CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 15 🌹


Clara menghela nafasnya dengan panjang.


" Tapi Mama tetap sehat kan Mang."


" Ya Nona, mereka berdua tetap sehat, namun masih terlihat kesedihan di wajah mereka berdua, mereka berusaha menutupi rasa kesedihan itu satu sama lainnya, tapi sepertinya Nyonya Besar mengetahui kesedihan dari Tuan besar, begitu juga sebaliknya."


Clara terlihat terdiam sesaat.


" Kalau begitu syukurlah kalau mereka berdua baik-baik saja, Mamang hati-hati ya di jalan." Ucap Clara dianggukan oleh Mang Jojo dan Mang Eno, Mereka pun kemudian berpamitan dengan Clara dan Aira, lalu melangkah menuju ke arah mobil mereka yang masih terparkir itu, Clara dan Aira menatap kepergian mereka meninggalkan Clara dan Aira yang masih duduk di taman tersebut.


Clara menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi besi itu.


Aira menatap kearah Clara yang tersenyum padanya, kemudian dia pun langsung mengajak Aira seakan-akan dia tidak memiliki masalah, padahal di dalam hatinya dia ingin menangis kembali sejadinya di kamarnya, Aira memahami akan sikap Clara saat Mang Jojo menceritakan tentang kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


" Clara, Kamu jangan tutupi kesedihan kamu itu dengan bersikap seakan kamu merasa tegar dalam menghadapi ini semua, Aku tahu kamu itu ingin menangis lagi, meluahkan kerapuhan dan melepaskannya dengan tangismu,kalau kamu ingin menangis, menangislah, Sehingga kamu merasa lega." ucap Aira sembari mengusap pundak sang sahabat, Clara kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya, akhirnya ia pun menangis kembali membiarkan air mata itu menguasai kedua bening bola matanya dan mengalir begitu lancarnya di kedua pipinya itu.


Clara mengeluarkan rasa sedihnya dengan cara menangis, terlihat Aira pun kembali memeluk Clara, pelukan seorang sahabat yang memberikan ketenangan pada sahabatnya yang sedang bersedih.


Setelah terlihat tenang clara mengusap sisa air mata yang ada di pipinya itu sembari berkata.


" Jika seandainya kejadian ini tidak terjadi pada diriku, mungkin saat ini aku masih bisa berkumpul dengan kedua orang tuaku, dan aku juga bisa bercanda dengan kedua saudaraku, Aku kangen dan rindu sekali pada mereka." Ucapnya.


" Clara.... Kamu tidak usah menyesali semua yang telah terjadi pada dirimu, sekarang buktikan pada kedua orang tuamu kalau kamu itu bisa berubah, dari Clara yang dulu menjadi Clara yang lebih baik lagi, karena semua makhluk yang bernyawa terutama manusia pasti memiliki berbagai macam masalah, cuma ada perbedaan dari masing-masing masalah itu dan mereka juga bisa menyelesaikan dengan cara mereka masing-masing. Salah satunya kamu, kamu memang memiliki masalah yang selalu ada pada seorang anak yang memiliki... Maaf, kekayaan dari orang tuanya, tapi sekarang kamu sudah menyadari akan kesalahan kamu selama ini, bagaimana kita harus menjalankan amanah yang baik, begitu juga bagaimana kita menyikapi seorang teman yang baik atau tidaknya, bukan karena aku adalah teman kamu yang bisa menolong kamu, tidak! Bukan maksud aku berbicara seperti itu, tapi kesalahan yang telah kita jalani terutama kamu pasti ada hikmah semuanya dibalik ini."


" Iya Aira, aku mengerti apa yang kamu katakan itu, aku juga merasa tidak percaya saat Kak Syarif berbicara padaku, kalau mereka berdua itu tidak pantas dan tidak baik untuk menjadi sahabat aku, berkali-kali kak Syarif mengatakan agar aku menghindari mereka, ternyata perkataanya itu benar, di saat mereka perlu aku, mereka datang padaku, tapi di saat aku memerlukan mereka saat ini, mereka begitu saja membuang aku, dengan alasan yang tidak masuk akal untuk menghindariku." Ucapnya dengan tatapan jauhnya.


