
Karna kata-kata mama, Faizal jadi berpikir untuk tidak jadi mengundur kan pernikahan mereka. Maka, Faizal sudah membulat kan tekat nya, ia akan tetap pada rencana awal nya untuk menikah dengan Mela.
Ia tidak akan mau untuk kehilangan Mela. Karna mama bilang, jika Faizal tetap mau mengundur kan pernikahan. Maka mama akan langsung membatal kan pernikahan itu.
Karna pernikahan tidak jadi di undur kan, maka undagan pun di sebar kan.
Dari undangan yang di sebar kan itu lah Vina tahu. Bahwa rencana yang di jalan kan oleh dia dan Tika gagal total. Hati nya sangat kesal mendengar kan rencana nya gagal.
Ia pun memutus kan untuk menelpon Tika.
"Hallo... " kata suara di seberang sana.
"Hallo Tika, kamu di mana sih." kata Vina.
"Di rumah, kenapa Vin." kata Tika.
"Kita ketemu sekarang di cafe biasa. Ada yang mau aku bicara kan." kata Vina.
"Baik lah, tunggu aku di sana." kata Tika.
Vina pun menutup telfon nya, dan pergi ketempat ia dan Tika janjian. Ia ingin membahas masalah pernikahan Faizal dan Mela yang tetap pada rencana awal.
__ADS_1
Vina sampai duluan di cafe tersebut, ia duduk di tempat yang sedang kosong. Tak lama Tika datang menghampiri nya.
"Ada apa sih Vin, kamu kayak ada yang penting aja." kata Tika.
"Kamu kemana aja sih Tik, apa aja yang kamu laku kan. Kamu gak becus banget jalanin rencana kita." kata Vina marah.
"Maksud kamu apa ya, kok kamu malah marah sama aku." kata Tika.
"Gak, aku gak marah sama kamu kok. Aku hanya kesal sedikit sama apa yang terjadi. Kamu lihat ini." kata Vina sambil mengeluar kan undangan dari dalam tas nya.
"Undangan siapa ini Vin," kata Tika saat Vina memberi kan undagan itu pada nya.
"Kamu baca aja ya, nanti juga kamu akan tahu ini undangan siapa." kata Vina.
"Ini tidak mungkin Vina, aku telah membuat Faizal mengundur kan pernikahan itu." kata Tika.
"Oh ya, kamu yakin kamu berhasil mengundur kan pernikahan kakak ku dengan gadis itu. Lalu apa yang ada di tangan mu itu." kata Vina.
"Aku yakin sekali Vin, karna Faizal sendiri yang bilang pada ku bahwa pernikahan itu di undur." kata Tika.
"Aku akan tanya kan langsung sama Faizal sekarang juga. Aku bawa undagan ini." kata Tika sambil berdiri dan keluar cafe itu.
__ADS_1
Vina tersenyum bahagia, ia sangat senang melihat alat nya bisa bekerja lagi untuk nya. Satu rencana gagal, maka akan ada rencana lain yang akan ia laku kan.
Walau pun yang ini gagal, setidak nya. Kakak sepupu nya akan menghadapi masalah untuk hal itu bukan.
Tika pun sampai kerumah sakit tempat Faizal bekerja. Ia masuk dan mencari di mana Faizal sekarang. Tak lama ia melihat Faizal sedang berbicara pada teman sesama dokter nya.
"Zal, aku mau bicara sebentar ini penting." kata Tika.
"Baik lah dokter Faizal, nanti kita bicara lagi ya. Saya tunggu di ruangan saya." kata dokter wanita itu.
"Baik dokter Farah, saya akan kesana sebentar lagi ya." kata Faizal.
"Manis sekali kamu pada dokter itu Zal, seakan lupa kamu jika ada aku di depan mu." kata Atika.
"Apa yang ingin kamu kata kan pada ku, aku tidak punya banyak waktu Tika." kata Faizal.
"Kamu selalu gak punya banyak waktu jika itu menyangkut aku kan Zal. Di mana hati mu yang dulu untuk ku." kata Tika.
"Lupa kan masa lalu yang telah berlalu Tika. Aku tidak ingin ingat lagi masa lalu ku." kata Faizal.
"Mudah sekali kamu bicara Zal, sekarang kamu sangat jauh berubah. Aku membatal kan pernikahan ku hanya karna kamu Zal." kata Tika.
__ADS_1
"Aku tak meminta kamu membatal kan pernikahan mu Tika. Kenapa dulu kamu malah kabur dari aku." kata Faizal.
"Itu bukan kabur Faizal, itu hanya cara agar semua nya membaik." kata Tika.