Cinta Yang Terhalang

Cinta Yang Terhalang
Kejadian tidak terduga


__ADS_3

Cerryl telah memutuskan untuk mengakhiri penderitaannya. Bagaimana pun,selama ini ia telah teramat sangat tersiksanya.


"Ya,hari ini aku akan bicarakan masalah ini sama kak Christine. Apa pun hasilnya,aku tak perduli. Yang penting aku sudah dapatkan apa yang ingin aku ketahui. Setelah itu,baru aku bisa tenang..."


Sambil menunggu,Cerryl memantapkan niatnya. Walau sedikit cemas,tapi cuma itu yang bisa ia lakukan.


"Wiw,,,tuan puteri sudah datang" seru Christine.


Cerryl menoleh,tapi seketika kedua bola matanya membulat saat melihat seseorang yang ikut datang bersama Christine.


"Ya ampun,bagaimana ini?kenapa juga dia ikut datang?" gumam Cerryl.


"Hey,,,! kenapa matamu?" tanya Christine.


Sesaat suasana hening. Cerryl yang masih bingung dengan kehadiran Hadi masih memandangi sosok itu dengan bulatan penuh matanya. Christine pun sadar kalau ternyata yang membuat Cerryl terkejut adalah sosok Hadi yang sedang berdiri di sebelahnya.


"Ouh,,,jadi ini toh yang bikin tuan putriku seperti ini,,," sindir Christine melirik Hadi.


Hadi hanya tersenyum menyaksikan dua wanita cantik yang sedang berada di hadapannya. Sedangkan Cerryl langsung menundukkan kepala,menyembunyikan wajah malunya.


"Okey,,,sekarang coba katakan apa yang mau kita bicarakan. Katanya penting,, " ucap Christine memulai.


Setelah keduanya duduk,Christine kembali meneruskan ucapannya.


"Aku sengaja ajak Hadi,siapa tahu dia bisa membantu" ucapnya sambil melirik Hadi yang sudah duduk di sebelahnya.


"Kak,maaf,,,Cerryl lupa kalau hari ini harus prepaired buat acara besok. Maaf ya,kak"


Tanpa basa basi lagi,Cerryl bangkit dan pergi meninggalkan Christine yang ekspresi wajahnya langsung berubah melihat tingkah Cerryl. Hadi pun hanya menggelengkan kepalanya saat Christine menatap matanya tajam. Seolah sedang bertanya pada dirinya.


"Aneh,, " gerutu Christine.


Sementara Cerryl melajukan mobilnya agak cepat. Entah kenapa setiap kali melihat Hadi bersama Christine,hatinya selalu berkecamuk. Padahal ua sendiri tahu kalau Hadi adalah rekan kerja sekantor dengan Christine. Yang pastinya sudah banyak mengenal satu sama lain.

__ADS_1


"Mungkin mereka sudah ,,,"


Ciitttt,,,


Hampir saja Cerryl menabrak sepeda motor yang tiba-tiba menyalip dari arah kanan dan terjatuh karena sempat menyenggol bagian depan sisi kanan mobilnya. Untung Cerryl masih sempat menginjak pedal rem. Sebuah truk yang ada agak jauh di belakang mobil Cerryl pun ikut berhenti. Dalam sekejap jalan pun menjadi macet. Ada yang berhenti dan keluar untuk membantu,ada juga yang sekedar menonton.


Setelah sepeda motor dan pengendaranya sudah berada di sisi jalan,Cerryl pun kembali masuk ke mobil guna ikut menepikan mobilnya. Segera ia pun menghampiri pengendara itu.


"Maaf mbak,saya yang salah. Ini ada sedikit untuk kerusakan lampu mobil,mbak" ujar pengendara itu sambil menyodorkan sejumlah uang kepada Cerryl.


"Ah,ngga usah pak. Justru motor bapak yang kelihatannya lebih parah kerusakannya,pak" balas Cerryl.


Dalam hatinya ia memuji kejujuran orang itu. Karena biasanya walaupun yang salah pengendara sepeda motor,tapi seringkali pemilik mobil yang kena batunya.


"Oh,iya. Bagaimana tangan bapak?apa perlu saya antar ke rumah sakit?"


Cerryl langsung memegang lengan orang itu dengan hati-hati. Karena ada darah yang keluar dari sobekan baju lengan panjangnya.


Cerryl pun tahu apa yang membuat orang itu tidak melanjutkan kalimatnya. Terdiam sambil memandangi sepeda motornya sambil gelisah.


