Cinta Yang Terhalang

Cinta Yang Terhalang
BERBAGI Kebahagiaan


__ADS_3

Hari itu Cerryl begitu bahagianya. Membuat para pegawai kedai CERIA juga mini marketnya keheranan dengan tingkahnya. Walaupun selama itu Cerryl memang termasuk bos muda yang cantik juga baik,saat itu tiba-tiba jauh lebih baik dan amat periang. Menebarkan senyum lepas nan lebar pada setiap pegawai juga orang yang ditemuinya.


"Hey,,,hey,,,setan apa yang merasukimu?"


Sherly sudah tidak bisa menahan rasa keingintahuannya. Semula ia senang melihat sahabat karibnya begitu riang dan ceria. Tapi lama-lama ia pun merasa ada yang aneh dalam diri Cerryl.


"Apa sih,,," balas Cerryl lembut.


Cerryl menutup lembaran kertas yang sedang ia baca dan pelajari. Kemudian bangkit dari duduk di ruang kerjanya menuju sofa ruang santai di depan ruangannya.


"Hari ini adalah hari kebebasanku,,,"


Cerryl merebahkan tubuhnya di sofa. Kepalanya sengaja bersandar di pangkuan Sherly yang duduk di sebelahnya. Kedua tangannya merentang lebar dengan mata menatap wajah Sherly yang makin keheranan.


"Maksudnya,,,,?"


"Semalam,aku diundang om Goerge"


"Apa,,,!?" cegat Sherly.


Perlahan telapak tangan kirinya ditempelkan ke kening Cerryl. Membuat Cerryl mengkerutkan kening memasang wajah heran.


"Kamu sudah gila ya?ngga mau sama keponakannya,sekarang malah main api sama omnya,,,"


Sherly menggelengkan kepala. Mengira bahwa sikap aneh sahabatnya itu hari itu karena sedang kasmaran dengan om Goerge.


"Cerr,,,aku tahu kamu lagi galau sama kak Hadi. Tapi kenapa juga harus sama om Goerge? ingat Cerr,,,om Goerge itu sudah ,,,"


Sherly pun tak bisa meneruskan kalimatnya. Wajahnya langsung murung dan menatap dalam ke wajah Cerryl. Tangan lembutnya segera mengusap rambut sahabatnya pelan.


"Hahaha,,,"


Tawa Cerryl pun pecah. Nyaris membuat jantung Sherly berhenti berdetak saking terkejut bercampur heran.


"Kamu yang sudah gila,non. Berpikir kalau aku menyukai om Goerge. Hahaha,,,"

__ADS_1


Cerryl makin menjadi. Walaupun kepalanya masih bersandar di pangkuan Sherly,gadis itu terpingkal-pingkal sampai-sampai ia harus memegangi perutnya.


Sherly yang kali ini mengerutkan kening. Semakin penasaran dengan sikap sahabatnya itu.


"Sher,,,aku ngga mungkin segila itu. Lagian,om Goerge itu omnya Reza. Mana mungkin aku bisa segila itu,,,"


Cerryl sudah bisa mengendalikan diri dan berusaha untuk menjelaskannya. Ia pun bangkit dan duduk merapat di sebelah Cerryl. Kedua tangannya kini yang berada di pangkuan Sherly sambil menggenggam erat telapak tangan sahabatnya.


"Semalam om Goerge sudah bicara panjang lebar tentang silsilah keluarga besarnya termasuk semua aturan dan kehidupan mereka. Hingga akhirnya sampai membahas masalah calon anggota keluarga baru yang akan dan bisa masuk ke dalam keluarga mereka,,,"


Sherly terdiam. Mencoba memahami kalimat yang diucapkan Cerryl dengan serius.


"Intinya adalah,,,aku tidak akan mungkin bisa masuk menjadi anggota baru keluarga mereka. Artinya,perjodohan tante Lie tidak diterima sama om Goerge" lanjut Cerryl.


"Ouh,,," desah Sherly. Sedikit paham dengan penjelasan Cerryl.


Akhirnya Sherly pun memeluk erat tubuh sahabatnya dengan haru. Ia seakan ikut merasakan bagaimana bahagianya bisa terlepas dari tali jerat yang selama itu mengekang kehidupan Cerryl. Bagaimana pun,Sherly tahu kalau Cerryl terpaksa menjalani perjodohan sepihak demi menjaga nama baik kedua orang tuanya yang telah lama menjalin hubungan bisnis dengan orang tua Reza.


"Akhirnya kamu bebas,Cerr,,,"


Tanpa terasa Sherly menitikkan air mata saat membisikkan kalimat itu. Ia pun mempererat pelukannya dan dibalas Cerryl sambil menggangguk pelan dalam pelukan.


"Berangkat,,,!" cegat Cerryl memotong kalimat Sherly.


"Yeay,,,!" jawab Sherly senang.


Keduanya pun bangkit dan bergegas pergi menuju tempat dimana mereka berdua biasa menghabiskan waktu tuk bersenang-senang. Setelah berbicara sebentar dengan pegawainya,Cerryl bergandengan dengan Sherly menuju area parkir.


