Cintaku Berlabuh Padamu Adikku

Cintaku Berlabuh Padamu Adikku
#8


__ADS_3

Mela mengobati nya dengan sangat hati hati, ia mengolesi obat pada luka sayatan Faizal dengan sangat pelan.


Walau pun sepelan apa, tetap saja bikin Faizal merintih kesakitan. Yang nama nya luka, walau pun pelan pasti akan sakit jika kita menyentuh nya.


"Tahan sedikit kak, ini pasti akan sangat sakit". Kata Mela.


"Obati saja, aku kan dokter." kata nya masih dengan cuek nya.


"Baik lah." kata Mela.


Melati sibuk mengolesi luka sayatan di pungung Faizal. Sesekali terdengar suara eragan dari mulut Faizal.


Setelah selesai memgobati luka di pungung Faizal, Mela membalut nya.


"Sini tangan kakak". Kata Mela.


"Ini aku bisa sendiri". Kata nya masing dengan keras kepala nya.


"Biar aku saja. Nangung juga kan. Lagian apa bisa kakak mengobati nya dengan tangan kiri." kata Mela.


Faizal pun memberi kan tangan nya pada Mela. Mela pun mengobati tangan Faizal dengan sangat hati hati.

__ADS_1


Selesai mengobati tangan nya, Mela membalut kan tangan Faizal. Kemudia ia mengemasi alat obat bekas ia mengobati Faizal.


Mela memegang baju Faizal yang robek itu.


"Apa kah baju ini aku buang saja kak". Kata Mela.


"Jangan, jangan di buang. Itu baju kesayangan ku.". Kata nya.


Ya, baju itu baju kesayangan nya. Mama nya yang memberi kan pas di hari ulang tahun nya.


"Aku sangat sayang baju itu, kau bisa meletak nya di sana". Kata nya sambil menunjuk tempat baju yang bertumpuk.


"Jika begitu, biar aku yang cuci kan baju ini dulu kak. Aku akan perbaiki nya, walau pun mungkin tidak akan sama seperti baru lagi, tapi aku yakin, jika aku perbaiki mungkin akan jauh lebih baik lagi." kata Mela masih menawar kan bantuan.


Mela berjalan menuju pintu keluar. Tapi sebelum itu terdengar suara Faizal memangil nya.


"Mela"... Kata suara itu.


Mela membalik kan badan nya, melihat orang yang memangil nya, sambil menjawab.


"Ya.... "

__ADS_1


"Terima kasih Mela". Kata nya lirih.


"Sama sama... ". Kata Mela sambil tersenyum pada Faizal.


Dalam hati Faizal berkata, senyum nya sangat manis. Bisa kah aku melihat senyum itu lagi. Kata nya dalam hati.


Mela sangat baik pada ku, walau pun selama ini aku selalu kasar pada nya. Apa kah bisa aku membalas kan rasa sakit hati mama pada gadis manis itu. Apa kah ini tidak keterlaluan. Kata Faizal berfikir sendiri.


Waktu makan malam, Faizal tidak turun untuk makan malam. Ia terus diam di kamar nya, tanpa ada cahaya lampu sedikit pun.


Sekarang ia sedang duduk di atas tempat tidur nya, ia sendiri dalam gelap nya malam. Ia rindu pada mama nya yang dulu selalu hadir jika ia ada masalah. Terutama masalah dengan papa nya.


Tiba tiba pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang dari luar.


"Kak, boleh kah aku masuk." kata suara orang di luar.


"Masuk saja, pintu nya tidak aku kunci". Kata nya langsung menjawab. Ia sudah hafal suara siapa itu. Suara lemah lembut dari seorang Melati.


Melati pun masuk setelah dapat izin dari yang punya kamar. Ketika ia membuka pintu kamar itu di dalam nya sangat gelap.


"Kenapa gak di hidup kan lampu nya kak, ini kan gelap banget." kata Mela.

__ADS_1


Ia pun menghidup kan lampu kamar itu, nampak lah sosok lelaki yang sok tegar dan kuat, padahal ia sangat rapuh.


"Ini kak, makan dulu ya." kata Mela sambil meletak kan sepiring nasi lengkap dengan lauk nya.


__ADS_2