
Faizal terlihat sudah tertidur, saat mama dan papa datang kerumah sakit. Fitru juga tidur di sofa. Hanya Mela yang bangun sendiri di ruangan kamar itu.
"Mela, bagai mana keadaan Faizal sekarang nak." kata mama.
"Alhamdulillah ma, Faizal baik aja. Dia hanya perlu banyak istirahat saja ma." kata Mela.
"Oh ya, satu hal lagi ma. Kak Faizal seakaan lupa masalah kecelakaan itu. Dan dengan siapa ia saat kecelakaan itu pun ia tidak ingat. Aku harap mama tidak menanya kan masalah kecelakaan itu dulu ya ma." kata Mela pada mama.
"Baik lah Mela, mama mengerti dengan apa yang kamu kata kan. Jangan cemas, mama tidak akan menanya kan itu ya nak." kata mama.
"Kamu kok gak ikut tidur Mela, kamu gak lelah apa." kata papa saat melihat Fitri tertidur lelap.
"Gak pa, Mela tadi udah tidur soal nya." kata Mela.
"Doni di mana pa, kok gak sama mama dan papa sih." kata Mela lagi.
"Doni mau pulang dulu, kata nya ada yang mau ia urus di rumah." kata papa.
"Oh, gitu... "Kata Mela.
Saat mereka bicara Faizal pun terbangun dari tidur nya. Karna mendengar suara dari mama dan papa.
__ADS_1
"Mama... Papa... " kata Faizal.
"Udah bangun kamu nak. Ada yang masih sakit gak" kata mama.
"Gak ada yang sakit kok ma, aku udah lama terbaring disini kan." kata Faizal.
"Iya.. Lumayan lama lah kamu terbaring di tempat ini." kata papa.
"Ada yang mau kamu makan gak sekarang, jika ada papa beli kan sekarang juga." kata papa.
"Gak ada pa, aku gak mau makan apa-apa kok. Tadi udah makan soal nya." kata Faizal.
"Gimana, enak gak makanan rumah sakit nya." kata mama.
"Biasa nya kamu yang nyuruh pasien mu makan kan. Sekarang malah kamu yang makan, makanan yang gak enak itu." kata mama.
"Jangan bilang ini karma ma, karna Faizal takut dengan karma." kata Faizal.
Mama dan papa tertawa, mendengar apa yang Faizal kata kan. Mereka merasa bahagai dengan apa yang baru saja Faizal lewati. Faizal tersadar dari tidur panjang nya dan sekarang baik-baik saja.
.....
__ADS_1
Dokter masuk kedalam kamar Faizal, di sana Mela masih masih tidur karna kecapean akibat tidur tidak teratur, jadi nya ia tidur di sofa deh.
"Anda beruntung dokter Faizal, anda memiliki tunangan seperti dia." kata dokter itu sambil menujuk kearah Mela.
"Selama anda koma, tunangan anda tidak pulang kerumah. Ia setia menemani anda di sini." kata dokter itu lagi.
Faizal hanya tersenyum saja pada dokter itu, dalam hati nya ia berkata, bahwa ia memang sangat beruntung bisa memiliki Mela walau pun belum seutuh nya.
"Oh ya, besok anda sudah boleh pulang dokter Faizal. Karna luka anda hanya perlu istirahat di rumah saja." kata dokter itu.
"Makasih dokter Hendra." kata Faizal sambil tersenyum.
"Oh ya dok, saya baru ingat satu hal. Bukan kah saya kecelakaan bersama seorang wanita kan dokter. Di mana wanita itu sekarang." kata Faizal.
Faizal baru ingat pada Tika yang bersama nya saat kecelakaan kemarin. Ia sengaja tidak menanya kan soal Tika pada Mela. Karna takut Mela salah paham pada nya.
"Apa kah anda tidak tahu tentang wanita yang bersama anda itu sudah meninggal dokter Faizal. Anda tidak di beri tahu sama tunangan anda jika wanita itu meninggal saat anda koma." kata Dokter Hendra.
Faizal sangat kaget mendengar apa yang dokter Hendra kata kan. Mela tidak mengata kan apa pun pada nya. Apa kah sebenar nya yang telah terjadi pada Tika. Kenapa dia bisa meninggal, kata Faizal dalam hati nya.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
__ADS_1
Kalian di mana teman, jangan biar kan aku merasa sendiri ya. Kasih komen dong, agar aku terus semangat.