
Telah seminggu pertunangan Mela dan Faizal berlalu. Hari ini Mela memutus kan untuk datang kemakam nenek nya. Karna ia sudah lama tidak datang kesana.
"Mel, jadi pergi nya nak." kata mama.
"Jadi dong ma, mama ikut gak nanti." kata Mela.
"Mama sih mau ikut Mel, tapi bagai mana ya. Mama lagi gak bisa hari ini. Karna ada yang harus mama urus." kata mama.
"Ya udah, gak papa ma. Mela pergi sendiri aja deh." kata Mela
"Yakin kamu gak papa pergi sendiri Mel, makam nenek jauh lho dari sini. Gak sama kayak rumah lama kita Mel," kata mama cemas.
"Gak usah cemas mah, Mela akan baik-baik saja kok." kata Mela.
"Mau kemana kamu Mel, kayak nya mama cemas banget mau melepas mu." kata Faizal yang tiba-tiba muncul.
"Ini Zal, Mela mau pergi kemakam nenek. Tapi jarak dari sini kesana itu jauh banget lho. Mama jadi nya cemas mau melepas kan nya."kata mama.
"Ya udah, aku antar aja kamu gimana Mel." kata Faizal.
"Gak usah kak, gak papa kok sendiri. Lagian kakak gak kerja apa." kata Mela.
__ADS_1
"Kerja sih, tapi dari pada kamu nya pergi sendiri kan. Lebih baik pergi bersama aku." kata Faizal.
"Gak usah kakak, nanti kamu di tegor sama atasan mu lagi. Aku gak papa kok kesana sendiri." kata Mela.
"Yakin kamu Mel, gak masalah nih." kata Faizal.
"Yakin lah kak, kamu gak usah cemas sama aku. Aku kan bukan anak kecil yang perlu di cemas kan." kata Mela.
"Anak kecil sih memang bukan, cuma kamu itu kan sendiri. Kamu kan perempuan Mel, jelas lah aku cemas pada mu." kata Faizal.
"Oke deh, gini aja. Aku pergi sama Doni aja lah, biar kalian gak cemas mikirin aku." kata Mela.
"Bagus itu, jika Doni nya gak sibuk. Kamu pergi sama Doni aja ya nak." kata mama.
"Cemburu kamu Zal, sama Doni." kata mama.
"Gak kok ma, hanya saja kan gak baik ngerepotin Doni padahal kamu sekarang kan tunang aku." kata Faizal berdalih.
Sebenar nya ia, dia cemburu ketika melihat Mela dan Doni sangat dekat. Saat mereka bersama, ada rasa tak suka yang tertanam di hati Faizal.
"Ya udah deh, aku pergi sama kamu kak. Ini kamu yang maksa ya, bukan aku yang minta. Jadi, jangan salah kan aku jika kamu di marah atasan mu." kata Mela.
__ADS_1
"Ya ngak lah, sejak kapan aku pernah nyalahin kamu jika aku ada masalah." kata Faizal.
"Udah, jangan malah ribut pula kalian berdua. Ayo pergi sekarang, jika ngak nanti kalian lama sampai nya." kata mama menengahi mereka.
Setelah pamit pada mama, mereka berdua pergi dengan mobil Faizal. Mereka pergi menuju makam nenek Mela yang letak nya lumayan jauh dari rumah mereka.
Lumayan lama sudah mereka berjalan nya. Tapi belum juga samapai di tempat yang ingin mereka tuju.
"Masih lama Mel, kita udah jauh banget ini. Tapi kok belum juga nyampai ya." kata Faizal.
"Bentar juga sampai kak, gak akan jauh lagi kok." kata Mela.
"Ini yang kamu ingin jalan sendiri tadi ya Mel, sejauh ini lho tempat yang akan dituju." kata Faizal.
Tak lama mereka pun sampai di pemakaman umum, tempat nenek nya beristirahat untuk yang terakhir kali nya.
Mereka pun berjalan di antara makam-makam yang lain. Sampai akhir nya Mela berhenti di sebuah makam.
"Nenek, Mela datang melihat nenek. Maaf kan Mela ya nek, Mela sudah lama tidak datang kesini." kata nya.
Mata nya berkaca-kaca, menumpah kan butiran keristal bening di sudut mata nya.
__ADS_1
"Mela kangen sama nenek, oh ya nek, sekarang Mela sudah punya tunangan. Dan beberapa minggu lagi akan menikah. Mela kesini bersama tunanagan Mela lho." kata nya sambil mengusap air mata di pipi nya.