Tidak sampai satu jam,keduanya sudah tiba di sebuah rumah sederhana namun teramat asri. Beberapa anak usia belasan tahun yang melihat kedangan mereka segera berlari dan menghampiri Cerryl dan Sherly. Dalam sekejap,keduanya sudah dikerumuni puluhan anak yang tadi masih berada di dalam ruangan,saat melihat temannya berlari dan menghampiri dua orang yang sudah begitu akrab dengan mereka,akhirnya ikut berhamburan dan menghampiri.


Peluk hangat dan cium sayang terumbar bergantian disana. Membuat para pengurus tersenyum dan terharu melihatnya.


Ya,Cerryl dan Sherly memang sudah sering datang dan menghabiskan waktu senggang mereka tuk bermain dan berbagi bersama para penghuni panti itu. Bahkan Cerryl sudah menjadi donatur tetap dengan menyisihkan sekian persen dari hasil usahanya tuk membantu meringankan sedikit beban panti.


Setelah puas bermesraan,mereka pun berjalan masuk ke dalam. Ada yang kembali ke ruang belajar karena memang saat itu jam belajar mereka belum selesai. Para pembimbing memberikan waktu sebentar kepada mereka tuk pergi menyambut orang yang telah mereka anggap sebagai kakak angkat. Ada pula yang sedang bermain setelah jam belajar mereka sudah selesai.

__ADS_1


Cerryl dan Sherly berjalan mengelilingi panti. menyalami para pembimbing saat melewati ruang belajar juga menyalami pengurus yang berada di ruang pengurus. Hingga akhirnya duduk bersama di ruang bermain yang terletak di antara dua bangunan panti. Di area terbuka itu,ada kolam kecil yang cantik dikelilingi tanaman bunga beraneka warna. Dengan gemericik air pancuran,terasa teduh seiring kicauan burung-burung yang datang dan hinggap di tiga pohon besar rindang yang menaungi taman itu.


"Hari ini kakak kelihatan cantik sekali,,,"


Ucap seorang gadis kecil yang bersandar dalam dekapan Cerryl.


"Kamu juga sudah makin cantik sekarang"


Jawab Cerryl sambil menghadiahi gadis kecil itu dengan ciuman di kening. Membuat gadis kecil itu tersenyum manis.


Sherly yang baru selesai membagikan bingkisan kepada pengurus dan pembimbing,datang dan membawa beberapa bungkusan dibantu anak-anak panti yang usianya hampir remaja. Yang laki-laki membawa bungkusan berat,sedang yang perempuan membawa bungkusan ringan. Semuanya diletakkan di meja area bermain. Menunggu yang masih berada di ruang belajar menyelesaikan jam belajarnya.


Memang agak unik kedua sahabat ini dalam mencurahkan rasa kebahagiaan mereka. Bukan di tempat hiburan atau daerah wisata. Tapi mereka lebih suka untuk berbagi kebahagiaan dengan para anak terlantar dan yatim piatu. Bagi Cerryl,bisa melihat mereka bermain dan bercanda dengan riang,sudah membuatnya bahagia.


"Oh iya,mulai minggu depan,kakak akan mengajar ilmu beladiri buat kalian. Apa kalian mau ?" ucap Cerryl di sela makan bersama.


"Mau,,,!!!" jawab mereka kompak..


"Bener kakak mau ajari kita?"


Tiba-tiba seorang bocah laki-laki berdiri sambil menunduk.


Cerryl terdiam sejenak memperhatikan. Sherly dan anak-anak yang lain pun ikut melihat ke arah bocah itu.


"Kamu kenapa?" ujar Cerryl.


Ia berdiri dan mendekati bocah itu. Dengan lembut tangannya meraih dagunya dan perlahan mengangkat wajahnya agar Cerryl bisa melihat wajah bocah itu.


Sebenarnya Cerryl sudah tahu. Sewaktu di ruang pengurus,Cerryl diberitahukan bahwa ada seorang anak asuhnya yang dipukuli karena dituduh mencuri saat hendak mengembalikan dompet yang terjatuh. Dan orang yang menuduhnya adalah orang yang berniat mengambil dompet dari tas seorang ibu tapi terjatuh. Orang itu pun tak berani mengambilnya.


Si bocah polos itu melihat kejadian itu. Ia pun mengambil dan berniat memberikannya kepada ibu itu,namun si pencuri yang gagal marah dan meneriaki bocah itu sebagai pencuri,sebelum sempat berjalan mendekati ibu itu. Sontak orang yang mendengar teriakan itu memukuli bocah itu karena melihatnya sedang memegang dompet itu.


"Kakak sudah tahu,kamu ngga salah kok"


Cerryl pun memeluk bocah itu.

__ADS_1


"Kakak mengajarkan ilmu beladiri bukan untuk berkelahi, tapi untuk menjaga diri dan untuk membantu orang yang tertindas. Intinya ini hanya digunakan untuk kebaikan,,,"


Semua mengangguk tanpa suara mendengar Cerryl bicara. Para pengurus dan pembimbing pun demikian.


__ADS_2