Cinta Yang Terhalang

Cinta Yang Terhalang
Mendapat dukungan


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti di area parkir depan kedai CERIA. Vivi,Cita dan Dian sudah keluar dari mobil yang dikemudikan Vivi saat Johan yang tiba lebih dulu menghampiri mereka. Mereka pun bersama memasuki ruangan yang sore itu telah ramai oleh pengunjung.


Sherly yang sudah menunggu di lorong tangga pun melambaikan tangannya saat melihat kedatangan mereka. Mengajaknya untuk langsung naik ke lantai tiga dimana Cerryl sedang berada disana untuk menyusun jadwalnya.


Sebenarnya kedatangan mereka tidak diketahui oleh Cerryl. Karena Vivi yang notabenenya adalah sepupu Sherly,telah mendapat kabar kalau Cerryl berniat mengadakan pelatihan amal. Akhirnya Vivi pun menghubungi sahabatnya yang lain tuk membicarakan masalah itu dengan Cerryl. Namun Vivi meminta Sherly untuk tidak memberitahu Cerryl kalau mereka akan datang.


"Hem,,,begitu ya. Sudah ngga menganggap kita rupanya,,,"


Cerryl terkejut mendengar suara yang ia kenal betul siapa orangnya. Sontak ia pun menoleh ke arah pintu ruanganannya.


"Vivi,,,"


Cerryl bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat sambil merentangkan kedua tangan tuk menyambut Vivi.


"Cita,,,Dian,,,Johan,,,kalian juga disini!?"


Seru Cerryl saat ia sedang memeluk Vivi dan melihat tiga sahabatnya yang lain ternyata ada di belakang Vivi.


Tanpa basa basi,Cita dan Dian pun merangkul dan memeluk Cerryl bersamaan. Johan hanya bisa diam dalam senyum menyaksikan kwartet feminim kembali.


"Ini pasti kerjaan Sherly" gumam Cerryl.


Si tertuduh datang di waktu yang tepat bersama seorang pegawai CERIA membawakan minuman dan camilan. Karuan saja Cerryl langsung melemparkan bantal karakter itu ke arah Sherly yang baru saja selesai meletakkan gelas terakhir dari baki pegawai itu.


"Ups,,,ngga sia sia suka ngintip orang yang lagi latihan sendiri. Hehehe,,," ledek Sherly yang dengan refleknya berkelit dan menangkap lemparan Cerryl.


Ulah Sherly pun jadi ledakan tawa seisi ruangan. Termasuk Sherly sendiri yang akhirnya ikut tertawa. Sungguh keakraban mereka tidak pernah bisa dipisahkan oleh ruang dan waktu. Dimana bertemu sudah pasti heboh,walaupun melalui media sosial sekalipun.


"Cerr,,,kenapa ngga ajak kita?"


Johan mulai memancing pembicaraan setelah mereka kembali tenang dan mencicipi minuman juga camilan yang disuguhkan.

__ADS_1


"Iya,Cerr,,,apa sekarang kita sudah ngga begitu penting ya?" timpal Dian.


Cerryl tersenyum. Ia masih asyik menikmati honeylemon kesukaannya. Membuat Vivi,Cita juga Sherly tak sabar menunggu jawaban. Sementara Dian dan Johan sudah paham akan sifat Cerryl.


"Bukan begitu,,,aku cuma ngga mau merepotkan kalian. Lagian ini kan cuma latihan dasar aja kok" jawab Cerryl santai.


"Cerr,,,kalau niat itu jangan setengah-setengah"


"Aku tahu maksud kamu. Tapi kan harus melihat keadaan juga,,," jelas Cerryl menjawab Johan.


"Nah,itu dia,,,kenapa kita ngga diajak?" seru Vivi.


Akhirnya Cerryl terus menerus diberondong dengan pertanyaan juga keluhan dari para sahabatnya itu. Sherly tidak berani ikut bicara. Ia hanya menjadi penyimak dan penikmat hidangan.


Sanggahan demi sanggahan pun Cerryl berikan dengan lembut. Berharap apa yang diucapkannya tidak menyakiti atau menyinggung perasaan sahabatnya.


Akhirnya mereka pun sepakat untuk melanjutkan niat Cerryl bersama-sama. Bagaimana pun,persahabatan yang mereka jalin telah melalui liku-liku dan perjalanan panjang. Jadi apa yang menjadi keinginan Cerryl,sudah pasti para sahabatnya pun akan selalu ada dan membantunya. Terlebih Cerryl telah menjadi panutan mereka walaupun usia mereka sepantaran.


