CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 21 🌹


Aira masuk ke dalam sembari bersuara...


" Pak Kenric, Mas Dino... Dari mana kalian tahu kalau Clara tinggal di sini.?"


Dino tersenyum Dia kemudian mendekati Aira.


" Maafkan aku ya, karena aku sudah mengatakan semuanya pada Kenric."


" Mas mengatakan apa?"


" Aku mengatakan kalau kita berdua memiliki hubungan lebih dari teman, aku terpaksa mengatakan itu karena aku tidak ingin ada kebohongan antara Aku dan Kenric karena Kenric harus tahu, aku tidak mau hubungan kita ini selalu disembunyikan dari orang-orang yang ada di luar sana,terutama Kenric, tapi sebelum kamu membahas tentang hubungan kita, Aku sudah berterima kasih pada kamu, karena kamu sudah merawat adikku, kenapa kamu tidak mengatakan kalau Clara tinggal bersama denganmu.dan kenapa juga kamu tidak bilang padaku kalau Clara berteman denganmu?"


" Iya Aira kenapa kamu mengatakan saat di parkiran Kamu dan Aira hanya satu jalur tempat tinggal, Kenapa kamu mesti bohong padaku dan juga Dino kekasih kamu sendiri "


" Maafkan saya pak, maafkan aku juga mas... terpaksa mengatakan itu semua pada Bapak, karena ini atas permintaan dari Clara, dia tidak ingin bapak mengetahui dia tinggal satu rumah dengan saya, di samping itu juga dia sudah mengetahui kalau saya ini adalah kekasih kakaknya, dia juga tidak ingin kakaknya mengetahui kalau dia tinggal bersama dengan saya."


Aira kemudian menatap ke arah Dino.


" Maafkan aku ya Mas, aku berbohong pada kamu, aku tidak mengatakan kalau adikmu tinggal bersama denganku, ini atas permintaan dari Clara, Aku tidak ingin mengecewakannya."


" Tidak apa-apa, kamu sudah bersikap benar dengan menyembunyikan Clara di rumah kamu, aku merasa senang dan aku juga bersyukur karena dia berada di tempat kamu, aku merasa lega setelah aku mengetahui kalau dia memang tinggal di tempat yang tepat seperti ini."


" Oh ya sebenarnya Clara sakit apa? Kenapa demamnya sangat tinggi?" Tanya Kenric.


Aira kemudian menceritakan semuanya perihal pertemuannya tadi malam bersama dengan kedua orang suruhan dari Pak Ferry, semua diceritakan oleh Aira pada mereka berdua, karena dia tidak ingin melewatkan semua cerita itu sendirian dia harus mengatakan sejujur-jujurnya, inilah saatnya Aira mengatakan semuanya pada Dino.


" Apa? Papa menyuruh Mang Jojo dan Mang Eno untuk mengawasi Clara?"


Aira menganggukkan kepalanya.


" Mungkin kedua orang tua kamu itu sangat menyayangi Clara, sehingga Dia menyuruh Mang Jojo dan Mang Eno untuk memberikan perlindungan tanpa sepengetahuan dari Clara." Ucap Kenric lagi.

__ADS_1


" Aku harus memberikan obat ini pada Clara dulu." Ucapnya, kemudian dia pun memberikan obat tersebut pada Clara dibantu oleh Dino, setengah sadar Clara meminum obat yang diberikan oleh Aira dia tidak menyadari kalau sang kakak dan Bosnya ada di dalam kamarnya itu.


Kemudian Aira pun merapikan selimut Clara yang sudah merubah posisinya bermiring ke arah kiri dan melanjutkan tidurnya karena Clara masih tidak enak badan, mereka bertiga kemudian keluar dari kamar Clara.


Mereka melangkah menuju ke arah ruang tengah rumah Aira dan mereka menghentakkan tubuhnya di sofa ruang tengah itu.


" Maafkan saya ya Pak, karena saya tidak langsung berbicara sama Bapak."


" Kamu tidak usah panggil saya dengan sebutan Bapak di sini, anggaplah saya ini sama seperti Dino, anggap saya teman kamu juga, kamu bisa menganggap Dino sebagai sahabat aku, kenapa kamu tidak menganggap aku sebagai teman kamu." Ucapnya sembari tersenyum.


" Iya Pak, tapi biarkan saya memanggil dengan sebutan Bapak, karena Bapak memang atasan saya." Ucapnya tersenyum.


" Baiklah terserah apa kata kamu aja, Oh ya saya mau bertanya tentang Clara."


