Cinta Yang Terhalang

Cinta Yang Terhalang
Kejutan Kencan Pertama


__ADS_3

Cerryl tak henti-hentinya berdecak kagum dan nyaris tak percaya. Pandangannya mengedar ke seluruh ruang. Sementara tangan kiri Hadi terus saja memegang tangan kanan Cerryl,membimbingnya berjalan.


Cerryl terbawa dan terbuai dalam ingatan yang tak kan pernah terlupa. Sambil mengikuti kemana tangannya ditarik, Cerryl masih membayangkan sebuah pondok yang indah. Dimana sekelilingnya bertaburan aneka bunga warna warni yang menebar aroma semerbak.


Benar saja,,,Setelah memasuki gedung dan melintasi jajaran kursi dan meja di ruang itu,di kejauhan Cerryl dapat melihat deretan bangunan pondok mungil yang saling terhubung oleh tatanan batuan alam sebagai lintasannya. Aneka rupa dan warna tanaman bunga menjadi penyekat tanpa dinding antara pondok satu dengan yang lainnya.


"Puji Tuhan,,,apakah aku bermimpi yang untuk kedua kalinya?" bisik hatinya.


Persis di pintu samping gedung rumah makan itu,Hadi memperlihatkan pemandangan yang sama persis seperti dalam mimpi Cerryl. Nyaris berteriak, Cerryl memandangi wajah Hadi dalam-dalam. Membuat Hadi sedikit bingung saat mendapati raut wajah penuh takjub Cerryl.


"Kenapa?" ucapnya lirih.


Cerryl masih belum bisa berkata apa-apa. Melihatnya saja bagaikan mengalami mimpi yang sama. Karena semua yang pernah ia lihat di mimpi itu benar-benar nyata dan sama persis.


"Apakah aku pernah melakukan perjalanan dengan mesin waktu?"


Sontak saja Hadi terkejut mendengar lirih pertanyaan Cerryl. Keningnya agak berkerut.


"Maksud kamu,,,?" tanya Hadi.


"Aku pernah bermimpi,,," ucap Cerryl.


"Ouh,,," cegat Hadi.


Tanpa memperdulikan Cerryl yang sedang mencoba meneruskan kalimatnya,Hadi membawa Cerryl ke luar menuju salah satu pondok. Dan sedikit berteriak, Cerryl tiba-tiba berkata sambil menunjuk salah satu pondok yang berada di sudut halaman.


"Yah itu dia,,,! disana ada beberapa ornamen gantung cantik dan lucu. Yang katanya itu adalah pondok khusus dan tidak bisa dipesan" jelasnya pelan.


Lagi-lagi Hadi terkejut. Bukan karena ucapan di awal yang setengah berteriak. Tapi karena Cerryl ternyata tahu kalau pondok itu adalah pondok khusus dan tidak bisa dipesan oleh siapa pun. Begitu pula dengan ornamen gantung dan hiasan dindingnya,memang berbeda dengan pondok pondok yang lainnya.


Sambil terus berjalan,Hadi membimbing Cerryl menuju pondok itu. Menunggu saat untuk bertanya banyak kepada Cerryl atas kebingungannya itu.


"Benaran,kak. Ini nyata,,," seru Cerryl.


Hadi membiarkan Cerryl menikmati kekagumannya. Mengedarkan pandangan ke sekeliling ruang sambil sesekali menyentuh dan memegang sesuatu yang menarik minatnya.


Seorang pelayan datang membawakan welcome drink serta buku menu. Setelah mendapatkan kode isyarat,pelayan itu pun pergi. Bersamaan dengan duduknya Cerryl setelah puas menikmati apa yang ia lihat.

__ADS_1


"Cerr,,,apa kamu benar-benar pernah kesini?"


Hadi mulai bertanya dengan hati-hati. Rasanya sudah tidak kuat lagi untuk menahannya lama. Karena ia begitu penasaran dengan tingkah Cerryl yang tahu banyak tentang tempat itu. Dan yang lebih membuatnya penasaran adalah bagaimana ia tahu apapun yang ada di tempat khusus itu,karena selain Hadi dan pemilik tempat itu,tidak ada yang bisa masuk dan memesannya.


"Kak,,,jujur Cerryl belum pernah datang kesini di alam nyata. Tapi Cerryl pernah bermimpi datang kesini. Dan semuanya sama persis dengan apa yang Cerryl lihat di dalam mimpi itu"


Cerryl mencoba menjelaskan kepada Hadi dengan perlahan. Berharap Hadi bisa menyimak dan mengerti kenapa ia bisa tahu semuanya tentang tempat itu.


Tentu saja penjelasan Cerryl tidak bisa begitu saja dapat diterima oleh pikiran Hadi.


Walau begitu,Hadi belum bisa mengerti dan menerima penjelasan Cerryl. Tapi semua yang dikatakan Cerryl diakui Hadi semuanya benar. Terutama tentang pondok yang sedang mereka tempati.


"Okey,,, anggaplah kalau masalah tempat ini adalah suatu kebetulan yang sama dengan mimpi kamu. Tapi ada satu hal yang belum aku mengerti. Kenapa juga dalam mimpi kamu itu,kamu tahu kalau tempat ini adalah tempat khusus dan tidak bisa sembarangan dipesan,,,"


Hadi menepuk dahinya pelan. Cerryl pun tidak mengerti kenapa ia bisa bermimpi dan mengetahuinya tentang tempat itu secara rinci. Terlebih ia masih hafal dan ingat dengan mimpinya itu.


