
BAB 22 🌹
Dino tersenyum saat Clara menyebut namanya itu, Setelah dia menghela nafasnya dengan panjang, dia pun berbicara.
" Ya Dek, Kakak akhirnya menemukan kamu, jujur kakak berjanji pada diri Kakak sendiri di saat kamu keluar dari rumah papah Kakak akan selalu menjaga kamu di luar, tapi sayangnya Kakak tidak menemukan kamu, bahkan kakak kehilangan arah mencari kamu, sampai akhirnya Kakak mengetahui kalau kamu bekerja di tempat Kenruc. Sekali lagi maafkan kakak ya, karena kakak sudah mendukung keputusan Papa saat memerintahkan kamu agar keluar dari rumah." ucap Dino sembari tersenyum, Clara hampir tidak percaya kalau sang kakak sudah berada di hadapannya itu.
" Sini Dek, peluk Kakak, Kakak merindukan kamu." Ucapnya sembari merentangkan kedua tangannya dan dengan rasa rindunya pada kakaknya itupun Clara memeluk sang kakak, Dino membalas pelukan sang adik dengan penuh kasih dan sayangnya.
Aira yang melihat pun tersenyum bahagia karena Clara sudah bisa bertemu dengan saudaranya itu yang sangat dirindukannya itu.
" Kenapa kamu tidak pernah menghubungi kakak, padahal ponsel kamu masih bersama denganmu dan tidak disita sama papah."
" Aku tidak ingin menghubungi siapa-siapa di antara keluarga kita Kak, aku memang sudah bersalah pada kalian aku sudah mengecewakan kalian terutama Papa yang sudah memberikan aku kepercayaan untuk melanjutkan usahanya yang sudah memang diperuntukkan untuk diriku, tapi sayangnya aku menyia-nyiakan itu semua."
" Kamu masih bisa Dek mendapatkan itu semua."
" Sekarang aku tidak memikirkan lagi Kak soal itu, aku ingin memperbaiki diriku karena aku tidak ingin menyia-nyiakan lagi hidupku, aku ingin membahagiakan Mama dan Papa di masa tua mereka, Aku ingin selalu dekat dengannya, setelah aku memang benar-benar mendapatkan jati diriku selama ini yang hilang."
" Syukurlah kalau kamu memang ingin berubah, Kakak sangat senang sekali mendengarnya."
" Tapi Kak Aku mohon pada Kakak jangan katakan kalau aku berada di tempat Aira."
" Kakak tidak akan mengatakannya pada mereka berdua, namun kakak ingin memperkenalkan Aira di hadapan mereka, karena kakak ingin sungguh-sungguh membina rumah tangga bersama dengan Aira." Ucap Dino sembari menatap kearah Aira sang kekasih.
" Apa kak? Kakak ingin membina rumah tangga dengan Aira?"
Dino tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, Aira terkejut dia tidak menyangka akan mendapatkan kabar bahagia dari Dino sang kekasih.
Memang dari dulu Dino ingin memperkenalkan Aira pada keluarganya, tapi sayangnya Aira yang menolaknya, karena dia tidak ingin Dino malu memperkenalkan dirinya dari kalangan wanita biasa saja, ditambah lagi dia tidak ingin diketahui oleh Clara kalau dirinya itu adalah kekasih sang kakak, karena sudah lama Aira kala itu tidak bertemu dengan Aira. Walaupun dia bertemu dan melihat Aira di saat itu dia pasti akan menghindar agar Ckara tidak melihatnya.
Clara tersenyum.
__ADS_1
" Aku sangat senang kalau kakak benar-benar ingin mempersunting Aira, karena dia memang pantas bahagia dan mendapatkan orang seperti kk." Ucap Clara sembari hendak turun dari tempat tidurnya sambil menyisihkan selimut yang menutupi sebagian kakinya itu.
" Mau kemana Dek?"
" Aku mau mandi Kak, Aku dari tadi belum mandi."
" Tapi kamu Masih demam."
" Aku sudah merasakan nyaman badanku."
" Kamu baru aja Dek mengalami demam yang tinggi, kalau kamu bawa mandi sama aja itu bohong namanya, percuma aja kamu minum obat."
" Tapi aku sudah merasa sehat sekali Kak, karena kakak sudah berada di sini mungkin sakitku ini karena aku rindu dengan kakak, Aku ingin rasanya Kak bertemu dengan Kak Syarif dan istri serta anaknya."
Dino menghela nafasnya dengan panjang, dia menatap ke arah sang adik.
" Kakak tidak menjamin deh kalau kamu bertemu dengan Kak Syarif Karena kakak tidak tahu apakah Kak Syarif bisa menerima kamu, Kamu kan tahu dari kecil sampai sekarang Kak Syarif paling takut sama papa, apa yang dikatakan oleh papa dia selalu mengikutinya, tidak pernah dia melawannya, apalagi kamu dengar sendiri saat kamu disuruh pergi dari rumah itu, jangan sampai ada kami yang berkeinginan membantu kamu, kakak yakin kalau Kak Syarif tidak berani untuk menemui kamu walaupun sebenarnya dia sangat merindukan juga dengan kamu, nggak usah khawatir Dek, kamu sekarang berada di tempat yang aman."
