
Dalam hati nya, ia berkata. Aku akan membuat kamu menjauh dari kakak ku Mela, menjauh sejauh jauh mungkin dari kakak ku. Untuk selama nya.
Kemudian dia pun mengajak teman nya itu untuk pulang. Dalam hati ia masih terbayang akan kakak nya yang sedang bersama Mela itu.
Sedang kan Faizal dan Mela makan di sebuah rumah makan padang, ini makanan favorit Mela.
"Kamu senang banget makan di sini Mel, hampir tiap kali makan kamu ajak aku kesini". kata Faizal pada Mela.
"Iya,,, karna makanan di sini semua nya enak kak". Kata nya.
"Dari dulu aku dan nenek sering kesini. Di tambah ia tidak jauh kan dari toko bunga ku". Kata nya lagi.
"Oh... Itu alasan kedua nya ya Mel, tempat ini jadi favorit kamu. Karna dulu kamu dan nenek mu suka makan di sini". Kata nya.
"Iya.... Nenek sangat suka masakan padang." kata nya berubah murung karna ingat nenek nya yang tersayang.
"Udah, jangan murung gitu, makan aja. Nebek mu pasti sudah bahagia di sana kan. Doa kan aja, murung mu tak kan merubah apa pun Mel". Kata Faizal.
__ADS_1
Iya.... Dia tahu, jika takdir tidak akan bisa di ubah. Yang pergi tak akan kembali, murung dan sedih bukan nya akan membuat mereka yang telah pergi kembali. Itu akan menambah luka di hati. Yang bisa kita lakukan hanya lah berdoa.
Mela pun makan, melahap makanan yang ada di depan nya. Faizal menatap nya dengan senang, karna gadis di depan nya ini tidak murung lagi. Bahkan berubah ceria kembali.
"Kakak kok gak sibuk ya di rumah sakit". Kata nya sambil makan.
"Ya... Lumayan sibuk sih Mel, tapi buat makan adalah waktu". Kata nya.
"Oooo.... Gitu ya." kata nya tanpa banyak komentar.
Faizal sekarang melupa kan masalah nya untuk balas dendam pada Mela dan mama nya. Yang ia ingin kan malah selalu ada di samping gadis cantik itu. Ia ingin menjaga gadis cantik itu untuk selama nya. Bahkan, ia ingin selalu mencium wangi nya seorang Mela. Wangi yang selalu melekat pada Mela tidak pernah berubah.
"Mel, pulang nanti aku jemput ya". Kata Faizal menawar kan.
"Gak usah kak, aku pulang sendiri aja. Kakak kan pulang nya agak cepat dari pada aku. Apa lagi jika toko bunga ku ramai pelangan, pasti kakak akan nunggu lama deh". Kata nya menolak.
"Gak papa Mel, sekalian pulang kan". Kata nya.
__ADS_1
Tapi tiba tiba hp Faizal berbunyi, ada yang menelpon nya. Dia pun melihat hp nya, ternyata om nya yang menelpon.
"Sebentar ya, Mel. Ini om nelfon mungkin ada perlu." kata nya pada Mela.
"Iya,,, angkat aja kak". Kata Mela.
Faizal pun mengangkat telfon dari om nya.
"Hallo om... " kata nya. Dan terdengar lah suara cemas dari seberang sana.
"Apa om, Vina masuk rumah sakit". Kata nya lagi.
"Iya,,, aku segera kesana om." kata Faizal lagi.
Faizal pun menutup telfon dari om nya itu.
"Maaf Mela, aku harus segera kerumah sakit. Vina sepupu ku masuk rumah sakit karna penyakit nya kambuh." kata nya dengan wajah khawatir.
__ADS_1
"Iya sudah kak, aku gak papa kok sendirian. Sepupu mu lebih penting". Kata nya.
"Maaf kan aku Mela". Kata nya lagi. Ada rasa bersalah di hati nya pada Mela.