"Kak,,,"


Cerryl berusaha untuk menceritakan semuanya. Karena dari awal ia belum menyebut dengan siapa ia bermimpi datang ke tempat itu.


Ada rasa penasaran lagi mendengar Cerryl dalam usaha untuk melanjutkan kalimatnya.


"Sebenarnya dalam mimpi itu,kakak lah yang membawa Cerryl kesini,,,"


Cerryl langsung menundukkan wajahnya setelah selesai berkata. Hingga tidak melihat semburat wajah keheranan dari wajah Hadi saat mendengar kalimat Cerryl tadi.


Suasana pun hening sesaat. Keduanya terdiam saling mencoba mengartikan dan memahami apa yang terjadi. Hingga akhirnya tiga orang pelayan datang membawa beberapa pesanan.


Keduanya cepat mengendalikan diri. Hadi mempersilahkan mereka meletakkan bawaan mereka untuk disajikan di meja. Sementara Cerryl dengan sedikit bergumam memperhatikan mereka saat satu persatu meletakkan hidangan di meja.


Hadi seperti disambar petir. Tanpa sengaja ia melihat dan mendengar suara lirih Cerryl saat menyebutkan lebih dulu apa yang akan diletakkan di atas meja. Padahal Cerryl sama sekali tidak melihat ke arah pelayan. Matanya hanya tertuju ke atas meja mereka. Cerryl begitu lancar menyebutkan apa yang akan mereka letakkan dari awal sampai akhir. Semua berurutan dan ia menyebut lebih dulu sebelum pelayan meletakkannya.


Setelah selesai,ketiga pelayan itu tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Mereka pun pamit setelah mempersilahkan Hadi dan Cerryl untuk menikmati sajiannya.


Lain hal dengan Hadi. Ia masih terlihat seperti orang bodoh yang menyaksikan acara sulap secara live.


"Apa ini juga termasuk dalam mimpi kamu?" akhirnya Hadi pun berucap

__ADS_1


"Iya,kak,,," Jawab Cerryl mengangguk.


"Masya ALLAH,,, aku benar-benar tidak percaya bisa mendengar dan melihat semua ini dengan mata dan telingaku sendiri,,," ucap Hadi sambil mengelus dadanya.


"Cerryl juga bingung kak. Kenapa mimpi itu sekarang Cerryl alami di dunia nyata?"


Hadi semakin kalau Cerryl tidak mengarang cerita. Karena semua kejadian itu sama dengan apa yang ia ceritakan dalam mimpinya. Tanpa sadar ia pun menatap wajah Cerryl dalam-dalam. Seolah sedang menyelami kedalaman hatinya.


Cerryl yang merasa diperhatikan pun tidak bisa diam. Perasaannya bercampur aduk antara senang dan risih karena sikap Hadi. Akhirnya ia pun mencoba mengalihkannya dengan tindakan.


"Ayo,kak,,,ngga enak kalau sampai dingin" ucap Cerryl sambil mengambil potongan sandwich dan mengarahkan ke mulutnya.


"Iya,,,ya,benar,,," jawab Hadi sedikit gugup dan malu.


Hadi pun mengambil potongan sandwichnya sendiri sambil tersenyum. Dalam hatinya ia menertawakan dirinya sendiri karena Cerryl memergokinya sedang menatapi wajahnya.


Keduanya pun menikmati hidangan mereka.


Dalam keadaan seperti itu,baik Hadi juga Cerryl sudah bisa menguasai perasaan masing-masing. Percakapan pun kembali terjadi di sela kegiatan makan dan minum.


"Oh,iya,,,apa tadi kamu juga tahu kalau aku akan memesan sandwich dan punch ini?" ucap Hadi.


"Iya,,," jawab Cerryl singkat.


"Pantas kamu cuma melirik saat aku menuliskannya tadi,,," gumam Hadi.


"Tapi kak,dari mana kakak tahu kalau Cerryl suka sandwich juga punch ini?"


Cerryl mulai sadar dan penasaran. Hadi pun terdiam. Dalam hati ia sendiri bingung kenapa tiba-tiba ia menuliskan begitu saja tanpa tahu apa yang ingin dipesan dan disukai Cerryl.


"Iya,ya. Aku juga ngga tahu. Aku cuma menulis apa yang ada dipikiranku saat itu" jelasnya.


"Tadinya aku mau tanya kamu,tapi berhubung kamu lagi asyik sendiri,ya sudah,,,aku pesan ini double"


Akhirnya keduanya pun tersenyum dan tertawa kecil mengingat kejadian itu. Walaupun banyak moment yang nyaris tidak bisa dikatakan sebagai sesuatu yang hanya serba kebetulan saja. Mungkin itulah jalan dan cerita kehidupan yang telah digariskan. Sehingga keduanya bisa bertemu dan bercengkerama di tempat itu.


Apa pun namanya,,, setiap manusia sudah mempunyai catatan kehidupannya masing-masing. Tinggal bagaimana cara mereka untuk bisa menemukan dan menjalaninya.

__ADS_1


__ADS_2