Cintaku Berlabuh Padamu Adikku

Cintaku Berlabuh Padamu Adikku
S1 Faizal sadar


__ADS_3

Telah lewat dari seminggu sejak hari Doni datang, bermacam cara sudah Doni laku kan untuk membujuk Mela untuk pulang.


Tapi malah sia-sia saja, Mela tidak ingin pulang walau sekejap pun. Mandi dan tidur ia laku kan di rumah sakit itu. Mama akan sering datang membawa kan baju ganti untuk Mela.


Fitri juga sering datang untuk menemani Mela, Mela tidak melarang nya untuk meninggal kan toko bunga mereka. Mela seperti menganggap Fitri sebagai saudara nya sendiri. Begitu pun sebalik nya.


Saat ini Fitri yang menemani Mela di kamar rawat Faizal. Sedang kan Doni mengantar mama Mela pulang. Waktu itu, hari sudah agak sore.


"Mbak aku cari makan dulu ya, mbak Mela mau makan apa mbak?" tanya Fitri.


"Aku gak mau apa-apa Fit, kamu aja makan ya." kata Mela lemah.


"Jangan gitu mbak, nanti jika mbak gak makan sakit lho mbak. Terus siapa yang mau jangain mas Faizal nya mbak." kata Fitri.


"Kamu bisa aja jika di suruh mujuk aku ya Fit, aku mau bakso saja lah." kata Mela sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baik lah, mbak Mela tunggu aja di sini ya. Sebentar lagi aku akan kembali mbak." kata Fitri sambil berjalan keluar.


Mela melihat tubuh itu hingga hilang di balik pintu kamar. Dia kemudian menatap orang yang ada di depan nya ini. Mela menggengam tangan Faizal dengan lembut. Air mata nya menetes perlahan.


"Kak, bangun dong kak. Sampai kapan kakak harus tidur di sini. Pernikahaan kita sudah lewat dari seminggu berlalu waktu nya kak. Apa kak Faizal gak sayang lagi sama aku kak." kata Mela meratap sedih.


Lalu Mela pun membenam kan kepala nya di samping tangan Faizal. Ia merasa sangat lelah, lebih dari seminggu ini tidur nya tak teratur dan makan nya juga asal saja.


Tubuh nya tidak cukup makan dan tidak cukup tidur. Tanpa sadar ia tertidur pulas di samping tangan Faizal yang terbaring itu.


Tanpa ia sadari, tangan Faizal bergerak perlahan. Tapi lama kelamaan mata nya terbuka lebar, melihat sekeliling nya.


Ia tidak membamgun kan Mela, ia membiar kan gadis iti tidur di lengan nya dengan pulas.


Tak lama Fitri masuk kedalam kamar sambil memanggil nama Mela.

__ADS_1


"Mbak Mela.... " kata nya sambil membuka kan pintu dan sebelah tangan nya memegang bakso pesanan Mela.


Betapa kaget nya Fitri dengan apa yang ia lihat di dalam kamar itu. Faizal telah bangun dan mengelus rambut Mela dengan lembut.


Faizal bahkan memberi isyarat pada nya supaya jangan berisik. Karna Mela sedang tidur pulas. Tak terasa, buliran bening jatuh dari mata Fitri.


Fitri masih mematung di sana, saat Mela bergerak bangun dari tidur pulas nya. Walau pun Faizal mengisyarat kan jangan berisik, tapi Fitri sudah memanggil nama Mela saat pertama masuk kamar itu.


Mela membuka mata nya, melihat Fitri di ujung pintu. Karna memang wajah nya mengarah kepintu tadi nya.


Ia mengamgkat kepala nya, bangun melihat sekeliling. Saat melihat kearah Faizal, betapa terkejut nya Mela. Faizal telah sadar dari tidur panjang nya.


"Kak,,,, kak Faizal sudah bangun kak." kata Mela sangat bahagia.


"Panggil dokter Fit, ayo..." kata Mela pada Fitri.

__ADS_1


"Iya... Aku sudah sadar Mela, dan maaf kan aku ya." kata Faizal.


Belum juga Mela menjawab apa yang Faizal kata kan. Fitri sudah datang bersama seorang dokter dengan terburu-buru.


__ADS_2