Cinta Yang Terhalang

Cinta Yang Terhalang
Malam yang kacau


__ADS_3

Perlahan Hadi mendekati Bimo. Mengulurkan tangan tangannya sambil mununduk. Jari jemarinya meremas kerah baju Bimo dan menariknya. Tak pelak wajah Bimo yang lebam dan ada bercak darah di bibir juga pelipis kirinya mendekat ke wajah Hadi.


Walaupun saat itu raut wajah Hadi tampak tenang,namun terlihat jelas wajah Bimo yang ketakutan. Seluruh tubuhnya bergetar saat mata Hadi menerobos masuk jauh ke dalam matanya. Bagaikan sebuah pedang panjang yang terhunus dan nenghujam jantung.


"Tolong jangan kamu ganggu mereka lagi,,," bisik Hadi. "Kalau kudengar atau lihat kalian masih mengganggu mereka,aku rasa aku tak akan melepaskan kalian seperti sekarang ini"


"Si,,,siapa,,,?" jawab Bimo gugup.


"Orang yang tadi siang kalian ganggu,,,"


Brakkk,,,


Hadi pun menghempaskan Bimo dengan keras. Saking kerasnya,membuat Bimo merasa ada sesuatu yang hendak keluar dari mulutnya.


"Ughhh,,,"


Darah segar pun muncrat dari mulutnya,jatuh bercecer di sekitar tubuh juga pakaiannya.


Hadi berjalan santai menghampiri sepeda motornya. Sebentar saja ia telah pergi meninggalkan Bimo yang sedang kesakitan dan berpikir keras.


"Apa hubungan orang itu sama mereka?" pikir Bimo sambil mencoba duduk dan memegangi dadanya.


Di seberang sasana,sepasang mata telah menyaksikan kejadian itu dari dalam mobilnya. Segera setelah melihat Hadi pergi,ia pun perlahan mengikuti dengan hati-hati dari belakang.


Di sebuah perempatan jalan,lampu lalu lintas menyala merah. Hadi menghentikan laju sepeda motornya. Begitu pula mobil yang ada di belakangnya. Begitu lampu berganti hijau,Hadi dan orang itu pun kembali melajukan kendaraannya.


Setelah dua perempatan dan satu pertigaan dilewati,Hadi berbelok dan masuk ke area pusat jajan kuliner di samping gedung perkantoran. Menuju area parkir dan menitipkan helmnya. Kemudian berjalan santai memasuki area kuliner. Melewati beberapa kedai tenda.


Begitu pula dengan orang yang ada di mobil itu. Setelah memarkirkan mobilnya,seseorang turun dan bergegas mencari Hadi. matanya mengedar ke segala arah. Tiba-tiba,,,


"Mencari seseorang?"


Ternyata Hadi telah menyadari kalau dirinya telah diikuti. Untuk itulah ia sengaja masuk dan kembali memutar ke area parkir melalui lorong sebelah. Keadaan pun berbalik. Saat itu justru ia yang sedang dalam posisi mengikuti.

__ADS_1


Merasakan ada suara dan telapak tangan yang menyentuh pundaknya dari arah belakang,orang itu pun perlahan menoleh dengan sedikit menahan rasa malu. Awalnya terkejut,tapi setelah mendengar suara yang sudah begitu ia kenal,orang itu hanya bisa menunduk sambil menoleh. Karena sudah ketahuan,,,


"Seorang gadis keluar malam sendirian. Apa tidak takut diganggu preman?" lanjut Hadi.


Kini bukan hanya tangan kanannya saja yang tadi menepuk pundak orang itu. Setelah berbalik dan tetap menunduk,Hadi mencengkeram lembut pundak kanan kiri orang yang sedang berdiri menunduk di hadapannya itu. Yang ternyata adalah adalah seorang gadis.


"Sudah,,,ngga usah malu,,,"


Tiba-tiba saja Hadi melepaskan tangan kanannya dari pundak gadis itu. Dan dengan lembut jari-jarinya meraih dagu gadis itu. Perlahan mengangkatnya. Hingga wajah yang sedang merona itu terlihat jelas.


Gadis yang ternyata Cerryl itu pun sedikit gugup dan agak gemetar. Bukan karena takut dengan pria itu,tapi karena sentuhan tangan pria itu terasa hangat dan lembut. Terlebih senyum dan tatapan matanya,membuatnya begitu teduh.


"Okey,karena sudah tertangkap basah mengikuti orang,sebagai hukumannya,kamu harus mentraktir aku disini. Ayo,,,"


Tanpa menunggu jawaban dan persetujuan Cerryl,Hadi tanpa sungkan menarik tangan Cerryl ke arah kedai tenda favoritnya. Cerryl hanya mampu mengikutinya. Seperti seekor kerbau yang dicolok hidungnya. Mengikuti kemana pun orang menariknya.


