CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 11 🌹


Clara mengangkat wajahnya dia menatap ke arah Kenric semakin berdetak jantungnya karena Kenrick menatapnya tanpa mengalihkan pandangannya ke arahnya, Clara bergumam di dalam hatinya dengan sikap salah tingkahnya itu.


" Kenapa si ngeselin ini menatap aku terus membuat jantung ini berdegup dengan kencang dan tidak bisa diajak kompromi, wajahku pasti merah merona, aku tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutku ini dan rasa serba salahku membuat aku ingin rasanya berlari dari ruangan ini dan menuju pulang ke rumah." Gumamnya di dalam hati sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain, kemudian tangannya pun mengambil gelas yang ada di atas meja tersebut, dia pun kemudian meminumnya.


Walaupun sebenarnya air yang ada di dalam gelas itu sudah habis membuat Kenric tersenyum melihat ke arah Clara yabg bersikap salah tingkah di hadapannya itu.


Kenric berbicara di dalam hatinya.


Walau sebenarnya jantungnya pun tidak bisa diajak berkompromi.


" Moni! Kamu memang tidak bisa merubah kebiasaan kamu sejak kecil, ternyata memang benar wanita yang ada di hadapanku ini adalah Moni pengantin kecilku.


Waktu dulu disaat kamu gugup, kamu meminum air putih dan kamu tidak sadar kalau di dalam gelas itu airnya sudah habis, sekarang pun kamu lakukan, kamu memang benar-benar Moni sahabat dan pengantin kecilku." Ucapnya Sembari mengukir senyum di wajahnya.


Clara lalu meletakkan gelas itu kembali di atas meja dan dia pun bersuara meminta izin untuk keluar dari ruangan tersebut.


" Maaf Pak, saya mau keluar dulu, saya tidak enak berlama-lama ada di ruangan Bapak." Ucapnya sembari cengengesan karena dia tidak bisa mengendalikan kegugupannya serta rona merah wajahnya itu.


Kenric hanya menganggukkan kepalanya sembari memberi isyarat melalui matanya, namun dia tidak merubah posisi duduknya yang masih mensedekapkan tangannya di dada dan menyilangkan kedua kakinya itu sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.

__ADS_1


Mendapat persetujuan dari Pak Bosnya itu pun dia tidak membuang kesempatan itu dan langsung berdiri bergegas melangkah menuju ke arah luar ruangan. Kenric menatap kepergian Clara sampai hilang di balik pintu ruangannya itu, Clara pun menghela nafasnya dengan panjang sambil mengusap dadanya.


" Huh! Akhirnya aku bisa keluar juga dari ruangan itu, kenapa dia begitu aneh setelah aku tidak sadarkan diri tadi ? Lagi pula kenapa kepala ini tiba-tiba sakit sih, kalau mau sakit kepala itu boleh aja tapi jangan di kantor juga kali...Ach! Menyebalkan banget sih!" Ucapnya melangkah menuju ke arah meja kerjanya, dia melihat jam yang menggantung di dinding kantornya itu menunjukkan pukul 04.00 sore, dia menengok ke arah meja Santi yang ternyata sudah kosong.


" Waduh! Ternyata Santi sudah pulang terlebih dahulu." Ucapnya, dia pun kemudian menatap kembali ke arah pintu ruangan Bosnya tersebut, dia tidak mengingat pesan Santi sebelum Bosnya keluar dari ruangannya dia harus tetap ada di meja kerjanya, namun dia tidak mengingat itu, dia pun langsung membenahi mejanya dan mengambil tasnya serta mematikan laptopnya tersebut.


Kemudian dia pun bergegas menuju ke arah lift dia memencet tombol lift tersebut lagi-lagi matanya melihat ke arah ruangan Kenric, dia pun berbicara sendiri.


" Ayo dong pintu lift, cepat terbuka! Jangan sampai Pak Bos yang ngeselin itu keluar dari ruangannya." Ucapnya.