"Pak,lebih baik bawa motor ini ke bengkel terdekat. Setelah itu saya antar bapak. Bukannya tadi bapak bilang,istri bapak mau melahirkan?" ucap Cerryl.


"Eh,iya mbak. Terima kasih. Tapi apa ngga merepotkan,mbak?" balas orang itu berusaha tenang dan sopan. Walaupun jelas terlihat kalau orang itu benar-benar membutuhkan tumpangan agar bisa cepat sampai rumah bersalin.


Cerryl tersenyum dan menggeleng. Ia begitu memuji sifat orang itu.


Orang itu pun menuntun sepeda motornya ke bengkel terdekat. Cerryl mengikuti dengan mobilnya di belakang. Setelah menitipkan sepeda motornya,Cerryl segera membawa orang itu ke rumah bersalin.


Sesampainya di rumah bersalin,orang itu segera berlari ke ruang persalinan. Meninggalkan Cerryl di area parkir.


Cerryl merasakan ada perasaan haru dalam hatinya melihat orang itu bergegas untuk menemui istrinya yang akan melahirkan. Ia memaklumi walaupun harus ditinggalkan pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa.


Entah apa yang ada dipikirannya,membawa Cerryl masuk dan menemui orang itu yang sedang berjalan mondar mandir di depan pintu ruang persalinan. Wajahnya terlihat gelisah. Ke dua telapaknya diremas bergantian.

__ADS_1


"Bapak,,," ucap Cerryl hati-hati.


"Eh,astaga,,,maaf mbak. Saya sampai lupa berterima kasih. Terima kasih,mbak" ujar orang itu sambil setengah membungkuk.


"Ngga usah begitu,pak. Saya maklum kok" jelas Cerryl. Ia pun segera menjelaskan maksudnya.


"Saya cuma mau pamit,pak. Sekalian ini ada sedikit rezeki" pamit Cerryl sambil menyerahkan amplop berisi rupiah kepada orang itu.


"Jangan,mbak. Tadi saya sudah merusak lampu mobil,mbak. Mbak juga sudah mengantar saya kesini. Saya yang seharusnya ,,,"


"Sudah,pak. Tadi itu kan kecelakaan. Saya ikhlas kok,pak. Ini,tolong bapak terima. Mungkin ini jalan rezeki dari Tuhan buat bapak juga istri. Jadi saya mohon bapak mau menerima" sergah Cerryl.


Setelah menyerahkan amplop ke tangan orang itu,tiba-tiba pintu ruang persalinan terbuka. Seorang perempuan keluar dan bicara kepada orang itu.


"Selamat,pak. Bayinya lahir dengan selamat. Ibunya pun dalam keadaan baik" ucap seseorang yang ternyata seorang bidan di rumah bersalin itu.


"Alhamdulillah,,," ucap syukur orang itu sambil menengadahkan kedua tangannya ke atas dan mengusap wajahnya.


"Syukurkah,,, kalau begitu saya pamit ya,pak" pamit Cerryl.


"Iya,mbak...iya,mbak..."jawab orang itu sambil membungkuk sebentar sebagai tanda terima kasih.


Cerryl pun tersenyum dan pergi meninggalkan tempat itu. Berjalan ke area parkir dan sebentar saja sudah kembali berbaur di padatnya arus lalu lintas siang itu.


Sementara Christine baru saja mendengarkan cerita Hadi. Ekspresi wajahnya berubah ubah saat mendengarkan penjelasan Hadi.


"Ouh,,,begitu,,," gumam Christine.


Rupanya setelah kepergian Cerryl yang meninggalkan banyak pertanyaan di hati Christine juga Hadi,membuat keduanya masih tetap berada di kedai taman itu. Tempat favorit Cerryl dan Christine juga kedua saudaranya yang lain untuk melepaskan jenuh.


Keduanya saling bertanya dan mencoba menebak masalah apa sebenarnya yang membuat Cerryl jadi bertingkah seperti itu. Hingga akhirnya Christine menceritakan tentang awal pertemuan Cerryl dengan seseorang yang hingga akhirnya telah membuatnya jadi seperti itu.


Perlahan Hadi pun mengingatnya. Setelah yakin kalau orang itu adalah dirinya,Hadi pun berbalik membalas cerita Christine. Hadi akhirnya mencoba meyakinkan kalau orang yang dimaksud adalah dirinya. Karena dari cerita Christine,jelas sekali dengan kejadian waktu itu.

__ADS_1


__ADS_2