
"Kak Faizal, demi kebaikan kita bersama. Sebaik nya, kita undur kan pernikahaan kita." kata Mela.
"Jangan gitu dong Mela, apa kah kamu tidak mahu menikah dengan ku Mela." kata Faizal.
"Aku bukan tidak mahu menikah dengan kakak, tapi tidak bisa menikah sekarang." kata Mela.
"Kenapa tidak bisa menikah sekarang Mela. Apa karna kamu takut sama Tika. Apa kah Tika telah mrngancam mu." kata Faizal.
"Aku tak ingin menikah dalam kebohongan kak Faizal. Aku tidak ingin menjadi musuh bagi siapa pun." kata Mela.
"Maksud kamu apa sih, aku tidak mengerti dengan yang kamu kata kan." kata Faizal.
"Selesai kan masalah antara kakak dan Tika. Atau sebaik nya kakak nikah saja sama Tika." kata Mela.
"Bagai mana bisa aku menikah dengan Tika karna yang aku cintai itu kamu." kata Faizal menolak.
__ADS_1
"Bagai mana bisa aku menikah dengan kakak jika masalah kakak saja belum selesai. Dan kakak tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghadapai masalalu kakak itu." kata Mela.
"Baik lah, akan akau selesai kan masalah aku dan Tika. Aku bisa mengurus ini, kamu jangan cemas tentang masalah aku dan Tika." kata Faizal.
Setelah bicara hal itu dengan Mela, Faizal pun pergi keluar. Entah apa yang ia ingin laku kan, tapi ia tidak memberi tahu kan pada Mela.
Faizal mengajak Tika bertemu di suatu tempat. Faizal menjemput Tika di rumah nya. Saat dalam perjalanan, Tika dan Faizal adu mulut dan mereka juga bertengkar karna masalah Tika yang meneror Mela.
"Kamu sekarang sangat keterlaluan Tika, aku tidak melihat kamu yang dulu lagi." kata Faizal.
"Kamu bikin Mela tidak tenang kan, kenapa kamu laku kan itu hanya karna aku. Dulu kan salah kamu yang tidak ingin aku nikahi." kata Faizal.
"Itu karna mama mu tidak suka pada ku Zal, dan masalah aku ganggu Mela. Itu bukan ingin nya aku sendiri, itu adalah campur tangan Vina bersama ku." kata Tika bicara apa ada nya.
"Vina?" kata Faizal tak percaya.
__ADS_1
"Ya, Vina adik sepupu mu. Dia yang selama ini telah membantu ku melaku kan semua teror dan membayar orang untuk membuat Mela jauh dari mu." kata Tika.
Mobil terus berjalan, dan mereka terus saling beradu mulut. Tanpa mereka sadari, dari arah yang berlawanan ada sebaut lori yang melaju kencang di sebuah tikungan.
Faizal terus saja bicara dengan Tika, memnahas masalah keterlibatan Vina dalam mengganggu Mela. Sejauh mana Vina membantu Tika.
Tanpa sadar, Faizal lupa dengan yang ia ambil. Saat lampu dari lori yang ada di depan nya terasa sudah dekat dengan mobil nya. Tika berteriak keras.
"Faizal..... Awas.... " kata Tika.
Tapi, apa kan daya. Teriakan itu tidak bisa mengubah posisi mobil yang di kendarai Fauzal dan Tika. Juga mobil itu, tidak bisa di rem. Karna lori di depan nya akan tetap saja menabrak mereka.
Sebuah bunyi hantaman benda yang sangat keras terjadi di sana. Malam yang sunyi itu di kejut kan oleh bunyi dua buah kenderaan yang saling beradu.
Mobil yang Faizal dan Tika kendarai terbalik. Kaca nya pecah berserakan, dan orang di dalam nya jangan di tanya lagi keadaan nya.
__ADS_1
Orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadaian itu pun menelfon ambulan dan polisi. Untuk membantu mereka menyelamat kan oranga yang ada dalam mobil itu.