" Sudahlah, sekarang kita pulang dan kita istirahat, kamu harus istirahat dan memulihkan pikiran kamu kembali, besok kan kamu bekerja, kalau kamu ingin membuktikan kepada kedua orang tua kamu, kamu harus semangat. Jangan lemah! Jadikan semua ini pelajaran yang berharga bagi kamu, bukan kamu saja tapi juga aku, Ayo kita pulang..." Ajak Aira.


Clara menatap ke arah Aira, dia mengangguk dan mengukir senyum di wajahnya. Mereka kemudian berdiri melangkah menuju ke arah mobil pribadi Aira, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan taman bunga yang tidak terlalu ramai dikunjungi banyak orang.

__ADS_1


Clara yang duduk di samping Aira pun hanya menyadarkan tubuhnya di jok mobil tersebut, sesekali dia menoleh ke arah Aira yang fokus menyetir mobil pribadinya itu.


Clara menghela nafasnya dengan panjang sembari mengingat masa yang telah lalu, di mana Clara yang awalnya bersahabat dengan Aira, bertepatan dengan itu kehadiran Rere dan Mila pun mengubah semuanya.


Mila dan Rere dikenal oleh Aira di sebuah diskotik yang terkenal yang ada di kotanya itu, di situlah Mila dan Rere memproklamirkan menjadi sahabat Clara, dan akan menjadi seorang yang selalu ada di saat Clara senang ataupun sedih, mereka berdua pun menganggap dirinya itu sebagai sahabat Clara yang terbaik dan saat itulah Mila membuat hubungan Clara dan Aira renggang, karena Mila mengatakan pada Clara kalau Aira tidak pantas menjadi teman ataupun berstatus sebagai sahabat Clara.


Clara begitu saja percaya pada Mila, karena sikapnya Mila dan Rere sangatlah baik dibandingkan dengan Aira saat itu dalam pikiran Clara, Aira selalu tidak bersama dengan Clara, karena Aira sibuk mencari pekerjaan untuk keluarganya.


Aira sadar diri dan dia pun mulai menjauhi Clara, disamping itu Clara tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai sahabatnya, ataupun temannya, di hadapan semua keluarganya yang diperkenalkan Clara hanyalah Mila dan Rere.


Rere mengaku sebagai anak orang kaya, namun di saat Clara dan Mila berteman dengannya sedikitpun Rere tidak memperkenalkan mereka pada kedua orang tuanya, bahkan pernah satu kali mereka ke rumah mewahnya Rere, namun sayangnya kedua orang tuanya itu tidak ada, Clara dan Mila tidak terlalu menggubris tentang kedua orang tuanya Rere, namun berbeda dengan Mila, dia memang seorang putri tunggal dari pengusaha terkenal yang berada di luar negeri, Mila memang tidak ingin mengikuti kedua orang tuanya itu yang berada di negeri orang, Mila tetap bertahan di tanah air. Mila memutuskan tinggal di tanah air itu karena ingin selalu bisa bersenang-senang dan tidak ada kekanan dari kedua orang tuanya. Walaupun dia tinggal jauh dari kedua orang tuanya itu dan jauh dari pengawasan kedua orang tuanya, namun dia tidak pernah kekurangan, Mila selalu tercukupi dari biaya kedua orang tuanya tersebut, apapun yang dia pinta semua diberikan oleh kedua orang tuanya itu, namun sayangnya kedua orang tuanya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh anaknya di tanah air.


Mila tidak pernah selesai dalam menjalankan kuliahnya, Namun kedua orang tuanya selalu percaya apa yang dikatakan oleh Mila.


Lagi-lagi Clara menghela nafasnya dengan panjang, dia menatap kembali ke arah Aira, membuat Aira merasa heran dengan sikap sahabatnya itu, dia pun kemudian menegur Clara.

__ADS_1


" Kamu kenapa Clara ? Kenapa kamu selalu memperhatikan aku? Apa ada yang salah di wajahku.?"


" Wajah kamu tidak ada yang salah, cuma sikap aku selama ini yang salah padamu, jika seandainya dulu aku tidak mendengarkan apa kata Mila, mungkin aku tidak mengenal mereka berdua dan kejadian yang menimpa aku ini tidak akan pernah terjadi di hidupku, kalau dikatakan menyesal! Aku akui Aku memang menyesal, tapi apalah dayaku, penyesalan itu datangnya terlambat!" Ucapnya sembari menghelan nafasnya kembali dengan panjang.


__ADS_2