Cinta Yang Terhalang

Cinta Yang Terhalang
Akhirnya,,,


__ADS_3

Pagi yang indah,semilir angin menghembuskan aroma bunga. menyeruak masuk sesaat setelah Cerryl membuka tirai dan jendela kamarnya. Aneka bunga yang menari nari seolah menyambut Cerryl.


"Hemmm,,,selamat pagi taman kecilku"


Sapa Cerryl sambil merentangkan kedua tangannya. Menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan. Sesaat matanya terpejam,mencoba menikmati keharuman aroma aneka bunga yang bermekaran. Suara gemericik air dari kolam di tengah taman pun terasa bagai irama lembut penggugah hati yang memang sedang dilanda kasmaran.


Masih berdiri di depan jendela kamar, Cerryl mulai membuka matanya. Menatap sekeliling taman dengan kolam mini lengkap dengan air mancurnya. Deretan awan putih yang beriring pun sempat membuat senyum di bibirnya.


Cerryl berbalik. Bersandar di dinding tepi jendela. Kedua tangannya melipat manja,mendekap di dadanya. Kembali menarik nafas panjang perlahan sambil memejam mata. Mencoba memutar kembali kejadian semalam. Malam yang mungkin tidak akan pernah ia lupakan. Malam penuh sejuta kebahagiaan,,,


Sementara itu,Hadi sudah sibuk dengan rutinitas paginya. Setiap hari ia selalu menyempatkan diri untuk mampir sekedar melihat juga berinteraksi dengan beberapa orang yang boleh dibilang kurang mampu. Dengan handuk kecil melingkar di leher,ia menyapa seorang ibu tengah baya yang sedang mengumpulkan botol dan gelas bekas air mineral ke dalam karungnya.


"Wah,,,sudah lumayan ya,bu" ucap Hadi.


Ibu itu tersenyum setelah mendengar dan menoleh ke asal suara yang sudah sering ia dengar.


"Alhamdulillah,nak. Ibu dengar semalam ada ramai-ramai disini,jadi ibu habis subuh sudah berangkat" jelasnya.


Hadi pun ikut tersenyum. Tanpa risih juga malu,ia duduk di sebelah ibu itu. Tangannya merogoh saku celana olahraganya dan mengambil lembaran uang yang sudah ia persiapkan seperti biasanya.


"Bu,pasti ibu belum sempat sarapan kan? ambillah,belilah sesuatu untuk dimakan biar ibu punya tenaga" bisik Hadi.


Si ibu,yang sudah sering dikunjungi dan selalu diberikan sedikit uang,langsung menerima lembaran uang disodorkan Hadi. Membuat Hadi tersenyum dan sedikit menahan haru dalam dadanya.


Ya,ibu itu adalah orang yang sering dikunjungi oleh Hadi. Bersamanya,Hadi sering mendapatkan kekuatan dan kesadaran diri dalam mengarungi kehidupan ini. Betapa tidak,awalnya ia merasa kecewa dan sedikit putus asa saat ditinggal oleh kekasihnya. Namun begitu melihat dan mengenal lebih dalam ibu itu, Hadi bagai ditampar hatinya.


Setiap hari ia harus berjalan jauh untuk mendapatkan dan mengumpulkan sesuatu yang bisa ia bawa dan jual ke pengepul. Tidak peduli panas dan hujan,ibu itu terus berjalan,mencari dan mengumpulkan. Berharap karung yang dibawanya segera penuh agar bisa cepat ditimbang dan mendapatkan uang untuk sekedar makan anak anaknya.


"Bu,semangat ya,,,"


Ibu itu tersenyum. Hadi tahu,ibu itu tidak akan mau membeli dan makan sendiri. Karena ia pasti lebih mementingkan anak anaknya dulu. Namun Hadi juga tidak bisa memaksanya.


Saat Hadi ingin bangkit dari duduknya, tiba-tiba seorang gadis setengah berlari datang menghampirinya.


"Kak,,," ucap gadis itu.


Hadi mengangkat wajahnya.


"Kamu,,," jawab Hadi setelah melihat gadis itu.

__ADS_1


Hadi bangkit dan berdiri di hadapan gadis yang juga sedang menyapa ibu itu sambil sedikit membungkukkan badannya. Setelah basa basi sebentar,ibu itu pun berpamitan untuk melanjutkan pencariannya.


"Kebetulan tadi Cerryl lihat kakak lagi ngobrol sama ibu itu. Jadi Cerryl turun"


"Ouh,,,begitu" jawabnya singkat.


Namun mendengar kata-kata Hadi, Cerryl seperti menangkap sesuatu yang aneh.


"Kak,,,apa kak Hadi pikir Cerryl sengaja mencari dan berniat menemui kakak?"


Ucapan Cerryl pun sedikit ketus. Ia tidak terima kalau ia dianggap mencari alasan untuk bisa menemui Hadi.


"Yahhh,,,aku pikir kamu beneran pengen ketemu aku" ucap Hadi memelas malu.


Cerryl jadi bingung. Wajah masam ketus berubah menjadi wajah kebingungan setelah mendengar ucapan Hadi. Ia belum mengerti apa maksudnya.


