
Faizal kaget ketika melihat isi dari amplop yang di beri kan Mela pada nya. Ternyata isi nya adalah foto mesra diri nya dan Tika waktu dulu.
"Bisa kah kakak jelas kan pada ku kak, apa yang ada di foto itu." kata Mela.
Faizal terlihat bingung, ia mau jujur tapi takut Mela malah marah pada nya. Tapi, jika tidak jujur mungkin akan lebih bahaya lagi.
"Mel, ini semua sudah lama kejadian nya. Dia adalah mantan aku. Kami sudah lama putus, dan tidak tahu kenapa kamu dapat foto jadul ini."kata Faizal.
"Tapi, kok foto nya seperti baru kemarin ya." kata Mela.
"Mana ada baru Mel, ini kan foto lama. Tapu kayak nya di bikin baru aja." kata Faizal.
"Oh, mungkin ada yang iseng sama aku kali ya." kata Mela.
"Mungkin saja ada yang tidak suka dengan kedekatan kita kan Mela. Anggap saja sebagai cobaan orang mau nikah." kata Faizal.
"Iya, kakak benar. Lupa kan saja, anggap saja ada yang iseng pada ku." kata Mela.
Mela tidak merasa punya masalah lagi dengan foto yang di kirim oleh orang yang tidak di kenal itu.
Beberapa hari kemudian, di toko juga ada yang memberi kan Mela foto lagi. Tapi, bukan nya melihat. Mela malah langsung membuang nya saja.
__ADS_1
Karna Faizal berbesan, jangan ambil barang apa pun yang di kirim oleh orang yang tidak di kenali. Mela melaku kan apa yang Faizal kata kan. Ia akan membuang setiap kiriman dari orang asing untuk nya.
Merasa usaha nya gagal, Tika makin marah dan sakit hati. Ia terus mencari cara agar bisa membuat Faizal dan Mela berpisah.
Hari ini, dia menelfon ketoko bunga. Yang mengangkat telfon nya pas sekali orang yang ia incar.
Mela yang mengangkat telfon dari Tika.
"Hallo, bisa saya bantu... " kata Mela.
"Bisa bicara dengan Mela." kata suara di seberang sana.
"Ini saya sendiri mbak, ada yang bisa saya bantu." kata Mela lembut.
Mela kaget, apa yang wanita ini bicara kan. Bukan kah itu pertanyaan yang tidak penting bagi nya.
"Apa maksud nya mbak ini." kata Mela.
"Saya hanya bertanya mbak." kata Tika.
"Saya tidak ada waktu untuk melayan apa yang tidak penting."kata Mela sambil menutup telfon nya.
__ADS_1
Ia terlihat gelisah saat telfon di tutup nya. Fitri memperhati kan Mela dari belakang.
"Ada apa mbak, kenapa mbak Mela terlihat seperti orang ketakutan." kata Fitri.
"Gak ada apa-apa Fit, hanya capek saja." kata Mela mencoba menyembunyi kan apa yang terjadi.
"Baik lah mbak, istirahat saja lah dulu. Mungkin mbak Mela butuh ketenangan." kata Fitri.
Mela mendengar kan apa yang Fitri kata kan. Ia ingin pulang saja sekarang. Tapi, baru saja ia mau berangkat pulang.
Ada seseorang yang tidak bisa di lihat wajah nya, melempar batu kearah toko nya.
Batu itu, tepat mengenai pot bunga melati kesayangan nya.
"Mbak.... " kata Fitri kaget.
Mela terdiam tak bicara, ia sangat kaget dengan hal yang baru saja terjadi ini. Fitri menghampiri nya, membawa nya duduk di kursi dan mengambil kan nya segelas air.
"Minum dulu mbak, biar saya yang beres kan pot yang pecah itu." kata Fitri.
"Itu pot kesayangan ku Fit, nenek yang memberi kan nya." kata Mela sambil menagis.
__ADS_1
"Sabar ya mbak, mungkin ada yang usil sama mbak." kata Fitri menenag kan Mela.
Sebelum memberes kan pot yang pecah, Fitri menelfon Faizal. Ia mengata kan apa yang terjadi di toko bunga. Dan sekarang kondisi Mela sangat sedih karna pot kesayangan nya hancur.