
Vina terlihat cemberut dan sedih mendengar kata kata yang kakak nya ucap kan. Lebih penting kah wanita itu di banding kan diri nya sekarang. Kata nya dalam hati nya.
Ini tak bisa ia biar kan terus berlanjut, wanita itu harus ia usir jauh dari kakak nya. Supaya tidak merebut kakak nya dari dia.
"Sepenting itu kah janji mu sehingga kamu harus meninggal kan Vina di sini Faizal." kata om nya.
"Tidak apa apa pa, kak Fiazal lebih ingin bersama yang telah ia buat janji dari pada merawat aku disini". Kata Vina.
"Tidak, bukan begitu. Baik lah, aku akan menjaga mu Vina". Kata nya tak enak hati.
Mendengar itu Vina pun merasa senang, karna ia masih menang melawan gadis itu.
Faizal pun permisi keluar pada om nya, ia ingin menelfon Mela.
"Hallo,,,, " kata suara lembut di seberang sana.
"Hallo Mela, maaf kan aku malam ini tidak bisa pulang." kata nya sedikit menyesal.
__ADS_1
"Gak papa kak, lain waktu kita bisa pergi bersama kan." kata Mela menjawab.
Seperti dugaan Faizal, gadis itu tidak akan marah. Walau pun ia telah mengecewa kan hati gadis itu. Tapi gadis itu pasti akan bilang gak papa. Mela tidak pernah memaksa kehendak nya, ini lah yang membuat Faizal merasa sangat nyaman jika bersama Mela.
Setelah berbicara dengan Mela sebentar, ia pun menutup telfon nya. Ia merasa lega dalam hati, Mela bisa menerima alasan nya.
Dia pun kembali kekamar adik sepupu nya. Di sana ada om dan tante nya yang baru datang.
"Zal, om dan tante mau pulang dulu. Kamu jagain adik mu sebentar ya. Nanti om dan tante akan kesini lagi". Kata om nya.
Tante nya ini kurang suka dengan Faizal. Jika bukan Faizal itu seorang dokter, mungkin ia akan memperlaku kan Faizal dengan sangat buruk. Karna dari dulu ia sudah benci dengan anak itu.
"Iya,,, om tante, jangan khawatir. Aku akan jaga Vina dengan baik". Kata Faizal.
Kedua orang tua Vina pun pergi dari kamar itu, mereka berdua pulang kerumah untuk berganti pakaian dan sebagai nya.
"Vin, kenapa kamu bisa kambuh lagi sih. Biasa nya kan kamu jika cuaca panas gak akan kambuh kan". Kata Faizal pada Vina.
__ADS_1
"Gak tahu kak, mungkin karna banyak masalah yang aku pikir kan maka nya bisa kambuh lagi sakit ku". Kata Vina.
"Oh... Obat mu di minum ya". Kata Faizal sambil membawa beberapa macam obat untuk Vina. Vina pun meminum obat nya.
"Kak, boleh aku tanya sesuatu sama kakak." kata nya setelah selesai minum obat.
"Mau tanya apa kamu". Kata Faizal.
"Janji yang kakak bilang tadi itu, janji sama adik baru kakak ya". Kata nya pura pura tidak tahu. Padahal ia sudah tahu janji yang Faizal buat pasti lah dengan nya.
"Nama nya Mela Vin, iya... Kakak memang berjanji dengan nya untuk keluar malam ini". Kata Faizal jujur.
"Apa kah kakak lupa kak, niat kakak kemarin pada nya". Kata Vina.
Perkataan Vina membuat Faizal berubah wajah nya, ia jika Vina tahu bahwa ia telah melupa kan janji ingin balas dendam pada Mela dan mama nya. Ini akan membuat Vina menggagu Mela nanti nya.
"Gak lah Vin, kakak masih ingat dengan janji kakak. Dan ini adalah rencana kakak". Kata Faizal berbohong pada Vina.
__ADS_1