Cintaku Berlabuh Padamu Adikku

Cintaku Berlabuh Padamu Adikku
#21


__ADS_3

Faizal mendengar kan apa yang mereka bicara kan. Dia tidak bermaksud untuk bergabung dengan mereka. Karna hati nya sedang tidak enak. Apa lagi, Mela tidak menangapi diri nya.


"Faizal, gabung sini sekalian. Ini mama kenal kan kamu dengan teman baik nya Mela". Kata mama.


Ya,,, mama dan Faizal sekarang sudah bisa bicara layak nya orang tua dan anak. Hanya saja Faizal yang masih merasa cangung. Apa lagi untuk memulai pembicaraan nya dengan mama tiri nya ini. Tapi lain hal nya dengan mama, mama sudah mengangap nya sebagai anak dalam anggota keluarga nya sendiri.


"Gak usah ma, aku kekamar aja". Kata nya menolak.


"Faizal, tidak baik seperti itu, ini kan tamu nya adik mu". Kata papa lagi.


Mau tidak mau, Faizal ikut bergabung dengan mereka. mereka pun saling bersalaman.


"Doni dan Mela ini bisa di kata kan besar bersama". Kata mama lagi.

__ADS_1


"Iya.... Sayang nya Mela gak anggap aku tante". Kata Doni pura pura sedih.


"Gak angap gimana maksud mu hah..." kata Mela memasang wajah galak nya.


"Ya ampun.... Tu kan tante, dia ingin memarahi ku sekarang." kata Doni.


Mereka berdua terlihat begitu sangat akrab, Fauzal yang melihat semua itu merasa sangat cemburu dan iri. Kenapa Mela bisa begitu akrab dengan semua orang, kata nya dalam hati.


"Ma.... Aku kekamar dulu ya, ada yang ingin aku kerja kan". Kata Faizal pada mama.


Ada rasa sedih di hati Faizal, karna Mela yang selama ini sangat perduli dengan nya. Kini berubah dingin dan berubah bukan seperti Mela yang ia kenal.


Faizal berjalan melewati Mela dan Doni yang sedang berbicara riang. Sesekali di hiasi dengan tawa.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, Doni pun pamit pulang pada keluarga Mela. Karna hari yang sudah sangat malam. Dan tak mungkin untuk nya masih menggangu jam istirahat nya orang.


Setelah mengantar kan Doni sampai depan pintu, Mela pun naik keatas menuju kamar nya.


Sebelum kekamar nya, Mela pasti akan melewati pintu kamar Faizal dahulu. Di lihat nya pintu kamar Faizal tidak tertutup rapat.


Di sana Faizal sedang duduk di atas ranjang nya. Terlihat ia sedang menatap sebuat bingkai foto.


Sebenar nya Mela ingin sekali menyapa nya, apa lagi ia lihat Faizal sedang dalam kesedihan nya. Tapi, ingat apa yang Faizal laku kan pada nya. Itu membuat ia membatal kan akan niat untuk menyapa.


Ia pun terus berjalan menuju kamar nya yang hanya berjarak beberapa langkah dari kamar Faizal.


Semalaman Mela tidak bisa tidur, ia hanya memikir kan satu hal. Yaitu, jika ia akan pindah kerumah lama nya, atau pun pindah ketoko bunga saja. Tinggal bersama dengan karyawan toko nya, di toko bunga milik nya.

__ADS_1


Sampai akhir nya, pagi tiba. Dia bangun lebih awal dan pamit lebih pagi pada mama nya untuk ketoko bunga.. Alasan nya, karna ada hal yang harus ia kerja kan di toko bunga nya. Padahal, sebenar nya ia hanya tidak ingin bertemu Faizal. Dia belum bisa bertemu dengan Faizal, apa lagi untuk sarapan bersama.


Ia pergi lebih pagi ketoko bunga nya. Bahkan, karyawan nya saja belum bangun lagi. Dia sudah sampai di sana. Sepagi itu dia pergi hanya untuk menghindari Faizal.


__ADS_2