
Setelah pulang dari butik, Tika langsung menuju cafe yang ada tak jauh dari butik itu. Di sana ia duduk sendiri, tak lama datang pelayan cafe menghampiri nya.
"Permisi mbak, mau pesan apa ya." kata pelayan itu pada Tika.
Tika melihat lembaran menu yang di bawa oleh pelayan itu.
"Aku pesan ini aja, sama ini ya." kata Tika sambil menunjuk kegambar milo dingin dan kentang goreng.
Setelah Tika memesan makanan dan minuman nya, maka pelayan itu pun pergi sambil berkata.
"Tunggu sebentar ya mbak, pesanan nya akan segera datang." kata pelayan itu.
Tika tidak menjawab, pandangan nya kosong kearah luar cafe. Perasaan nya terasa kacau dan hati nya terasa amat sakit, ketika melihat Faizal telah punya pacar bahkan akan segera menikah.
Tak lama pesanan nya pun datang, pelayan itu mempersila kan ia menikmati makanan dan minuman nya. Kemudian pelayan itu pun pergi dari sana.
Tapi, baru saja pelangan itu mau pergi, ada srseorang wanita yang duduk di belakang nya. Memanggil pelagan itu untuk datang pada nya. Karna ia ingin memesan minuman.
Karna suara itu tidak asing bagi Tika, maka ia pun melihat kebelakang nya. Ternyata memang tidak asing lagi, orang di belakang nya adalah Vina, sepupu nya Faizal.
__ADS_1
"Vina.... " kata Tika ketika mata nya dan mata Vina bertemu pandang.
"Atika... " kata Vina agak kaget, karna Tika sudah lama menghilang dari kota itu.
"Kamu Atika..." kata nya lagi.
"Iya,,, aku Atika Vina." kata Tika.
Vina pun berpindah posisi duduk nya, ia duduk di hadapan Tika sekarang.
"Ternyata kamu masih ingat aku Tika, walau pun kita telah lama tidak bertemu." kata Vina.
Vina tersenyum kaku, sahabat baik dari mana datang nya. Aku juga menentang hubungan mu dengan kakak ku dulu nya. Hanya saja aku tidak menunjuk nya pada mu. Tapi, sekarang kamu datang kembali. Ini akan jadi senjata handal ku untuk memisah kan kakak dan wanita itu. Kata Vina dalam hati nya.
"Oh ya, ngomong-ngomong kamu udah ketemu kakak ku belum Tik." kata Vina.
Pertanyaan itu membuat wajah ceria Tika mendadak murung. Karna, ia kembali ingat apa yang telah terjadi barusan.
"Sudah,,,, aku sudah bertemu dengan Faizal tadi nya." kata Tika lesu.
__ADS_1
"Ya... Aku minta maaf ya Tika, ini semua di luar dugaan kami sebagai keluarga kak Faizal lho. Kak Faizal malah ingin menikahi adik tiri nya." kata Vina dengan wajah sedih yang sengaja di buat-buat nya.
"Maksud kamu apa Vin, adik tiri." kata Tika kaget mendengar apa yang Vina kata kan.
"Iya,,, adik tiri nya yang akan ia nikahi itu. Padahal kan masih banyak gadis lain yang lebih cocok." kata Vina lagi.
"Kok bisa gadis itu adik tiri nya, bagai mana cerita nya Vin. Pantasan tadi gadis itu memanggil Faizal dengan panggilan kakak." kata Tika.
"Tadi... Kamu udah ketemu kak Faizal tadi nya ya. Di mana". Kata Vina.
"Iya... Aku ketemu sama Faizal tadi di butik, mereka mencoba baju pengantin nya tadi di sana. Dan gak sengaja ketemu sama aku." kata Tika.
"Tapi tunggu deh Vin, apa yang terjadi sih. Kenapa bisa adik tiri nya gadis itu." kata Tika tak mengerti.
"Iya... Itu semua terjadi setelah tante ku meninggal Tika, om ku menikah lagi dengan wanita yang mempunyai anak gadis. Dan sekarang, kak Faizal malah ingin menikahi gadis yang menjadi adik tiri nya itu." kata Vina bercerita.
"Oh... Jadi mama nya Faizal sudah meninggal ya. Aku baru tahu sekarang." kata Tika.
"Iya... Tante sudah gak ada, dan aku yakin pasti anak dan mama tiri itu punya rencana pada kak Faizal ku. Gak cukup ia rebut om ku, sekarang mau rebut kakak ku." kata Vina.
__ADS_1