" Tanya soal apa pak?"


" Kamu pernah mendengar nggak Clara berbicara sama kamu atau mengatakan sesuatu tentang masa kecilnya dulu?"


" Seingat saya Dia pernah mengatakan masa kecilnya itu tidak pernah tinggal di sini, tapi dia tidak mengatakan daerah mana itu."


" Kamu harus memantapkan hati kamu kalau memang Clara itu adalah cinta masa kecil kamu.." Ucap Dino sembari mengusap pundak sang sahabat.


Mendengar ucapan dari Dino, Aira dan Kenric pun menatap ke arah Dino.


" Kenapa kalian berdua menatap ke arahku.?"


" Tadi kamu sebut apa Clara itu, cinta masa kecilku?"


" Iya benar kan..." Ucap Dino lagi.


" Iya juga sih, kalau dipikir pak Kenric cocok sama Clara.


" Hemmm...Aku harus memastikan kalau Clara adalah Sahabat kecilku." Ucapnya.

__ADS_1


" Baiklah Pak saya akan membantu Bapak dan bertanya pada Clara nantinya, Apakah Clara itu emang kenal dengan Pak Kenric, saya akan mencari tahu sampai ke akar-akarnya." Ucap Aira dianggukan oleh Kenric.


" Baiklah, aku akan kembali ke kantor, silakan kalian berdua berbicara di sini, karena aku tidak bisa meninggalkan kantor hari ini, aku ada pertemuan dengan Client."


" Baiklah, terima kasih ya Ken."


" Sama-sama, kasih tahu ya keadaan Clara nanti denganku."


" Siap Bos!" Ucapnya sembari melangkah mengiringi langkah Kenric menuju ke arah pintu utama rumah Aira, Kenric pun melangkah menuju ke arah mobilnya yang terparkir di luar pagar rumah tersebut, beberapa saat kemudian mobilnya pun meninggalkan rumah Aira menuju ke arah kantornya.


" Aku harus mencari tahu tentang Clara, tapi hatiku mengatakan kalau itu adalah Moni kecilku dulu, bagaimana caranya aku agar mengetahui kalau dia adalah moniku yang sudah bertahun-tahun lamanya aku cari. Aku ada ide di saat dia sembuh nanti dan masuk kantor, aku akan memberikan beberapa kenangan yang harus diingatnya di waktu kecil, semoga saja dia tetap mengingat kenangan itu." Gumamnya sembari tersenyum sambil melajukan kendaraannya menuju ke arah kantornya.


Di rumah Aira, Dino yang sudah berada di kamar Clara bersama dengan Aira itu pun menatap ke arah adiknya yang masih terbaring berselimut itu.


Dia memegang dahi adiknya sambil berbicara pelan.


" Syukurlah demannya sudah mulai turun."


" Dia mungkin tidak tidur dan hanya menangis setelah mengungkapkan kerinduannya pada kedua orang tuanya, Clara orangnya kuat dia mengakui kesalahannya yang telah diperbuatnya dan dia pun mampu menahan rasa rindunya pada keluarganya, bahkan dia merindukan kalian berdua saudaranya."


" Setelah ini aku akan berusaha membujuk Papa untuk membawa Clara pulang ke rumah lagi, aku ingin melihat keluarga kami bersatu kembali dan tidak ada lagi kemarahan di antara papah dan Clara."


Dianggukkan oleh Aira, terlihat Clara merubah posisi tidurnya kembali ke arah kanan dan dia perlahan membuka matanya, namun dia masih belum menyadari kalau duduk di bibir ranjangnya itu adalah kakaknya, matanya menatap ke arah Aira sembari bersuara dengan pelan.


" Aira..." Ucapnya sambil mengusap kedua matanya dan kembali berbicara.


" Kamu tidak berangkat ke kantor Aira?"


Kemudian Aira duduk di bibir ranjangnya dekat kepala Clara.


" Aku tidak tega meninggalkan kamu sendirian, karena kamu mengalami demam tinggi tadi, tapi syukurlah seorang dokter datang ke sini dan memberikan resep untuk kamu."


" Terima kasih ya." Ucapnya setelah mengucap-ucek kedua matanya lalu pandangannya pun beralih ke arah Dino, melihat Dino yang duduk di bibir ranjangnya Clara refleks duduk bangun dari tidurnya itu.

__ADS_1


" Kak Dino,?" Ucapnya sembari menatap Dino dan beralih menatap ke arah Aira, Aira tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


__ADS_2