
Dokter itu pun meninggal kan kamar rawat Faizal. Meninggal kan Faizal dalam keadaan merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Atika.
Ia termenung mengingat apa yang terjadi malam itu. Saat di mana ia dan Tika di dalan mobil. Karna terus adu mulut dengan Tika, dia tak sadar saat melewati tikungan yang di sana ada sebuah lori.
"Kenapa bisa Tika yang menjadi korban nya. Apa kah ini semua salah ku?" kata Faizal pada diri nya sendiri.
Di sana, Mela bagun dari tidur nya. Ia baru bangun karna lelah nya sampai tertidur di sofa dengan lelap nya.
Ia melihat kearah Faizal, terlihat Faizal sedang menyeka air mata dari pipi nya. Mela kaget, kenapa Faizal bisa menangis.
Mela pun menghampiri Faizal yang duduk di atas tempat tidur dengan tangan masih tertancap selang infus.
"Kak Faizal kenapa nangis sih kak. Apa yang terjadi." kata Mela.
__ADS_1
Faizal menantap Mela, dan langsung memeluk Mela dengan erat nya.
"Apa kah benar Mela, bahwa apa yang dokter kata kan tentang Tika?" kata Faizal masih memeluk Mela.
Mela tidak tahu mau menjawab apa, Faizal baru tahu tentang Tika dan sekarang ia menangis sejadi-jadi nya. Dalam hati Mela berkata, apa kah kak Faizal masih sangat sayang dengan Tika sehingga tidak rela Tika pergi.
"Maaf kan aku kak, aku tidak memberitahu kan pada mu tentang Tika yang telah tiada. Aku tidak bermaksud untuk menutupi nya dari mu, hanya saja aku takut kondisi mu terganggu." kata Mela.
"Ini bukan salah kamu Mela." kata Faizal sambil melepas kan pelukan mereka.
"Mela, aku hanya merasa bersalah atas apa yang terjadi. Jika saja kami tidak naik mobil malam itu, mungkin tidak akan ada yang pergi untuk selama-lama nya saat ini." kata Faizal menunduk kan wajah nya.
"Aku sangat nenyesal, aku tak ingin jadi penyebab atas meninggal nya Tika. Aku bukan pembunuh kan Mela." kata Faizal lagi.
__ADS_1
Mela merasa sedih ketika melihat Faizal dalam kondisi yang seperti ini. Kondisi yang tidak enak untuk di lihat. Ia terlihat sangat sedih dan merasa bersalah.
"Kak Faizal, ini bukan salah kakak kok kak. Semua ini sudah takdir, tidak ada yang bisa di salah kan." kata Mela.
"Satu hal lagi, Tika tidak ingin kamu merasa bersalah atas apa yang terjadi. Tika bilang pada ku, dia minta maaf pada mu karna telah membuat kamu kembali dalam masalah bersama nya." kata Mela.
"Apa kah kamu tahu jika aku dan Tika satu mobil saat kecelakaan itu Mela?" kata Faizal.
Faizal tidak tahu jika Mela sudah tahu, bahwa ia dan Tika kecelakaan bersama malam itu. Maka nya ia tidak menanya kan masalah Tika pada Mela. Ia takut Mela salah pahama pada nya.
"Iya,,, aku sudah tahu semua nya. Bahkan Tika ingin bertemu dengan ku saat terakhir nya." kata Mela.
"Jadi kamu tahu sejak awal, dan kamu tidak marah pada ku Mela." kata Faizal.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak marah pada mu kak. Semua nya sudah terjadi, apa mau di kata kan lagi. Semua nya sudah menjadi takdir, kita tidak bisa melawan takdir." kata Mela.
Faizal kembali memeluk Mela, ia hanya tidak tahu ingin bicara apa pada gadis di depan nya ini. Gadis itu mampu membuat ia kagum akan kesabaran yang Mela miliki.