadi sedikit basah oleh luapan tangis yang tersendat Cerryl.
Sejenak keduanya membisu. Hanya Isak tangis Cerryl yang terdengar tersendat memecah keheningan malam itu. Bahkan suara serangga malam pun nyaris tidak terdengar. Seakan ikut merasakan kepedihan yang sedang Cerryl alami saat itu.
__ADS_1
Perlahan Hadi mengusap lembut kepala dan rambut Cerryl. Berharap bisa sedikit menenangkan hatinya. Namun terjadi sebaliknya. Cerryl semakin mempererat dekapannya saat merasakan belaian lembut Hadi. Membuatnya begitu yakin dengan apa yang telah ia tetapkan dalam hatinya. Menyerahkan diri sepenuhnya kepada orang yang telah membuatnya percaya diri tuk menghadapi tujuan hidupnya di masa depan.
Sesaat Hadi terkejut. Setelah merasakan sesuatu yang aneh, ia pun sadar. Betapa gadis yang sedang berada di dalam pelukannya itu benar-benar tulus dan berniat tuk menemaninya dalam menjalani kehidupan bersama-sama. Tanpa ia sadari, butiran hangat pun telah menetes dan jatuh mengaliri kedua pipinya. Ia pun membalas dekapan Cerryl dengan penuh kasih dan sayang.
" Cerr,,, aku nggak tau harus bagaimana lagi tuk mensyukuri semua ini. Semula aku merasa putus asa dan ngga lagi percaya kalau masih ada cinta yang tulus. Tapi setelah bertemu sama kamu, rasanya aku adalah orang terbodoh di dalam dunia ini "
Cerryl mendongakkan kepalanya. Memberanikan diri menatap wajah Hadi dengan wajahnya yang masih sembab. Gadis itu pun merasakan hal yang sama dengan Hadi. Selama ini ia belum menemukan seseorang yang dengan sabar dan tulus untuk menjaga dan membimbingnya. Saat pandangan mereka bertemu, senyum keduanya bagaikan sihir karena mampu menghentikan deraian air mata dan menghadirkan senyum di wajah mereka.
Angin semilir menerpa untaian rambut Cerryl. Tangan Hadi dengan cepat menyapu helai rambut yang menutupi sebagian wajah Cerryl. Tak rela rasanya, sedang asyiknya menatapi wajah kekasihnya, tiba-tiba terhalangi. Cerryl tersenyum tipis. Ada kemanjaan terpancar dari raut wajahnya. Membuat Hadi semakin gemas dan mencubit lembut hidung Cerryl.
" Sudah malam,,," ucap Hadi.
Cerryl mengangguk setelah melirik jam tangannya. Kemudian mengambil tas yang ada di kursi taman. Sementara Hadi yang masih diam berdiri hanya menyaksikan tingkah dan sikap Cerryl yang membuatnya kagum. Karena seperti tidak pernah terjadi sesuatu tadi. Sikapnya sudah tenang dengan senyum cerianya yang selalu menghias indah bibir tipisnya.
Sepanjang jalan, Cerryl tidak mau melepaskannya. Ia sangat ingin bisa terus seperti itu. Tapi jarak taman menuju rumahnya tidak terlalu jauh, jadi tak sampai 10 menit Cerryl harus melepaskan tangannya. Ia masih belum mau memperlihatkan kemesraan mereka di depan pegawainya.
Malam itu Hadi sengaja ikut ke rumah yang disewa Cerryl. Karena kebetulan ada satu hal yang harus ia lihat.
" Ouh,,, bagus juga. Aku setuju kalau kamu ambil rumah ini. Selain lingkungannya aman, rumah ini tidak butuh renovasi dalam waktu dekat. Kecuali kamu mau bikin kolam renang di dalamnya,,,"
Spontan Cerryl mencubit pinggang Hadi setelah mendengar ucapan terakhirnya. Tapi ia merasa lega dan puas karena ternyata Hadi juga memiliki penilaian yang sama.
__ADS_1
Sebelumya, Cerryl hanya minta pendapat Randy dan minta tolong agar dicarikan tempat untuk menampung sebagian pegawai wanitanya. Karena ia merasa tidak nyaman membiarkan pegawai wanitanya saat pulang malam. Sedangkan untuk mengantarkan mereka setiap harinya jelas tidak mungkin.
Bagai gayung bersambut, Randy sangat mendengar permintaan Cerryl itu. Karena sebenarnya, ia juga sedang mencari seseorang untuk mengurus rumahnya. Kebetulan lokasinya memang tidak jauh dari tempat usaha Cerryl. Akhirnya ia pun menawarkan Cerryl untuk mengambilnya.
" Jadi sekarang Randy sudah ngga balik kesini lagi kan,,," ledek Hadi.
Cerryl mengernyitkan kening sebentar. Kemudian senyum indah dan manjanya terlihat saat memandangi Hadi yang baru saja selesai berkata.
" Ternyata kakak juga bisa cemburu ya,,,"
Balas Cerryl mengambil posisi berdiri berhadapan dengan Hadi.
Hadi balas tersenyum. Ia tahu apa yang akan dilakukan kekasihnya itu. Kedua tangannya pun mulai merentangkan lebar. Menunggu Cerryl tuk memeluk dan membenamkan wajah di dadanya. Seperti sudah hafal dengan sifatnya.
Benar saja, ciuman hangat pun mendarat di kening Cerryl saat gadis itu mendekap dan menyandarkan sisi wajah di bidang dada Hadi. Keduanya memang terlalu membuat iri siapa pun yang melihatnya. Tak terkecuali beberapa pegawai wanita yang kebetulan baru pulang.
Kali ini Cerryl tertangkap basah. Ia tidak sadar kalau saat itu berada di halaman samping rumah tempat mereka tinggal. Karuan saja rona semu merah membias seluruh wajahnya. Tentu saja pegawainya pun merasa malu dan langsung berjalan menunduk saat sadar kalau kehadiran mereka sudah membuat bos mudanya salah tingkah.
Hadi hanya tersenyum menyaksikan tingkah Cerryl dan para pegawainya. Sementara Cerryl masih mengalihkan perhatian dengan berjalan agak menjauhi Hadi sambil pura-pura memperhatikan dan menyentuh dedaunan asoka yang tumbuh subur di sepanjang sisi halaman.
Sontak malam itu suasana di sebuah ruangan yang cukup besar di lantai dua, lumayan ramai. Beberapa gadis sedang membicarakan kemesraan dan keharmonisan bos muda dengan kekasihnya. Mereka sangat mengagumi keserasian Cerryl dan Hadi. Bukan hanya karena secara fisik cantik dan tampan, tapi mereka juga sudah tahu kalau keduanya memiliki sikap dan kepribadian yang sama. Membuat kekaguman mereka begitu sempurna.
__ADS_1
Walau begitu, mereka tidak mengingkari perasaan mereka. Bahwa setiap mereka berkhayal kalau mereka lah yang sedang berada di sisi Hadi saat itu. Hingga akhirnya tawa pun pecah memenuhi ruangan.