Cintaku Berlabuh Padamu Adikku

Cintaku Berlabuh Padamu Adikku
S1 pulang kerumah


__ADS_3

Karna kondisi nya yang sudah membaik, maka Faizal sudah di boleh kan untuk pulang kerumah. Mama dan papa juga ikut menjemput nya.


Faizal keluar dari rumah sakit, setelah papa selesai mengurus semua nya tadi.


Mela membantu Faizal untuk berjalan, walau pun dia sudah bisa pulang. Itu bukan bearti Faizal sudah sembuh total. Ia masih dalan keadaan yang lemah dan dalam tahap penyembuhan lagi. Kepala nya saja masih mengguna kan perban. Bagai mana bisa di kata kan ia sudah sembuh.


"Mela, bisa kah kamu membawa ku kemakam Tika." kata Faizal saat mereka sudah berada dalam mobil.


"Kamu masih perlu banyak istirahat kak, apa kamu yakin ingin langsung kemakam Tika." kata Mela.


"Aku yakin Mela, aku ingin sekali melihat makam nya Tika." kata Faizal.


"Baik lah, nanti aku bawa kak Faizal kesana." kata Mela.


Mama dan papa pun masuk kedalam mobil, segera mobil melaju melintasi jalan raya. Faizal tidak bicara apa pun selama dalam perjalanan pulang nya.


"Pa, setelah pulang ini papa ada kemana-mana ngak pa?" kata Mela pada papa.


"Papa mau kembali kekantor Amel, ada apa nak." kata papa.


"Gak ada apa-apa pa, hanya bertanya saja." kata Mela.


"Oh... Kirain mau apa kamu nya." kata papa.


Mobil pun sampai di depan rumah, Mela membantu Faizal turun dari mobil.

__ADS_1


"Ma, papa gak masuk lagi ya. Karna ada pekerjaan yang harus papa selesai kan dengan cepat." kata papa pada mama.


"Iya pa, hati-hati ya." kata mama.


Papa pamit juga pada Mela dan Faizal. Dan papa kemudian melaju kan mobil nya menuju kantor nya.


Setelah melihat papa pamit, Mela pun ingin pamit pada mama nya.


"Ma, Mela sama kak Faizal mau pergi kesuatu tempat dulu. Boleh ya, gak lama kok." kata Mela.


"Mau kemana kamu Mel, kan Faizal nya harus istirahat. Masa kamu ajak keluyuran sih." kata mama.


"Gak lama kok ma, aku yang minta sama Mela. Bukan Mela yang ngajak aku."kata Faizal.


"Mau kemakam nya Tika ma, Faizal mau melihat nya." kata Faizal.


"Kamu yakin mau pergi sekarang Zal, kamu baru keluar dari rumah sakit lho nak." kata mama.


"Yakin ma, Faizal udah gak papa kok ma. Jangan cemas sama Faizal, lagian kan sama Mela juga pergi nya." kata Faizal.


Akhir nya mama pun melepas mereka pergi, karna Faizal sangat ingin melihat makam Tika.


Setelah taksi online yang Mela pesan datang, mereka berdua berangkat dari rumah menuju di mana Tika di makam kan.


......

__ADS_1


Ada rasa bersalah dan rasa sesal yang ada di dalam hatu Faizal saat berada di makam Atika. Saat itu, dia sangat emosi pada Tika. Atas apa yang Tika laku kan pada Mela.


Tapi semua itu murni bukan hanya Tika yang melaku kan nya. Jika saja Vina tidak datang dan menghasut Tika. Maka Tika tidak akan seperti saat ini.


Tapi bagai mana pun, itu sudah takdir, tidak ada yang bisa melawan takdir. Tidak ada yang bisa mengubah takdir. Kita hanya bisa menjalani, apa yang telah tersurat.


.....


"Kak, pulang sekarang ya." kata Mela pada Faizal.


"Sebentar lagi Mel, sebentar saja lagi." kata Faizal.


Ia menaburi bunga di atas makam itu, membaca kab doa untuk Tika agar tenang di sana. Kemudian mereka pun pulang kerumah.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


*Jangan lupa mampir di novel baru aku ya.


Judul nya: *rasa yang tertinggal


*pangeran lemah ku.


Mungkin kalian suka dengan cerita nya.


Aku tunggu lho saran dari teman-teman semua. Apa yang perlu di perbaiki*.

__ADS_1


__ADS_2