
Yah.... Maaf kan aku. Episode nya jadi gini deh. Karna aku lupa, bikin episode nya sama dua kali. Isi nya beda kok, hanya saja judul nya yang beda.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Mama melihat Faizal salah tingkah. Maka cepat cepat mama bikin suasana yang bisa bikin cangung dan salah tingkah hilang.
"Kamu bikin bubur buat Mela, ya.... " kata mama.
"Ini..... Iya mah. Mau bikin buat Mela". Kata Faizal dengan suara pelan.
"Ya sudah, bawa sana kekamar nya. Sebelum Mela tidur nanti". Kata mama.
"Tapi, ini belum siap mah. Masih ada yang kurang, tap aku gak tahu apa yang kurang. Rasa nya jadi aneh dan gak karuan". Kata nya.
"Sini mama bantu, kamu ini." kata mama sambil mengambil alih apa yang tadi Faizal buat.
"Mah,,, boleh Faizal tanya satu hal". Kata nya sambil menunggu mama bikin bubur.
__ADS_1
"Tanya aja nak, ngapain kamh pakai bilang dulu jika mau bertanya". Kata mama.
"Faizal mau tanya, tapi mama jangan marah ya". Kata nya.
"Tanya aja, mama usaha kan gak marah". Kata mama.
"Ma, jika Faizal suka Mela. Apa kah mama dan papa akan marah sama Faizal atau bahkan marah sama Kami". Kata Faizal hati hati.
Mendengar itu, mama menghenti kan pekerjaan nya. Ia menghadap Faizal yang tadi ia belakangi.
"Kamu benaran suka Mela Zal," tanya mama dengan wajah serius.
"Iya mah, Faizal suka Mela". Kata nya menunduk kan kepala nya.
"Apa kah salah mah, dan apa kah mama marah sama Faizal." kata nya lagi.
"Tidak, itu tidak salah. Mama juga tidak marah untuk hal ini. Tapi, apa kah Mela juga sudah tahu tentang perasaan mu pada nya." kata mama.
__ADS_1
"Faizal sudah bilang ma, cuma Mela masih belum bilang apa apa pada Faizal. Mungkin ia takut untuk berkata apa apa, karna kami adalah adik tiri". Kata nya.
"Jika Mela suka kamu, tak ada masalah bagi mama. Asal kan kamu bisa bikin aset berharga mama bahagia. Selagi itu mama tidak akan keberatan. Apa lagi kalian tidak ada hubungan darah itu akan sah saja jika memiliki hubungan yang lebih, selain kakak dan adik". Kata mama.
"Benar kah mah, apa kah mama tidak marah pada apa yang Faizal rasa kan. Apa kah mama akan memberi restu mah pada Faizal." kata Faizal sangat senang mendengar kan apa yang mama tiri nya kata kan ini.
"Iya,,, mama akan dukung kalian. Apa pun yang terbaik bagi aset mama itu, mama akan dukung nya. Tapi akah papa mu juga sudah tahu". Kata mama.
"Belum mah, Faizal baru bilang sama mama. Dan belum berani bilang pada papa". Kata Faizal.
"Mama yakin, papa juga akan setuju saja dengan perasaan kalian ini". Kata mama.
"Tidak.... Tidak bisa. Ini tidak benar tahu gak, kalian itu satu keluarga. Satu keluarga tidak boleh memiliki hubungan yang lebih dari kakak adik, jangan berpikir terlalu jauh kami Faizal". Kata seseorang yang tiba tiba datang dari arah depan rumah.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Terima kasih sahabar ku sayang. Aku bahagia banget, kalian adalah penyemangat aku ketila aku menulis. Kalian adalah bagian terpenting dalam aku menulis novel. Semangat yang kalian berikan pada ku, adalah hal terpenting bagi ku. Aku sayang kalian l love u all...
__ADS_1
ππππ