
Cerryl perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan area parkir menuju pintu masuk restauran. Walau tidak begitu ingin,tapi mau tidak mau ia harus datang. Karena mengingat hubungan baik antara orang tuanya dengan keluarga besar Reza.
Di pintu masuk,dua orang wanita berseragam hitam biru segera membimbingnya setelah melihat dan membaca undangan yang Cerryl tunjukkan. Menuju ke ruangan di lantai dua yang rupanya telah dipesan khusus untuk acara keluarga besar tuan Yohanes dan nyonya Natalie,orang tua dari Reza.
"Cantiknya calon menantu,tante,,,"
Sambut seorang wanita tengah baya saat melihat kedatangan Cerryl. Yang jelas sekali seketika itu juga beberapa pasang mata segera melirik ke arah Cerryl. Termasuk Reza.
"Tante terlalu memuji,,,"
Jawab Cerryl dengan senyum yang dipaksakan sambil menyalami tuan Yohanes dan nyonya Natalie. Selebihnya,Cerryl hanya menyalami yang lain dengan merapatkan kedua telapak di hadapan wajahnya sambil setengah membungkuk.
Reza yang sudah bangkit dan berdiri di sisi ibunya,segera menarik kursi dan mempersilahkan Cerryl untuk mengambil posisi duduk di sebelahnya.
Lagi-lagi Cerryl hanya bisa tersenyum dengan terpaksa. Segera duduk untuk menghindari tatapan nakal Reza yang entah sudah berapa lamanya tidak ia temui.
"Cerryl,,,kami sengaja mengundang kamu kesini karena ada keluarga dari om yang ingin melihat keponakan menantunya,,,"
Ungkap nyonya Natalie sesaat setelah Cerryl baru saja duduk. Cerryl tidak terkejut. Ia sudah menebak dari awal tujuan perjamuan ini. Karena Cerryl sebelumnya sudah mendengar kalau tuan Goerge baru datang dari Belanda. Selain urusan bisnis,tentunya juga mengunjungi adiknya,tuan Yohanes sekeluarga.
Tuan Goerge memang sudah lama tinggal dan menetap di Belanda. Jadi sudah pasti ini adalah kesempatan baik untuk berkunjung dan mengenal calon keluarga baru mereka.
Cerryl masih diam dengan senyum keterpaksaannya. Mencoba mencari cara agar tidak mengacaukan acara perjamuan itu.
Satu persatu pelayan mulai masuk dan membawakan menu hidangan pembuka. Gelak tawa,canda riang pun mulai merebak. Ada yang membicarakan bisnis,rumah tangga juga gosip-gosipnya. Namun tuan Goerge lebih tertarik untuk berbincang dengan Cerryl. Seolah sedang menelanjangi Cerryl agar ia tahu seberapa pantasnya Cerryl bila masuk ke dalam keluarga besar mereka.
Tuan Goerge adalah anak tertua sekaligus pemegang utama kendali bisnis dan keluarga besarnya. Tidak seorang pun yang berani menentang dengan semua keputusannya. Termasuk dalam menentukan pasangan hidup dari anak cucu keluarga mereka. Ia memiliki aturan khusus yang tidak bisa dilanggar. Walaupun terlihat ramah,namun sekali mengaum,akan terlihat dengan jelas makna kekuasaannya.
__ADS_1
Cerryl tetaplah Cerryl. Ia tak pernah sedikit pun takut atau merasakan kerisauan hati dengan sikap tuan Goerge. Karena sejujurnya Cerryl tidak pernah setuju dan mau dengan rencana perjodohan ini.
"Cerryl,,,boleh om tanya sedikit sama kamu?"
Tuan Goerge mulai bicara dengan nada ringan setelah meneguk sedikit minuman dari gelas yang dipegangnya.
"Boleh,om. Cerryl akan berusaha untuk menjawab" balas Cerryl tenang.
Suasana pun berubah serius. Seketika mereka terdiam demi menunggu tuan Goerge bicara. Mereka tahu pasti ada sesuatu yang penting dan berkenaan dengan keluarga mereka. Lain halnya dengan Cerryl. Ia terlihat begitu santai dan tenang.
