
BAB 27🌹
" Papa...!" Ucap Dino pelan namun masih terdengar oleh Aira.
" Papa? Apa itu mobil Papa kamu Mas? Tapi kenapa bisa bersama dengan Pak Kenric?"
" Mas juga tidak tahu sayang,kenapa bisa Papa dan Mama kenal dengan Ken."
" Jangan-jangan mereka tahu juga kalai Clara tinggal di rumah Aira?"
" Kakak juga nggak tahu dek,nanti kita akan tahu semuanya lebih baik kita sambut dulu mereka di luar."
" Tidak usah Mas, kamu berdua di sini aja karena mereka berkunjung ke rumahku, akulah tuan rumahnya." Ucap Aira sembari tersenyum.
Dia kemudian melangkah keluar meninggalkan Clara dan Dino yang duduk di ruang tengah tersebut, sebelum tamunya itu sampai di teras depan Aira sudah berada di teras depan rumahnya menyambut mereka bertiga, langkah demi langkah Aira menatap para tamunya itu, walaupun di dalam kepalanya bertanya-tanya bahkan ada rasa kegugupan di hatinya, Pak Ferry tidak mengetahui mobil sang anak yang terparkir di samping rumah Aira dia tidak terlalu melihat ke kiri dan ke kanan, karena dia fokus dengan masuk kedalam rumah Aira, dia ingin segera bertemu dengan anaknya Clara.
" Maaf Aira, aku datang lagi ke rumahmu."
" Tidak apa-apa Pak."
" Kedatanganku sekarang ini, membawa dua orang tamu untukmu, mereka ingin bertemu dengan Clara karena mereka adalah orang tuanya Clara."
Aira hanya menganggukkan kepalanya.
" Selamat datang pak di rumah saya, silakan masuk pak Bu, Mohon maaf Pak rumahnya keadaannya seperti ini."
" Tidak apa-apa Nak." Ucap Pak Ferry tersenyum.
Membuat Aira terasa senang mendengar ucapan Pak Ferry itu.
Pak Ferry kemudian dibawa Aira masuk ke dalam bersama dengan istri dan Pak bosnya tersebut.
Clara dan Dino yang ada di ruang tengah itu masih dengan posisiny berdiri.
__ADS_1
Pak Ferry terkejut melihat Dino berada di rumah Aira,
" Dino ?" Ucap pak Ferry dan Bu Mega.
" Papa, Mama.." Ucap Dino sembari menyalami kedua orang tuanya itu dan mencium punggung tangan mereka.
Clara hanya terpaku, dia tidak berani mendekati kedua orang tuanya itu, karena dia mengingat kesalahannya yang sangat menyakiti hati kedua orang tuanya."
" Silakan duduk pak, Bu..." Ucap Aira.
Namun Pak Ferry dan Ibu mega menatap ke arah Clara.
Clara hanya menundukkan kepalanya.
" Clara, kamu tidak rindu dengan Papa dan Mama Nak?" Ucap Bu Mega.
Clara mengangkat wajahnya dia tersenyum manis pada Mamahnya, walaupun sebenarnya dia sangat merindukan Mamahnya itu, dia ingin sekali memeluk Mamahnya tapi dia merasa takut dengan Papahnya
" Clara, kamu tidak merindukan Papah juga kah Nak?" Ucap Pak Ferry membuat Clara terkejut dengan ucapan Papahnya itu, dia pun langsung melangkah mendekati mereka,tidak pikir panjang lagi dia langsung memeluk Papahnya dan memohon ampun pada Papahnya tersebut, dia juga memeluk Mamahnya dengan penuh kasih sayang Bu Mega memeluk anaknya itu.
" Bukan Mamahmu saja tapi Papa juga merindukan kamu...Maafkan Paoah Nak."
" Bukan Papah yang salah, tapi Clara, maafkan Clara pah, maafkan Clara mah, Clara memang salah Clara sudah menyakiti hati papa dan mama, Clara janji Clara akan merubah semuanya dalam hidup Clara, Clara akan berusaha membahagiakan Mama dan Papa, Maafkan Clara sekali lagi Pah, mah." Ucapnya, air mata yang tidak bisa dibendungnya itu lolos begitu lancarnya karena kebahagiaannya yang telah dia rasakan itu.
Ibu Mega menghapus air mata anaknya bungsunya itu.
" Kamu tidak usah menangis sayang, Mama dan Papa sudah memaafkan kamu, Mama dan Papa sudah tahu kamu memang benar-benar sudah berubah, Mama Papa yakin dan percaya apa yang kamu katakan itu akan berbuah manis nantinya."