Clara tersenyum kemudian dia hendak berdiri namun dicegah kembali oleh Aira.
" Baiklah aku tidak mandi, cuman aku mau membersihkan diriku aku nggak enak rasanya kalau tidak membersihkan diri setidaknya aku membersihkan muka, kalian mau dekat-dekat dengan aku, Aku kan belum gosok gigi nih hua!" Ucap Clara sembari mengeluarkan angin dari mulutnya Dino Dan Aira pun menutup hidungnya sembari tersenyum dan berbicara.
" Ya udah cepetan sana gosok giginya, bau tahu!" Ucap Aira, Clara pun terkekeh, walaupun masih ada rasa keleyengan tapi dia menepiskan rasa itu karena dia merasa sangat bahagia sekali.
***
Kenric yang sudah sampai di halaman kantornya itu pun memarkirkan mobilnya dengan rapi, dia melangkah menuju ke arah lobby namun saat dia menuju ke arah lift dia dipanggil seseorang yang tak lain adalah Mila.
" Ken... Dari mana kamu?" Tanyanya sembari melangkah menuju ke arah Kenric yang sedang menunggu di depan pintu lift itu, terlihat wajah Kenric berubah, karena dia tidak senang dengan kedatangan Mila di saat dia memikirkan sesuatu tentang masa kecilnya itu agar meyakinkan dirinya kalau Clara adalah sahabat kecilnya tersebut.
Kenric pun mengusap jidatnya yang tidak terlihat ada keringat sembari menghela nafasnya dengan panjang, kemudian meletakkan kedua tangannya di pinggang.
__ADS_1
" Ada apa kamu ke sini ? buat apa kamu mencari aku ?Apakah ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan.?"
" Ada yang ingin aku tanyakan denganmu, tapi aku tidak ingin bicara di sini."
" Terus kamu mau bicara di mana?"
" Ajak aku masuk ke ruanganmu."
Kenric mendengus dengan kesal sembari memalingkan wajahnya ke arah lain dan menggigit bibir bawahnya lagi-lagi dia mengusap jidatnya yang tidak ada keringat itu, kemudian dia memencet tombol lift agar bisa membawa dirinya ke lantai atas, saat pintu lift terbuka dia langsung masuk diikuti oleh Mila, dia tidak mengiyakan apa yang dikatakan Mila, namun dia juga tidak menyanggah keinginan Mila, dia hanya diam saja, saat di dalam lift tangan Mila menggandeng tangan Kenric, namun sayangnya langsung ditepiskan Kenric tangannya itu membuat Mila merasa heran sembari bergumam di dalam hatinya dan menatapkah arah kenric yang ada di sampingnya itu.
" Kenapa dengan dia, biasanya dia tidak pernah menolak kalau aku menggandeng tangannya. Apakah sekretaris wanitanya itu yang sudah merubahnya sikapnya padaku, siapa sih sebenarnya sekretarisnya itu, pengen sekali aku melihatnya, siapa yang sudah mengalahkan Mila." gumamnya di dalam hati sembari mensedekapkan tangannya di dada dengan wajah cemberutnya dan rasa tidak ingin tersaingi oleh wanita lain dalam mendapatkan hatinya Kenric.
Pintu terbuka, mereka berdua pun melangkah menuju ke arah ruangan Kenric, saat Kenric hendak membuka pintu ruangan Itu, Santi yang baru saja dari belakang pun memanggil Pak Bosnya itu.
" Maaf Pak Ken."
" Ada apa Santi?"
" Tadi ada seseorang yang ingin bertemu dengan pak Ken."
" Terus orangnya mana?"
" Katanya setelah makan siang dia akan ke sini lagi menemui Pak Ken."
" Baiklah, aku akan menunggu orang tersebut, kalau dia ada suruh aja masuk ke dalam ruanganku."
" Siap pak."
" Apakah dia sekretarisnya Ken? Kalau masalah Dia sih biasa aja, kenapa Ken berubah setelah dia mengatakan padaku kalau dia memiliki seorang sekretaris? Aku harus menyelidiki itu semua." Gumam Mila sembari mengikuti langkah Ken menuju ke dalam ruangan kerjanya itu, namun pintu ruangan itu tidak ditutup oleh Kenric, saat Mila hendak menutupnya Ken melarangnya.
" Tolong Mila, jangan ditutup pintunya biarkan aja terbuka."
__ADS_1
Mila merasa heran, lagi-lagi dia pun bergumam.
" Semakin ke sini aku merasa semakin heran dengan sikap Ken padaku." Ucapnya kemudian melangkah menuju ke arah sofa dan menghentakkan tubuhnya di sofa ruangan itu.