Lift terbuka dia langsung masuk ke dalam dan memencet tombol menuju ke arah lantai lobby.


Kenric yang masih dengan posisinya duduk di sofa itu pun merasa bahagia, karena selama ini dia menjaga hatinya dan dirinya hanya untuk mencari cinta di masa kecilnya itu, walaupun sekarang Clara tidak mengetahui kalau Kenric adalah teman dia sejak kecil.


" Nomor yang tidak dikenal, siapa yang menghubungi aku ini?" Ucapnya namun dia kemudian tidak menggubrisnya dan meletakkan kembali ponsel itu dengan masih berdering, dia melihat jam yang melingkar di tangannya, menunjukkan jam pulang kantor pun tiba, dia kemudian mengambil jasnya dan memakainya, tidak lupa dia mengambil kunci kontak mobilnya beserta ponselnya, dia melangkah menuju ke arah pintu ruangannya itu saat dia membuka ingin memanggil Clara, namun meja kerja Clara sudah kosong.


Kenric pun berdiri di depan ruangannya yang masih terbuka dia mengusap jidatnya walaupun tidak ada keringat sembari mengukir senyum di wajahnya.


" Moni,,, Moni...! Rupanya kamu lupa ya peraturan di kantor ini, seharusnya sebelum aku keluar dari ruangan ini kamu masih berdiri ataupun duduk di dekat meja kerjamu itu, tapi sekarang aku yang malah berdiri di depan meja kerjamu ini dan kamunya sudah pergi terlebih dahulu, tapi tidak apa-apa, besok kamu juga akan masuk kantor lagi." Ujarnya berbicara sendiri, kemudian dia pun melangkah menuju ke arah lift, beberapa saat kemudian pintu itu terbuka dan dia masuk ke dalam lift tersebut, lift itu pun membawa dia ke lantai bawah lobby kantornya.


Dia menuju ke arah parkiran mobilnya namun sebelum dia memasuki mobilnya Dia melihat Clara yang masih menunggu di sebuah kursi dekat parkiran mobil itu, Dia pun kemudian mendekati Clara.

__ADS_1


" Kamu menunggu siapa,?" tanya kenric membuat Clara menoleh ke arah suara, dia pun langsung berdiri dan tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Eh...Bapak! Saya lagi menunggu teman saya pak." Jawabnya sembari cengengesan.


" Memangnya teman kamu bekerja di sini.?"


" Astaga! aku keceplosan..." Gumamnya.


" Apakah teman kamu bekerja di sini dan bagian apa? Hemmm....siapa namanya?" Tanya Kenric.


" Oh, Itu pak, maksudnya bukan...Eh .. Maksud saya teman saya yang akan menjemput saya."


" Ya udah aku akan menemanin kamu, lagian orang kantor juga sudah banyak yang udah pulang, tidak enak kalau perempuan menunggu sendirian di sini." Ucap Kenric sembari hendak duduk di kursi tunggu tersebut, Clara pun langsung menyentuh tangan Kenric sembari bersuara.


" Aduh..Maaf Pak Bos nggak usah, teman saya itu mungkin sedikit lama."


Kenric menatap tangan Clara yang memegang tangannya itu Clara sadar dan menarik tangannya kembali sembari tersenyum salah tingkah.


" Nggak apa-apa, saya menunggu di sini dan masih ada Security juga kok, saya bisa berbicara dengan mereka, Kalau teman saya belum datang."


" Aku akan menunggu dan menemani kamu, kalau kamu belum dijemput sama teman kamu dan siapa tahu teman kamu itu lupa menjemput kamu, aku akan mengantarkan kamu." ucapnya langsung duduk di kursi tersebut.

__ADS_1


Terlihat kecemasan di wajah Clara, dia pun kemudian berpikir keras bagaimana caranya agar Kenric meninggalkannya...


__ADS_2