
Suasana di tempat itu sangat lah ramai, banyak orang di sekita itu berdatangan. Korban kecelakaan yang tak lain adalah Faizal dan Tika itu, segera di lari kan kerumah sakit. Agara dapat segeara di selamat kan.
Mobil ambulance melintasi jalan raya dengan bunyi khas nya. Memecah kesunyian malam itu.
Sedang kan di rumah, Mela sedang berada di ruang tamu sendirian. Mama dan papa nya sedang ada di ruang keluarga.
"Mel, Faizal mana sih. Kok pergi nya lama banget. Mana belum makan lagi kan." kata mama nya.
"Ngak tahu ma, tadi nya gak bilang mau kemana." kata Mela.
"Kok kamu gak hubungi sih Mela, ini kan sudah malam nak." kata mama.
"Udah di hubungi kok ma, cuma gak di angkat aja." kata Mela.
"Biar kan lah ma, mungkin ada urusan di rumah sakit. Faizal kan bukan anak kecil lagi, kenapa harus di khawatirin sih." kata papa.
"Bukan gitu pa, mama cemas aja. Karna dia kan belum makan keluar nya." kata mama.
Tak lama, telfon rumah mereka berbunyi.
"Mel, angkat telfon nya tuh. Kamu agak dekat kan dengan telfon." kata mama ketika mendengar bunyi telfon.
"Iya ma." kata Mela sambil berdiri dari duduk manis nya di sofa.
"Hallo..." kata Mela.
__ADS_1
"Hallo selamat malam. Apa benar ini rumah dokter Faizal." kata orang di sebrang sana.
"Iya mbak, ini rumah Faizal. Ada apa ya?" tanya Mela.
"Ada kabar buruk mbak, dokter Faizal sekarang sedang berada di rumah sakit. Karna kecelakaan." kata orang yang di sana.
"Apa..... " kata Mela sangat kaget.
"Di rumah sakit mana dia sekarang." kata Mela lagi.
"Di rumah sakit Pelita mbak." kata orang itu.
"Baik lah saya akan kesana sekarang." kata Mela.
"Ada apa Mela, kenapa kamu terlihat sangat kaget sih." kata mama.
"Faizal ma,... Faizal kecelakaan." kata Mela.
"Apa....." kata mama kaget.
"Di mana ia sekarang Mela." kata papa tak kalah kaget nya.
"Di rumah sakit Pelita pa." kata Mela.
"Tunggu apa lagi, ayo kita berangkat kesana sekarang juga." kata papa.
__ADS_1
Mereka pun bergegas berangkat kerumah saki, di mana Faizal berada. Mela terlihat sangat sedih, sepanjang jalan ia hanya menagis saja.
Mama berusaha menenag kan nya, walau di hati mama juga sangat sedih mendengar kan kabar buruk itu.
Mobil pun berhenti di rumah sakit umum yan bernama pelita. Mereka masuk dengan tergesa-gesa. Karna ingin segera tahu, bagai mana kabar Faizal.
Papa menanya kan di mana Faizal pada suster yang berada di sana. Suster membawa mereka di sebuat kamar yang masih tertutup rapat.
"Dokter Faizal berada di kamar ini pak. Sedang di tangani oleh dokter." kata suster itu.
"Baik lah, terima kasih suster." kata papa.
Suster itu pun meninggal kan mereka, Mela terlihat tidak tenang dan panik di sana.
Mama terus saja menenang kan nya.
Tak lama kemudian, dokter keluar dari kamar itu. Mela tak sabar menanya kan bagai mana keadaan Faizal sekarang.
"Kondisi pasien sangat tidak baik, pasien dalam masa kritis." kata dokter.
Mela lemah mendengar apa yang dokter kata kan. Ia tidak bisa membayang kan, jika Faizal sampai pergi karna ulah nya.
Mela menyalah kan diri nya atas apa yang terjadi pada Faizal. Karna dia meminta Faizal menyelesai kan masalah dengan Tika saat Faizal baru saja pulang kerja.
Jika saja ia sabar, dan tidak langsung bicara pada Faizal. Dan meminta menunda pernikahaan mereka. Mungkin Faizal tak akan celaka karna dia.
__ADS_1