
Acara pertunangan itu berjalan lancar, hanya saja. Ada yang sakit hati melihat acara itu berjalan lancar.
Dia adalah Vina, ia merasa sakit hati melihat kakak sepupu nya telah bertunangan dengan Mela.
Walau ia tidak di undang keacara pertunangan kakak sepupu nya. Tapi ia memilih untuk datang di acara itu. Walau pun hanya melihat dari kejauhan dan menutupi wajah nya. Tapi, ia ingin datang menyaksi kan sendiri bagai mana kakak nya memasang cincin di jari wanita itu.
Setelah, selesai acara pertunangan itu. Ia pun pulang kerumah nya. Ia pulang membawa hati nya yang sakit.
Sedang kan di acara itu, juga masih ada seorang lagi yang sakit hati. Dia adalah Doni teman nya Mela. Tapi, sakit hati Doni sangat jauh beda nya dengan sakit hati yang Vina rasa kan.
Sakit hati yang Doni rasa kan tidak ingin memisah kan apa yang telah membuat sahabat nya bahagia. Tapi, sakit hati yang Vina rasa kan. Ia ingin memisah kan kakak sepupu nya dengan Mela.
Setelah selesai acara itu, Doni minta izin pulang kerumah. Kata nya, ia ada hal yang belum di selesai kan. Maka nya ia buru-buru pulang.
"Mela, aku harus pulang dulu ya. Karna ada hal yang aku belum selesai kan. Selamat yah atas pertunangan kamu Mel." kata Doni sambil bersalaman pada Mela dan Faizal.
__ADS_1
"Baik lah, kamu hati-hati ya Don." kata Mela bahagia.
Mela bahagia, tapi ia tidak tahu bagai mana perasaan yang sahabat nya rasa kan saat ini. Ia tidak tahu bahwa selama ini sahabat nya memiliki rasa pada nya.
"Eh Don,,, tunggu sebentar." kata Mela pada Doni yang berjalan menuju pintu.
"Ada apa Mel," kata nya.
"Bisa kah kamu antar kan Fitri kembali ketoko bunga sekalian. Karna ia juga ingin pulang sekarang." kata Mela.
"Dia sedang bersama mama di belakang. Aku rasa ia ingin pamit pada mama. Kamu tunggu saja di sini dulu. Nanti dia juga lewat." kata Mela.
"Baik lah jika begitu." kata Doni.
Tak lama, Fitri pun muncul dari arah dapur. Ia berjalan menuju Mela yang duduk di kursi ruang tamu. Sedang kan Fiazal sudah pergi kerumah sakit dari tadi. Selesai acara, Faizal pergi karna ada panggilan untuk nya yang tak bisa di tunda lagi.
__ADS_1
"Fit, kamu pulang sama Doni yah. Karna ia juga mua pulang nih." kata Mela pada Fitri.
"Baik lah mbak, jika mas Doni tidak keberatan. Aku nebeng sama dia aja." kata Fitri.
"Gak keberatan kok aku Fit, kamu kan cuma duduk di dalam mobil. Aku gak gendong kamu kok. Jadi nya, kamu jangan khawatir pada ku ya." kata Doni.
"Jangan di gombal Don, dia sahabat ku di toko bunga. Jika gak ada dia bagai mana toko bunga ku." kata Mela.
"Tenang aja mbak, aku gak akan kemakan kok sama gombal nya mas Doni. Aku udah kebal sama gombalan." kata Fitri tersenyum.
Fitri anak yang manis, kulit nya yang tidak terlalu putih namun tidak juga terlalu hitam itu. Membuat ia, cantik di mata lelaki. Dan juga di tambah, gadis ini memakai jilbab di mana pun ia pergi.
Tutur nya juga halus, ia adalah handalan Mela di toko bunga. Dia memang gadis desa yang datang kekota untuk mengadu nasib di kota yang penuh dengan kekerasan ini.
Dulu nya, dia dan Mela bertemu di jalan yang agak sepi. Gadis itu hampir saja jadi mangsa preman yang ada di jalan. Untung saja Mela lewat, dan menolong nya dengan memanggil polisi. Orang itu pun takut mendengar Mela ingin memanggil polisi.
__ADS_1
Padahal kan Mela hanya bohong pada orang itu.