
Christine menemui Cerryl di kedai CERIA. Bagaimana pun ia baru tahu kalau ternyata orang yang selama ini diceritakan kepadanya adalah Hadi,rekan kerjanya di kantor. Untuk itulah Christine harus memberi tahukan semuanya tentang Hadi ke Cerryl. Karena ia tidak mau adik tomboy tapi manjanya itu berada dalam dua sisi yang saling bertentangan.
#
ketika hati bergundah
tiada nuansa indah sanggup menyapa
semilir angin terasa menyesak
titik embun pun bagai uap mendidih
meletup dan hilang entah kemana
laksana hati yang hampa,,,
tertindih dalam ketidakberdayaan
tiada cerita juga kisah
sekedar tuk menoreh buku harian
yang belum tergores tinta setitik pun
tiada hitam,,,biru,,,juga merah
hanya lembaran putih dan putih,,,
#
Setelah membacanya,Christine meletakkan kembali secarik kertas yang berada di atas meja ruangan Cerryl. Yang tergeletak begitu saja di sisi kepala Cerryl yang telah terlelap dengan posisi duduk.
Perlahan Christine mengusap lembut helai rambut adik manjanya. Perasaan hatinya mulai ikut gundah saat mengetahui kalau ternyata Cerryl menaruh hati kepada Hadi. Karena ia sendiri sudah pernah mencoba untuk mendekatkan hubungan dengan Hadi dan berakhir dengan penolakan halus.
"Kakak,,," tiba-tiba Cerryl terbangun.
Christine tersenyum. Tangannya masih mengusap lembut kepala Cerryl.
"Kamu kelihatan capek banget,,," ucap Christine.
__ADS_1
Cerryl bangkit dan berjalan ke arah sofa. Christine meraih tubuh Cerryl dan membimbingnya. Keduanya pun duduk bersebelahan. Cerryl menyandarkan kepalanya di bahu Christine yang tangan kanannya telah melingkar di punggung Cerryl. Memeluk erat dan mendekatkan wajahnya untuk mencium kepala adiknya.
"Cerr,,," Christine mencoba untuk bicara.
"Apa bener orang itu,,,Hadi?" lanjutnya hati-hati.
Cerryl mengangkat wajahnya. Menatap Christine dan mengangguk perlahan.
"Tapi,kak,,,Cerryl ngga bermaksud merusak hubungan kakak sama kak Hadi. Cerryl cuma simpati aja kok,suerr,,," terang Cerryl.
Terlihat jelas ia sedang membohongi hatinya sendiri. Walaupun dipaksakan tersenyum demi menyembunyikan kegetiran,tapi tetap saja hatinya terasa perih.
"Hem,,,sok tau,,," jawab Christine.
Jemari lembutnya menjawil pinggang Cerryl pelan.
"Cerr,,,apa kamu serius suka sama Hadi?"
"Kak,Cerryl kan sudah bilang tadi. Cerryl cuma simpati. Ngga mungkin Cerryl mau jadi orang ketiga,kak,,,"
Sekali lagi Cerryl harus mendustai dan mengingkari perasaan hati yang sebenarnya.
"Kakak,ihh,,," giliran Cerryl yang mencubit perut Christine. "Iya,,,iya,,,jujur Cerryl emang suka sama kak Hadi. Tapi itu kan sebelum tau kalau kak Hadi pacar kakak"
Akhirnya keluar juga apa yang selama ini disimpan rapat. Karena belum ada satu rahasia pun yang sanggup ia simpan kalau sudah berhadapan dengan kakaknya yang satu itu.
"Yang bilang kalau Hadi itu pacar kakak siapa?"
Cerryl terdiam,terkejut tapi tidak bereaksi berlebihan. Secara,memang ia belum pernah melihat Hadi datang ke rumah untuk menjemput juga berkencan di luar atau pun di rumah. Tapi biar begitu,ia seringkali melihat keduanya bersama-sama di luar rumah.
"Cerr,,," ucap Christine menyela lamunan Cerryl.
"Kakak memang pernah mencoba untuk masuk ke dalam kehidupan Hadi. Tapi saat itu dia masih belum mau untuk membuka lagi hatinya"
Christine menarik nafas dalam-dalam. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dari dalam hatinya. Setelah itu,ia pun kembali meneruskan kalimatnya.
"Setelah ditinggal pergi kekasihnya,Hadi seperti sebongkah batu karang di pinggir pantai. Setiap ada ombak datang tak pernah ada yang bisa menggerakkannya. Hanya melukai dan mengikis perasaannya. Semakin banyak orang yang mencoba mendekatinya,dia semakin merasa sakit karena selalu teringat akan kenangan pahit itu,,,"
Cerryl faham betul akan maksud dari cerita Christine. Ia begitu terharu mendengar penuturan kisah itu. Seperti sebuah ujung tombak yang menancap,semakin ditekan akan semakin dalam luka dan sakitnya.
