
Mela menatap nya, terlihat ada butiran kristal yang baru jatuh dari sudut mata benibg nya itu. Karna nampak jelas pipi nya lembab.
"Kakak... " kata nya menyapa.
"Eh... Mel, kamu mau kemana sih. Kok kamu malah turun dari atas sana sih. Kan butuh apa apa tinggal panggil aja." kata nya.
"Aku gak ada butuh apa apa kok kak. Hanya ingin turun saja". Kata Mela.
"Oh,,, jika begitu. Kakak mau naik dulu ya. Kakak ada urusan, harus cepat cepat kerumah sakit". Kata Faizal.
Ia ingin buru buru meninggal kan Mela, karna dia tak ingin melihat gadis itu membenci nya.
Tapi, baru saja naik satu anak tangga. Tangan nya di tahan oleh Mela.
__ADS_1
"Aku sudah mendengar semua nya kak. Jadi, tidak perlu menghindari ku. Aku sudah dengar apa yang kalian bicara kan". Kata Mela.
"Maaf kan aku Mel, aku sangat malu sekarang." kata Faizal.
"Tidak ada yang perlu di maaf kan kak, apa yang telah menjadi masa lalu. Biar kan lah ia berlalu, yang perlu kakak laku kan hanya lah menata masa depan agar jadi lebih baik". Kata Mela.
"Kamu tidak marah dengan ku Mel, apa kah kamu tidak benci pada ku. aku lah yang membuat kalian jauh dari papa". Kata Faizal sambil duduk di tangga.
"Tidak, itu semua bukan salah kakak. Tidak ada yang perlu di salah kan, kakak lihat mama ku. Apa kah mama membenci mu selama ini. Aku rasa tidak, walau pun mama ku sudah tahu bagai mana cerita nya dulu". Kata Mela.
"Mama mu sangat baik Mela, dia tidak menyimpan dendam pada siapa pun." kata Faizal.
"Sudah lah, yang harus di lupa kan. Maka, lupa kan saja. Yang harus di tata dan jaga maka tata dan jaga lah". Kata Mela.
__ADS_1
"Sekali lagi, aku minta maaf Mela. Semua yang menjadi milik mu. Aku yang mengambil nya". Kata Faizal. Terlihat raut wajah nya menyesal dan sedih. Bagai mana tidak, awal nya ia ingin balas dendam pada ibu dan anak itu. Tau nya, malah dia yang jadi perebut. Bukan nya Mela dan mama nya.
"Tidak perlu mengungkit semua itu. Bahkan aku tidak ingin tahu tentang siapa papa ku dulu nya. Apa alasan papa meninggal kan kami dan sebagai nya." kata Mela.
"Jadi kamu tidak benci pada papa yang telah meninggal kan mu Amel". Kata papa nya yang tiba tiba datang dari dapur.
"Tidak pah, kenapa aku harus benci pada papa. Sedang kan mama yang papa sakiti bisa bersikap biasa saja pada papa. Bahkan mama bisa melupa kan apa yang telah papa laku kan." kata Mela.
"Mama yang terbaik ma, dari aku kecil sampai aku seperti saat ini. Mama tidak pernah sedikit pun menunjuk kan kesedihan dan beban yang mama tangung." kata Mela pada mama nya.
"Itu semua demi kamu sayang, kamu adalah aset mama yang sangat berharga. Apa pun akan mama laku kan untuk membuat kamu bahagia". Kata mama sambil memeluk Mela.
"Maaf kan papa Mela, ini seharus nya tidak pernah terjadi". Kata papa nya.
__ADS_1
Sedang kan om nya Faizal yang melihat kejadian itu. Hati nya malah merasa makin sakit. Kesalahan nya datang di keluarga itu malah bikin keluarga itu bahagia, bukan nya bikin keluarga itu hancur. Ia menyesal karna telah membuka rahasia tentang siapa Faizal sebenar nya.