Tuan Goerge pun mulai menjelaskan sedikit mengenai aturan dan kehidupan di dalam keluarga besarnya. Walaupun tidak detail,Cerryl sudah bisa menangkap dan memahami apa maksud yang ingin disampaikan tuan Goerge itu.
Ada sedikit keraguan dalam hati nyonya Natalie. Melihat arah pembicaraan kakak iparnya itu teramat tajam dan menusuk. Bagaimana pun,ia sendiri yang telah berusaha menjodohkan Cerryl dengan putra semata wayangnya,Reza.
Cerryl justru merasa tenang dan senang. Karena sejauh yang ia pahami dari penjelasan tuan Goerge,dirinya tidak mungkin masuk dalam kreteria calon anggota keluarga besar mereka. Perlahan senyuman kemenangan nampak terlihat dari wajahnya. Tentu saja hal itu mengundang banyak peryanyaan dalam hati tuan Goerge juga adiknya,tuan Yohanes. Terlebih lagi dengan Reza. Wajahnya nampak pucat dan muram melihat senyuman Cerryl.
Anggun Cerryl bertutur layaknya seorang tutor. Kalimatnya meluncur deras tanpa terhambat satu kata pun. Halus tetapi dalam bermakna. Walau begitu masih saja meninggalkan dua pemikiran dari mereka yang hadir.
Reza menyikut lembut lengan ibunya,seolah meminta klarifikasi atas perkataan Cerryl tadi. Bagaimana pun pria itu sudah paham apa yang Cerryl maksud. Sedangkan ia sama sekali tidak mengharapkan hal itu. Ia benar-benar telah jatuh hati kepada Cerryl.
"Hem,,,sebaiknya kita nikmati dulu hidangan makan malam kita. Setelah itu kita bahas lagi nanti"
Nyonya Natalie memecah keheningan suasanna. Setelah sebelumnya sudah sedikut memberikan isyarat agar menu perjamuan makan malam segera dikeluarkan kepada salah seorang pelayan yang berdiri di dekatnya,sesaat setelah Cerryl berbicara tadi.
Akhirnya satu persatu pelayan sudah selesai mengantarkan menu hidangan utama. Sementara yang lain sudah siap untuk mengambil beberapa menu dan memindahkan ke piring masing-masing,tuan Goerge nampak mulai memahami sikap adik iparnya itu. Sambil mengambil beberapa menu ke piringnya,ia memperhatikan sikap adik ipar dan keponakannya. Selebihnya terlihat biasa dan normal dalam menikmati hidangan. Hanya mereka berdua yang di mata tuan Goerge menunjukkan sikap yang teramat kontras.
Nyonya Natalie teramat gelisah saat menyantap hidangannya. Begitu pun Reza. Seperti ada sesuatu yang membuat keduanya kehilangan selera makan. Tuan Goerge sangat jelas melihat sikap adik ipar dan keponakannya itu. Makan tetapi beberapa kali mata mereka melirik ke arah Cerryl yang tidak begitu memperdulikan sikap Reza dan ibunya. Dengan santainya ia menikmati hidangan itu.
__ADS_1
Begitu pula saat Cerryl tahu kalau tuan Goerge pun terus memperhatikannya. Namun ia sama sejali tidak peduli dan tetap melanjutkan makan malamnya dengan santai. Karena saat itu Cerryl bebar-benar merasa senang dan tenang.
"Akhirnya,,," bisik Cerryl dalam hati.
Malam itu,Cerryl merasakan ada sesuatu yang terlepas. Setelah sekian lamanya bergelayut dalam hati dan pikirannya,malam itu begitu bahagianya Cerryl. Seolah baru saja mendapatkan hadiah utama dari lotre.
Sepanjang perjalanan pulang,tidak henti-hentinya Cerryl melebarkan senyum cerianya sambil sesekali melihatnya sendiri senyum itu dari kaca spion tengah mobilnya.
"Mulai hari ini,aku bisa melakukan apa yang aku mau tanpa harus memikirkan perasaan Reza juga tante Lie,,," ucap lirihnya.
Semilir angin mengusap lembut
membelai ,,, menjentik,,,
menggugah kuntum bunga di taman
yang perlahan mulai mekar
menampakkan pesona indah
menebarkan aroma semerbak
melenakan jiwa jiwa resah
tuk bangkit dan berdiri
bersama menikmati keindahan hati
__ADS_1