"Awalnya aku sudah senang dan ge-er. Ternyata,,," Hadi memutus kalimatnya.


"Maksud kakak,,," Cerryl mulai sedikit bisa membaca kalimat itu.


"Sudahlah,ngga penting. Tapi,kamu sebenarnya mau kemana? pagi begini sudah lewat sini"


Hadi mulai berusaha mengendalikan diri dan menyembunyikan perasaan ge-er yang sempat hadir.


"Sebenarnya Cerryl memang sengaja lewat sini,kak. Karena kebetulan di pertigaan sana jalan sedang ditutup gara-gara ada perbaikan. Jadi semua arah sana diarahkan lewat sini kak"


Ucapan Cerryl memang benar. Tapi dalam pengucapan,ia sedikit memancing reaksi dari Hadi. Sekedar ingin mengetahui kebenaran dari apa yang sedang ia pikirkan.


"Ouh,iya sih. Dari semalam arah sana memang ditutup" ucap Hadi.


Cerryl makin penasaran melihat sikap Hadi. Ia pun memberanikan diri sedikit lebih untuk menggodanya.


"Terus, Cerryl harus lewat mana,kak?"


Hadi menoleh ke arah Cerryl.


"Kamu belum pernah lewat sini?" tanya Hadi.


"Belum,,,makanya tadi sempat bingung"

__ADS_1


Cerryl benar-benar mulai menggoda perasaan Hadi dengan sikapnya. Membalikkan keadaan dimana biasanya di saat keduanya bertemu,posisi Cerryl yang selalu dalam keadaan salah tingkah.


"Untung tadi Cerryl lihat kakak. Makanya Cerryl buru-buru turun dan menemui kakak,,," ucapnya sedikit manja.


Hadi benar-benar terjebak perasaannya sendiri. Dalam hati ia pun merasa aneh kenapa tiba-tiba saja perasaan juga sikapnya terhadap bisa kaku dan canggung seperti itu.


Ponsel yang dipegang Cerryl tiba-tiba bergetar. Sebuah pesan suara telah masuk.


"Aku sudah di lokasi. Kamu bisa urus yang lain,okey,,,"


"Kak, Sherly sudah disana. Jadi Cerryl ngga perlu kesana juga" ucapnya.


Mata Cerryl melirik ke arah Hadi. Membuat Hadi semakin salah tingkah.


"Hahaha,,," tawa Hadi pecah.


Karuan membuat Cerryl juga orang yang kebetulan melintas terkejut.


"Okey,kalau begitu kita bisa pergi cari makan. Tapi,kamu harus antar aku pulang dulu. Masa mau kencan,bajunya seperti ini? belum mandi lagi,hahaha,,,"


Belum sempat hilang keterkejutan Cerryl,Hadi sudah menarik tangan Cerryl berjalan ke arah mobilnya. Setelah sebelumnya, Hadi melihat sebuah mobil yang sangat familiar di matanya sedang terparkir di sisi seberang jalan.


Ternyata gaya dan sikap Hadi itu sengaja diperlihatkan untuk mengetahui sedalam apa ia bisa menebak dan mengenal Cerryl. Membuat Cerryl berwajah semu merah dan terus menghindari bertatap pandang dengan Hadi.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Hadi,Cerryl lebih banyak diam. Sedangkan Hadi terlihat menebarkan senyum keyakinan.


"Okey,kamu tunggulah disini. Aku mandi dan berganti pakaian dulu"


Setelah berucap,Hadi meninggalkan Cerryl di teras ruang tamu rumah panggungnya. Karena hari libur,Johan tidak berada di rumah. Ia biasa menghabiskan hari liburnya dengan kegiatan klub motornya.


Cerryl masih sedikit kacau. Ia belum mengerti apa maksud Hadi dengan kejadian tadi. Walaupun hatinya sangat senang karena Hadi mengatakan akan kencan.


"Kencan,,,!? maksudnya aku diajak kencan sama kak Hadi,,,!? Ya Tuhan,apa aku mimpi?"


Cerryl baru sadar dengan ucapan Hadi di tempat itu. Ia pun mencubiti lengan juga pipinya sekedar memastikan kalau saat itu ia tidak bermimpi.


"Berarti,,," Cerryl mulai menghayal.


Membayangkan sesuatu yang selama ini selalu hadir dalam ingatannya. Sebuah mimpi yang serasa bukan mimpi melainkan kejadian nyata. Dan itu akan terbukti sebentar lagi.

__ADS_1


Sementara Cerryl sibuk menghayalkan mimpinya,Hadi sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Kemudian menghampiri Cerryl dan keduanya turun menuju mobil. Dengan santai,Hadi meminta kunci mobil dan mempersilahkan Cerryl untuk duduk santai.


Sebentar saja mobil yang dikemudikan Hadi sudah berbaur dalam keramaian lalu lintas kota. Berjalan santai menuju sebuah tempat yang Hadi sendiri belum mau memberitahu. Yang Cerryl tahu hanya tempat yang pasti belum pernah ia kunjungi.


__ADS_2