
Sementara itu, Mela merasa sangat sedih karna apa yang Vina kata kan ternyata di jawab benar oleh Faizal.
Sampai segitu benci nya kah Faizal dengan diri nya. Sampai sampai harus memiki dendam di hati Faizal untuk nya.
Tak habis pikir Mela, kenapa Faizal punya dendam dengan nya. Dia pun menagis, kenapa nasib tidak pernah bersahabat dengan nya.
Padahal, dulu dia mengira. Jika perubahan Faizal yang baik pada nya nya itu, adalah perubahan yang tulus dari seorang Faizal. Tapi ternyata, perubahan Faizal itu tak lain hanya lah sebagai sandiwara.
Dia berjalan sambil menagis, dia tudak ingin berada di toko bunga nya dalam keadaan sedih. Karna akan di lihat oleh pelangan, jadi dia memutus kan untuk berjalan keluar meninggal kan toko bunga nya dan menyerah kan tugas menjaga toko bunga pada seorang karyawan nya yang selama ini selalu membantu nya.
Ia terus berjalan, tapi tidak memperhati kan jalan yang ia lalui. Karna tidak fokus pada jalan ia langsung melintas tanpa melihat ada satu mobil yang melaju kencang.
Tapi, untung nya yang punya mobil dengan cepat menginjak rem mobil nya. Alhasil, Mela hampir saja tertabrak oleh mobil itu.
"Hey.... Lho jalan nya yang benar dong. Jangan main nyelonong aja". Kata pemilik mobil itu pada Mela yang terduduk karna kaget.
__ADS_1
"Maaf,,,, maaf... Aku bukan nya sengaja". Kata Mela sambil menongak, melihat siapa yang punya mobil itu.
"Mela,,,, " kata yang punya mobil.
"Doni.... " kata Mela.
Ternyata Mela dan yang punya mobil ini saling kenal. Dia pun membantu Mela berdiri.
"Kamu gak papa kan Mel, maaf ya. Untung saja aku cepat menginjak rem nya". Kata Doni.
"Kamu habis nangis Mel, mata kamu merah". Kata Doni ketika menyadari bahwa Mela habis menagis.
"Gak kok Don, aku habis kelilipan nih. Maka nya gak lihat ada mobik yang lewat". Kata nya berbohong.
Mendengar itu Doni tersenyum, dalam hati nya berkata bahwa Mela yang ia kenal tak pernah berubah dari dulu hingga sekarang ini.
__ADS_1
"Kamu masih sama Mel, masih suka bohong ya". Kata Doni.
"Bohong apa nya, orang aku benar kok habis kelilipan nih". Kata nya.
"Ya uda... Ya udah. Ayo masuk mobil ku, karna kita sudah lama tidak bertemu kamu harus temani aku makan. Bagai mana". Kata Doni.
"Makan," kata Mela sambil melihat Doni.
"Ya,, makan. Makan di temoat Favorit kamu. Rumah makan padang. Mau gak, ini sebagai permintaan maaf kamu karna bikin aku kaget". Kata Doni.
"Yah,,, kenapa kamy yang kaget, aku yang hampir kamu tabrak. Malah kamu yang kaget. Harus nya aku yang kaget tahu gak". Kata Mela. Dia melupan kan kesedihan yang baru saja ia alamai dengan bertemu Doni.
"Iya sudah, ini permintaan maaf ku pada mu. Karna hampir saja kamu celaka karna aku. Ayok,,, gak usah buang waktu lagi. Aku lapar nih". Kata Doni.
Mela pun mengikuti nya, Doni masih saja sama seperti dia yang dulu. Dia yang selalu ada saat Mela dalam kesedihan, yang sangup menjadi sandaran untuk seorang Mela.
__ADS_1
Mereka pun bersahabat dari kecil, dari sama sama sekolah menengah. Doni dan Mela sama sama melewati masa remaja mereka. Tapi saat Doni akan menginjak sekolah menengah akhir, orang tua nya memindah kan nya keluar negeri. Maka nya Doni tidak ada di samping Mela.