Dua hari menjelang pembukaan,Johan membawa kabar yang mengejutkan Cerryl. Sampai sampai Cerryl seperti kehilangan kontrol diri.


"Maksud kamu,kak Hadi akan ikut dalam program ini?" ucapnya seakan tak percaya.


"Bukan cuma kak Hadi. Tapi ada rekan juga juniornya yang ingin ikut membantu" jelas Johan.


"Apa!? kamu ngga bercanda kan?"


Cerryl masih belum percaya dengan apa yang telah didengarnya.


"Ya,Tuhan,,,terima kasih atas kabar baik ini,,,"


Cerryl merapatkan kedua telapak tangannya saling menggenggam di atas dadanya sambil sedikit menundukkan wajahnya. Wujud syukur atas segala apa yang telah diberikan kepadanya. Baru saja akan melakukan satu kebaikan,sudah diberikan begitu banyak kemudahan.

__ADS_1


Belum hilang rasa harunya,Vivi dan Cita datang.


"Okey,beres,,,bahkan ada meminta untuk ikut menjadi donatur tetap,Cerr,,," ucap Vivi.


"Ada lagi,Cerr,,," timpal Cita.


"Om Burhan,akan memfasilitasi dan meminta kegiatan ini dimasukkan dalam program yayasan. Keren kan,,," lanjutnya.


Cerryl tak mampu membendung terlalu lama. Titik titik butiran bening yang menyudut di kedua matanya mulai membesar dan akhirnya tumpah,mengaliri kedua belah pipi melintasi sudut bibir hingga akhirnya terjatuh ke lantai setelah menggelantung di belah dagunya.


"Alhamdulillah,,," syukur Johan.


"Alhamdulillah,,," ucap Cita


"Puji syukur,,," Cerryl memejamkan matanya.


Setelah merasa tenang dan bisa mengendalikan diri dari rasa syukur yang teramat dalam,Cerryl ditemani tiga sahabatnya pergi ke yayasan untuk menyampaikan kabar baik dan amanat kepada pengurus agar segera bisa direalisasikan.


Sambil menunggu proses selanjutnya,Cerryl telah menyusun jadwal untuk acara pembukaan nanti. Rencananya,semua pihak yang terlibat akan diundang untuk hadir dalam acara peresmian dan pembukaan itu. Baru setelah itu para pelatih akan ditugaskan secara bergantian setiap minggunya,beserta para junior yang ingin ikut berlatih bersama.


Kehadiran junior disana,diharapkan akan membangkitkan semangat anak-anak panti. Sekaligus membangun rasa percaya diri mereka,bahwa di luar sana masih ada anak-anak seusia yang peduli dan mau bersosialisasi dengan mereka.


Begitu pula dengan para junior. Diharapkan mereka bisa menumbuhkan dan memupuk ikatan persahabatan juga bisa berbagi kebahagiaan pula bersama dengan anak-anak panti.


Sungguh suatu kegiatan positif yang seharusnya banyak dilakukan dan didukung oleh para dermawan. Karena dengan kegiatan itu,akan tercipta hubungan timbal balik antara anak-anak yang hidup serba kecukupan akan bisa merasakan betapa bersyukurnya mereka dengan segala apa yang mereka miliki. Dan bagi anak-anak panti,mereka akan merasa terhibur dan terharu bahwa dengan keadaan mereka yang serba kekurangan,ternyata masih ada yang mau berteman dan berbagi ke bahagiaan bersama mereka. Karena sesungguhnya kepedulian kita yang mampu menumbuhkan semangat mereka tuk terus menjalani kehidupan,sekalipun dalam keadaan serba kekurangan.


Langkah Cerryl dan sahabatnya telah membuka mata batin mereka. Harta Tahta dan Kemewahan,tidaklah bisa menjamin kebahagiaan seseorang. Sebaliknya,dalam hidup yang serba kekurangan tidak menghalangi mereka untuk bisa tersenyum dan menebarkan keceriaan.


Tanpa sadar,sepasang mata telah memperhatikan Cerryl dengan senyum dan kebanggaan yang luar biasa dalamnya. Orang itu begitu memuji dan menghargai apa yang Cerryl lakukan. Di tengah kesibukan mengurus usahanya,gadis itu masih bisa menyempatkan waktu untuk memikirkan berbagi kebahagiaan walau hanya sedikit. Setidaknya itu mampu membantu meringankan beban mereka.


Orang itu pun berjanji akan terus mendukung segala kegiatan positif Cerryl dalam membantu orang orang yang kurang mampu. Baik dengan ucapan,perbuatan atau pun materi.

__ADS_1


__ADS_2