Cintaku Berlabuh Padamu Adikku

Cintaku Berlabuh Padamu Adikku
#23


__ADS_3

"Eh,,,, Fit. Kamu kok malah bengong sih". Kata Mela.


"Ng,,,, ngak kok mbak. Aku ingat tadi ada yang pesan bunga, jadi aku memikir kan nya". Kata Fitri berdalih.


Sebenar nya, ia bukan memikir kan pelangam yang memesan bunga di toko mereka. Dia memikir kan bos nya ini.


"Baik lah, biar aku saja yang mengantar kan pesanan nya Fit." kata Mela.


"Tapi mbak,.... Biasa kan ini tugas ku kan". Kata Fitri tidak enak hati.


"Gak papa Fit, hari ini aku ingin jalan jalan keluar, kan sekalian bisa antar bunga". Kata Mela.


Fitri tidak bisa menolak apa yang Mela kata kan. Walau pun bagai mana Mela adalah bos nya di toko bunga. Bagai mana mungkin ia menolak permintaan bos nya ini.


"Baik lah kalo mbak Mela memaksa ingin mengantar kan nya. Aku akan tulis kan di mana alamat nya mbak." kata Fitri.


Fitri pun menulis kan alamat yang pemesan nya kirim kan, kemudia menyiap kan bunga nya dan meletak kan pada sepeda yang biasa nya mereka guna kan untuk mengantar pesanan setiap pelanggan toko mereka.

__ADS_1


"Ini mbak, semua nya sudah siap sekarang. Alamat nya sudah aku letak kan di bunga nya mbak." kata Fitri.


Tanpa kata kata, Mela langsung saja pergi menaiki sepeda nya. Berangkat meninggal kan toko nya menuju alamat yang tertera di bunga yang telah Fitri siap kan.


Dalam perjalanan, karna banyak nya melamun. Mela tanpa sadar tergelincir di pembatas jalan. Dan hasil nya ia terjatuh, kedua lutut dan tangan nya berdarah karna tergores batu jalan.


"Aduuuuh..... Sakit nya". Kata Mela meringis kesakitan.


Di sana ada seorang yang sedang melewati jalan itu. Karna melihat ada yang sedang jatuh di jalan yang lumyan sepi dan rasa nya tidak mungkin ada yang menolong jika tidak ia tolong.


Lelaki itu mendekat dan memarkir kan mobil nya, kemudian ia turun dari mobil nya dan menghampiri Mela yang tertunduk karna kesakitan.


Mela pun melihat kearah kelaki itu, karna suara nya tidak asing lagi bagi nya.


"Mela.... " kata cowok itu.


"Lho kok bisa jatuh di sini sih Mel, jalan nya kan gak ada lubang nya. Masa kamu bisa nyunseb sih". Kata nya lagi.

__ADS_1


"Gak usah banyak omong lho Doni, gak lihat nih lho gue apa apa banget. Malah di tanya gak papa... Gak papa". Kata Mela ngambek.


"Iya... Gue minta maaf. Ayo... Gue bantu berdiri. Kita kerumah sakit yang dekat sini aja". Kata nya.


"Gak perlu kerumah sakit, aku baik baik aja". Kata nya mencoba untuk berdiri.


"Aaaaaaa..... " kata nya ketika ingin memaksa kan agar bisa berdiri.


"Lho jangan bawel kenapa sih Mel, udah tahu ini luka lumayan serius. Tapi malah lho angap enteng, tadi gue tanya gak papa lho marah". Kata nya sambil membantu Mela.


"Iya... Gue salah." kata Mela.


"Ayo, kita kerumah sakit aja". Kata Doni.


"Tapi, sepeda gue gimana Don, dan pesanan bunga untuk pelangan gue juga gimana". Kata Mela.


"Udah, masuk bagasi aja kalo muat. Kalo ngak biar aja di sini". Kata nya enteng.

__ADS_1


"Enteng banget lho ngomong ya, itu sepeda kalo di curi sama orang gimana. Nanti gue antar bunga nya naik apa". Kata Mela yang sudah duduk dalan mobil sekarang.


"Ntah, gue beli baru aja lah." kata Doni makin enteng.


__ADS_2