Bu Mega kemudian mengajak Clara duduk di sampingnya, Clara pun memeluk mamanya tersebut dan Bu Mega merangkul anak bungsunya itu.
" Dino kenapa kamu tidak mengatakan pada papa kalau kamu mengetahui di mana adik kamu tinggal."
" Maaf pah Dino, memang tidak mau bercerita sama papa, Dino juga baru hari ini tahu kalau Clara tinggal di sini bersama dengan Aira temannya, rencananya setelah pulang dari sini Dino akan mengatakan semuanya pada papa dan membujuk Papa untuk membawa Clara pulang kembali ke rumah."
__ADS_1
Pak Ferry pun menghela nafasnya dengan pelan dia tersenyum.
" Maafkan Papa selama ini juga Papa sudah menyuruh dua orang kepercayaan Papah untuk selalu menjaga Clara, Papa tahu dia tinggal di tempat temannya tapi Papa tidak tahu nama temannya itu siapa dan papa menyuruh Clara pergi dari rumah itu bukan bermaksud untuk tega pada anak sendiri, tapi agar Clara bisa memahami arti hidup yang sebenarnya." Ucapnya, dianggukan oleh Clara dan Dino
" Oh ya Pah, sekalian Dino di sini mau mengenalkan Aira. Aira ini kedua orang tua Mas."
Aira tersenyum, kemudian dia pun meraih kedua tangan orang tuanya Dino tersebut dan mencium punggung tangan mereka, Pak Ferry dan Bu Mega pun mengusap kepala Aira dengan penuh kasih sayangnya.
" Dino ingin memperkenalkan Aira pada mama dan papa karena Dino ingin mempersunting Aira sebagai istrinya Dino dan menjadi pasangan hidup Dino selama-lamanya."
Pak Ferry dan Bu Mega lagi-lagi tersenyum karena mereka berdua sudah dapat menebaknya.
" Papa dan mama hanya bisa merestui hubungan kalian berdua, apapun yang kalian lakukan selagi hubungan itu positif Papa tidak akan melarangnya, bahkan papa akan mendukung keinginan kamu untuk mempersunting Aira. Aira om dan tante tidak tahu dan tidak mengenal kamu selama ini, om hanya mengira teman Clara hanyalah Mila dan Rere yang tante dan om kenal." Ucapan.
Aira hanya tersenyum mendengar perkataan dari calon mertuanya itu.
" Clara, Papa ke sini ingin menjemput kamu pulang ke rumah, papa akan mengembalikan lagi perusahaan yang telah kamu pimpin itu karena Papa percaya kamu pasti akan membenahi semua kesalahan kamu, itu semua milik kamu Nak."
" Papa, Clara menghargai apa yang diberikan papa, tapi saat ini Clara belum bisa untuk pulang ke rumah dan Clara juga tidak siap masih dalam menjalankan perusahaan itu, Clara belum sepenuhnya memahami arti kehidupan yang luas, karena Clara Baru beberapa hari keluar dari rumah, izinkan Clara tetap tinggal bersama dengan Aira di sini dan izinkan Clara tetap bekerja di tempatnya Pak Kenric."
Seketika ruangan tengah rumah Aira hening setelah mendengar Clara berbicara, Pak Ferry menghela nafasnya dengan panjang.
" Apakah kamu yakin dengan ucapan kamu itu ?"
" Clara yakin Pah, Clara hanya ingin dukungan Papa dan Mama agar Clara bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi."
" Clara aku jadi nggak enak menjadikan kamu sebagai bawahanku, karena kamu setara denganku pemimpin perusahaan, bahkan kamu adalah orang yang hebat." Ucap Kenric.
Clara hanya tersenyum mendengar perkataan dari Pak Bosnya itu.
" Bapak juga orang yang hebat kok, tapi saya senang Pak bekerja di perusahaan bapak."
" Kalau itu mau kamu papa akan selalu mendukung kamu." Ucap Pak Ferry, dia menghargai keputusan anaknya itu.
__ADS_1
" Mama juga akan selalu mendukung kamu Nak, selagi kamu berkegiatan dalam segi yang positif, Mamah akan selalu mendoakan dan mendukung keinginan kamu itu, kalau kamu sudah menemukan apa yang ingin kamu cari kembalilah nak ke rumah, Papa dan Mama merindukan kamu berada di rumah lagi." Ucap Bu Mega.
Clara kemudian tersenyum dan memeluk mamanya kembali, Bu Mega pun mengusap rambut sang anak, kemudian mereka melanjutkan berbicara yang lain, berbagai macam pembicaraan mereka bahas di ruang tengah rumah Aira itu.