__ADS_1
"Ouh,,," desah Cerryl.
"Saat itu kakak belum sempat mengutarakan isi hati kakak. Tapi dia sudah bilang lebih dulu sama kakak. Kalau ada maksud lain dari kedekatan kakak sama dia,dia minta kakak mending manjauh. Karena dia ngga mau menyakiti perasaan kakak. Dan itu akan membuat dia jadi tambah sakit"
Lagi-lagi Christine menarik nafas dalam-dalam. Cerryl semakin antusias mendengarnya.
"Akhirnya kita sepakat untuk menjalin hubungan sebatas teman. Ya,,,kakak sudah berjanji kalau hubungan kita hanya sebatas teman,tidak lebih"
Cerryl langsung memeluk Christine sesaat setelah melihat butiran kristal sudah menyudut di kedua mata Christine.
"Kakak sudah cukup bahagia melihat dia kembali ceria. Kakak merasakan kedamaian saat melihat senyum yang tercipta di bibirnya,,,"
Christine melepaskan pelukan Cerryl. Dipandangnya wajah Cerryl dalam-dalam. Cerryl hanya terdiam menatap tajam mata kakaknya yang menusuk jauh ke lubuk hatinya.
"Cerr,,,ngga selamanya cinta itu harus memiliki. Mungkin orang lain akan mengganggap kalau kakak sudah dibutakan sama cinta. Tapi kakak ngga peduli. Karena kakak cuma ingin melihat dia bahagia. Walaupun harus menahan sakit saat melihatnya bersanding dengan orang lain suatu hari nanti,,,"
hik,,,hik,,,hik,,,
Tumpah juga air mata Christine. Seberapa pun ia telah menahan,tetap saja aliran deras segera mengaliri kedua belah pipinya.
Cerryl hanya bisa diam. Membiarkan baju bagian bahunya mulai basah. Masih memeluk dan menjadi tumpahan kepedihan hati Christine yang telah sekian lama terpendam.
Entah berapa lama kedua kakak beradik itu terlarut dalam perasaan masing-masing terhadap satu orang pemuda yang sama. Yang satu telah menumpahkan segala rasa yang sudah lama disimpan dan mengendap dalam setiap sendi kehidupannya. Satunya lagi baru mulai menumbuhkan benih-benih asmara yang tanpa sengaja telah bersemi dan bermekaran di relung hatinya.
Ya,Hadi Nugraha,,,sosok pemuda yang mempunyai kisah kelam di masa lalu. Membuatnya terlihat dingin dan tidak berani lagi bermain-main dengan perasaannya. Trauma yang begitu dalam membuat para gadis yang berusaha untuk membuka kembali pintu hatinya harus menerima kenyataan pahit.
Walau begitu,masih saja banyak yang mencoba. Karena selain rupa,sifat dan perilaku pemuda itu memang sudah menjadi pilihan ideal sebagai kekasih juga calon suami tentunya. Ketampanannya sesuai dengan bentuk tubuh yang tinggi. Memiliki sifat sabar dan toleransi terhadap sesama rekan kerja juga lingkungan sekitar begitu terlihat. Dengan kemampuan ilmu beladirinya tidak menjadikannya sombong dan berbuat semena-mena. Justru ia sering melindungi dan membantu yang lemah saat teraniaya.
Wajar saja bila Christine dan Cerryl menyukainya. Namun semua belum ada bahkan mungkin tidak ada yang bisa membukakan kembali pintu hatinya. Yang telah tertutup rapat oleh bongkahan batu es yang tebal dan dingin.
Hingga akhirnya salah seorang pegawai datang dan mengetuk pintu ruangan kaca yang tidak tertutup itu.
"Maaf,mbak. Ada seseorang datang dan menitipkan ini buat,mbak"
Pegawai itu pun menyerahkan sebuah undangan berwarna keemasan kepada Cerryl,yang sudah merapihkan rambut dan pakaiannya. Christine masih duduk tertunduk menyembunyikan wajah setelah Cerryl bangkit dan menghampiri pegawainya.
"Ouh,,,terima kasih ya,Wati" ujar Cerryl sambil tersenyum.
"Iya,mbak. Sama sama" sahutnya dan segera pamit untuk kembali bekerja.
__ADS_1
Cerryl duduk dan memperhatikan undangan itu. Setelah membuka dan membacanya,Cerryl terlihat kecut. Dihempaskan undangan itu ke atas meja.