Saat itu,Cerryl tidak bisa menggambarkan perasaan hatinya. Semua terjadi secara tiba-tiba,bagaikan mimpi.


Setelah duduk,Cerryl menatap Hadi yang duduk di hadapannya sedang menuliskan pesanannya.Tiba-tiba Cerryl teringat akan mimpinya.


Seketika ia pun tertunduk lesu. Bergumam sendiri seolah sedang mengutuk kehidupan yang terlalu tega mempermainkannya.


"Jahat,,,jahat,,," bisiknya lirih sambil memukul ringan ke lututnya.


"Ya ampun,,,okey,,,tadi aku hanya bercanda. Sekarang kamu mau pesan apa?"


Cerryl terkejut. Perlahan ia mengangkat wajahnya.


"Jadi,,,ini nyata?ini bukan mimpi?" bisiknya dalam hati.


"Sudahlah,aku serius,,,tadi aku hanya bercanda. Kamu mau pesan apa?Aku yang traktir,,," ucap Hadi sungguh-sungguh sambil menyodorkan kertas pesanan juga ballpointnya.


"Eh,,,itu,,,bukan itu maksudku,,," jawab Cerryl gugup.

__ADS_1


"Bener kok,ngga apa-apa. Aku memang sengaja berniat untuk keluar dan makan disini. Karena sekarang kamu juga ada disini,apa salahnya aku mentraktir kamu" jelas Hadi.


"Atau kamu merasa malu ya makan di tempat seperti ini,,," tiba-tiba Hadi merasa kalau Cerryl tidak berselera untuk makan di tempat seperti itu.


Ia pun menarik kembali kertas menu di tangannya yang tadi disodorkan ke Cerryl. Ia memaklumi. "Sebagai pemilik Coffee shop,mana mungkin Cerryl mau makan di tempat seperti ini" pikirnya dalam hati.


"Bukan begitu maksud Cerryl,kak. Cerryl hanya ,,," kalimatnya terhenti.


Hadi dengan cepat merespon ucapan itu.


"Ngga apa-apa kok. Aku maklum,,," cegat Hadi.


"Kak,,,tolong dengarkan Cerryl. Bukan itu maksud Cerryl,,,"


Saat itu Cerryl berusaha untuk menjelaskan. Walaupun ia sendiri tidak tahu bagaimana cara mengatakannya. Karena ia sendiri juga bingung harus berkata apa.


"Sudahlah,,,aku juga sudah tidak selera lagi,,,"


Selesai berkata,Hadi bangkit. Berjalan menemui pelayan kedai sebentar dan bergegas keluar. Cerryl semakin bingung. Tapi segera ia pun berdiri,membungkuk sebentar di hadapan pelayan kedai lalu berusaha mengejar Hadi yang sudah berada di area parkir dan sedang duduk di atas sepeda motornya. Setelah memakai helm dan menstater motornya,ia pun berlalu keluar dan meninggalkan area itu.


Tinggallah Cerryl dalam kegelisahannya. Dengan sedih hanya mampu melihat kepergian Hadi dari kejauhan.


Lagi-lagi ia merasa telah mempermalukan dirinya sendiri di depan orang yang dicintai. Sungguh ternyata hidup telah benar-benar tega mempermainkannya.


Setelah agak jauh berjalan,Hadi tiba-tiba memutar balik arahnya. Dengan cepat ia menuju tempat dimana ia meninggalkan Cerryl disana.


Setibanya disana,Hadi melihat Cerryl baru saja masuk ke dalam mobilnya. Ia pun berhenti dan mangamati dari jauh. Setelah mobil keluar dari area itu,Hadi hanya membuntutinya dari kejauhan. Bagaimana ia tidak tega membiarkan seorang gadis di luar sendirian malam-malam. Ia ingin memastikan Cerryl tidak mengalami masalah sepanjang perjalanan pulang.


Sementara Cerryl terus mengumpat dan mengutuk dirinya sendiri. Satu kesempatan emas yang tidak direncanakan telah pupus di depan mata dalam sekejap. Padahal moment seperti telah ia harapkan dan sedang direncanakan. Tapi hari ini ia telah membuang moment tidak sengaja itu.


Setelah berapa lama,Cerryl pun sudah hampir sampai di depan gerbang masuk kompleks perumahannya. Ketika hendak berbelok kiri masuk pintu gerbang,sebuah sepeda motor melintas dari sisi kanan. Kemudian setelah membunyikan klakson,tangan pengendara itu melambai seiring dengan kepalanya yang menoleh ke arahnya. Kemudian ,,,


Wuzzzz,,,,

__ADS_1


Sepeda motor pun sudah tidak terlihat lagi.


__ADS_2